Tersulut Emosi, Akankah Sumpah Orangtua Berdampak Buruk pada Nasib Sang Anak?

Allah ﷻ berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا

Artinya: “Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya…” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada kedua ibu bapaknya, memastikan kebaikan dan kesejahteraan keduanya terlebih jika sudah memasuki usia lanjut. Sedemikian besar dan mulia kedudukan ibu dan bapak di sisi Allah, sampai-sampai keridhaan dan doa yang baik dari keduanya menjadi harapan bagi setiap anak yang berbakti. Sebaliknya kemurkaan dan doa-doanya yang buruk dari kedua orang tua juga sering menjadi momok yang mengkhawatirkan.

Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa, akhlak ibu dan bapak kita juga terbentuk dan lahir dari orangtua dan lingkungannya dulu. Tak jarang kita jumpai adanya para orangtua yang tempramen, jika berbicara terkesan kasar. Bahkan ada tipikal orangtua yang sanggup mengeluarkan ucapan buruk kepada sang anak ketika dalam kondisi marah-marah. Bagi sebagian anak tentu hal tersebut adalah hal yang menakutkan.

Lalu bagaimana sebenarnya? Maqbulkah ucapan-ucapan buruk yang dilontarkan oleh orangtua yang marah kepada anaknya? Lalu bagaimana anak menyikapi hal tersebut?

Alumnus universitas Al-Azhar, Mesir, Ustadzah Nurhamidah, Lc. M.Ag. memaparkan hal tersebut sebagai berikut:

Pertama, perlu dipahami bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak dan etika, termasuk adab dan cara ketika berdoa kepada Allah, sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

Artinya: “Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” (QS. Al-‘Araf: 205)

Kedua, di sisi lain Islam juga sudah menegaskan adanya jaminan terkabulnya doa bagi orang yang menjadi korban kezaliman, dan bukannya doa pelaku kezaliman. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

Artinya: “Jika mereka orang baik berhati hati lah mengambil harta mereka, karena doa yang terzalimi tidak ada hijab antara mereka dengan Allah.” (HR Bukhari)

Ketiga, oleh sebab itu patut diwaspadai. Karena boleh jadi setiap ucapan lisan seseorang akan menjadi doa yang maqbul jika Allah menghendakinya. Hal ini karena turunnya nasib dan rizki manusia yang dijanjikan Allah itu tergantung dari apa yang diucapkan lisannya. Sebagaimana firman Allah:

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَ

Artinya: “Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa yang kamu ucapkan.” (QS: Al-Dzariyat: 22-23)

Adapun menyikapi ucapan buruk yang dilontarkan oleh orangtua kepada anaknya, maka dalam hal ini ada perkara yang perlu diperhatikan dahulu.

Apakah kondisi kemarahan ayah atau ibu itu disebabkan oleh kezaliman kita sebagai anaknya atau bukan?

Nah Jika kondisi kemarahan itu bukan karena kezaliman sang anak atau justru malah anak yang menjadi korban kezaliman orangtuanya, maka sebagai seorang mukmin yang selalu mengharapkan keridhaan Allah, manfaatkanlah momen mustajab tersebut untuk berdoa.

Berdoalah kepada Allah agar membukakan hati dan memberikan petunjuk kepada orangtua kita yang sedang marah atau khilaf. Disinilah kekuatan doa, sikap husnuzan atau positif thinking kepada Allah menjadi modal dasar untuk menghilangkan kekhawatiran akan hal tersebut.

Wallahu A’lam

Abi Kenji

Islam, Doa, Rasul, Quran, Hadis

The post Tersulut Emosi, Akankah Sumpah Orangtua Berdampak Buruk pada Nasib Sang Anak? appeared first on bersholawat.id.