Konsekuensi Menjadi Buzzer dan Hater

Rasulullah ﷺ ialah sosok teladan terbaik bagi siapa pun yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan surga-Nya. Amat besar rasa sayang darinya kepada sesama, disegani kawan maupun lawan, sosok pemaaf dan jauh dari kata dendam meskipun perjalanan dakwahnya tidak sepi dari gangguan para buzzer dan haters. Keberadaan mereka yang menentang dakwah para Nabi dan Rasul sememangnya sudah menjadi ketetapan Allah, sebagaimana fiman-Nya:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

Artinya: Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan. (QS Al-An’am 112).

Rasulullah ﷺ dan mereka yang menjadi pengikutnya hingga akhir zaman sejatinya tidak dirugikan sedikit pun dengan keberadaan para buzzer dan haters. Justru Allah memberikan pahala dan kebaikan yang besar kepada Rasulullah dan kaum muslimin atas sikap dan tindakan kebencian mereka yang memusuhinya. Sebaliknya mereka yang menjadi buzzer dan haters akan merugi dan menderita di dunia, terlebih kelak di akhirat. Mereka akan dilanda pailit (kebangkrutan) dan kerugian seperti yang digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah ﷺ:

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Artinya: Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?” Para sahabat menjawab, “Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”Tetapi Nabi ﷺ berkata, “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim).

Buzzer dan haters yang ditujukan kepada Islam dan kaum muslimin, hakikatnya ialah sekelompok orang maupun individu yang digambarkan dalam firman-Nya:

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْۗ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Artinya: Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (QS. Ash-Shaf: 8)

Adapun prakteknya, mereka ialah orang-orang yang gemar menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal berikut:

Pertama, menyulut dan menumbuhkan kebencian kepada agama Allah sebagaimana firman-Nya:

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

Artinya: Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya. (QS Ash-Shaf 9)

Kedua, menghina dan merendahkan Rasulullah dan ulama para pewaris risalah dakwahnya, sebagaimana firman Allah:

اَمْ يَقُوْلُوْنَ بِهٖ جِنَّةٌ ۗ بَلْ جَاۤءَهُمْ بِالْحَقِّ وَاَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كٰرِهُوْنَ

Artinya: Atau mereka berkata, “Orang itu (Muhammad) gila.” Padahal, dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran. (QS Al-Mu’minun 70).

Ketiga, mengejek dan mencela kehidupan dan kepatuhan kaum muslimin kepada syariat-Nya, sebagaimana firman Allah:

اِنَّ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. (QS Al-Mutaffifin 29).

Keempat, menjadikan kaum muslimin sebagai objek nyinyir-an dan sindiran yang merendahkan, sebagaimana firman Allah:

وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَ

Artinya: Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya (QS Al-Mutaffifin 30).

Wallahu’alam

Abi Kenji

The post Konsekuensi Menjadi Buzzer dan Hater appeared first on bersholawat.id.