Indonesia Muslim Lifestyle Festival Perkuat Wirausaha Berbasis Ekonomi Syariah

Idreamradio.id, Jakarta, Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta Convention Center (30/8). Pameran industri halal dan syariah terlengkap di Indonesia ini akan berlangsung selama tiga hari yakni dari 30 Agustus hingga 1 September 2019.

Gelaran yang menempati area hampir seluas 15 ribu meter, menampilkan serangkaian program seminar dan workshop bisnis, mulai dari pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis tentang pengurusan legalitas usaha, HAKI, ISO bahkan hingga sertifikat halal. Para pengusaha juga dapat mengembangkan usahanya lewat forum bisnis, investor forum dan business matching dengan internasional buyers serta kompetisi social entrepreneurship.

Indonesia Muslim Lifestyle Festival terselenggara berkat kolaborasi antara Lima Event dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Indonesia (PULDAPII), Yayasan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran (YAPIAT) –Puldapia.
Dengan menyajikan berbagai inspirasi gaya hidup halal dan berbasis syariah, Muslim Lifestyle Fest menjadi momentum bagi Indonesia dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah keuangan dan ekonomi syariah dunia 2024.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya sangat mengapresiasi gelaran ini. Menurutnya, sudah seharusnya konsepsi bisnis berbasis syariah dan gaya hidup halal (halal lifestyle) tertanam kuat dan menjadi pondasi yang menggerakkan roda perekonomian bangsa. Mengingat populasi muslim di Indonesia tertinggi di dunia, yaitu 87 % dari total penduduk Indonesia sebanyak 261 juta jiwa, atau sebesar 12,7 %-nya muslim di dunia ada di Indonesia.

Jumlah populasi muslim tersebut menciptakan pasar baru produk-produk halal yang ternyata perputaran bisnisnya sangat potensial dalam 3 tahun terakhir. Tahun 2017, Global Islamic Forum mengkalkulasi total belanja masyarakat muslim dunia dari berbagai sektor halal seperti makan dan minum, farmasi, kosmetik, busana muslim, wisata dan media hiburan halal serta keuangan syariah telah mencapai US$ 2,1 triliun yang nilainya setara dengan 0,27 persen dari total produk bruto dunia. Global Islamic Economic Forum memperkirakan tahun 2023 perputaran ekonomi syariah akan mencapai US$ 3 triliun atau sekitar Rp 45 ribu triliun rupiah, linier dengan pertumbuhan penduduk muslim dunia.
Saat ini, Indonesia baru di peringkat 11 dan 15. Sedangkan untuk sector seperti keuangan Islam, halal travel dan halal kosmetik/farmasi, Indonesia masuk dalam 10 besar. Halal travel menduduki peringkat tertinggi yaitu di nomer 4. “Sudah saatnya Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah,” tandas Anies.

Sebagai pemain utama, Anies mengatakan, umat Islam harus memiliki jiwa entrepreneurship dan memahami prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi. Satu sisi, antusiasmi gairah gaya hidup halal di kalangan anak muda saat ini sudah kelihatan bergema. Terlihat dari gerakan-gerakan anak muda yang hijrah untuk bisa sepenuhnya menjalani gaya hidup halal. Perkembangan ini, tentu memunculkan fenomena maraknya digunakan istilah syariah dan halal.
“Saya melihat, Indonesia Muslim Lifestyle Festival menelurkan konsep gelaran yang berbeda. Bukan sekedar mengajak umat mengenal produk-produk halal, tetapi juga menyuguhkan pemikiran-pemikiran cemerlang tentang bagaimana mengimplementasikan fiqih-fiqih muamallah kontemporer untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat yang ingin hijrah pada gaya hidup halal,” papar Anies.
Anies menyoroti, sampai saat ini Indonesia baru memiliki jumlah entrepreneur sebesar 3,1% dari total populasi penduduk sebanyak 267 juta jiwa. Jumlah ini terbilang kecil karena rata-rata negara yang maju memiliki wirausaha sebanyak minimal 14% dari total populasi penduduk.

Dengan tingginya jumlah penduduk muslim seiring pesatnya tren gaya hidup halal di tanah air, semakin membuka peluang Indonesia untuk mencetak wirausahawan baru yang menjalani bisnis sesuai tuntunan syariah.
“Kami berharap semoga pameran ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pelaku usaha muslim semata, melainkan juga khittah (jalan) dalam melahirkan wirausahawan muslim yang menjalankan usaha berdasarkan ajaran Rasulullah SAW yang berbasis HTB, yakni Halal, Thayyib dan Barakah,” tutur Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung.
Sebagai pelaku usaha muslim, meski kerap menghadapi masalah regulasi, Rahmat Sutarnas Marpaung selaku ketua KPMI, melihat adanya komitmen dari pemerintah untuk membangun pondasi sistem ekonomi syariah melalui Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019 – 2024 yang baru saja diresmikan bulan Mei 2019. Diharapkan dengan MEKSI tersebut, Indonesia bisa menjadi pemain utama sebagai produsen industry halal global pada 2024.

Karena itu, KPMI senantisa merangkul semua pihak untuk berkolaborasi menguatkan rantai nilai produk halal pada sektor potensial yang berdaya saing tinggi, seperti makanan,minuman, pariwisata, busana muslim, media, farmasi dan kosmetik. Kemudian, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan sektor UMKM sebagai penggerak utama rantai nilai produk halal, dan penguatan ekonomi digital terutama perdagangan (e-commerce) dan keuangan (teknologi finansial)..

Tak hanya wirausaha, Muslim Life Fest juga menyuguhkan berbagai wadah literasi menarik lainnya lewat 8 sektor produk halal, mulai dari sekolah berbasis islam, modest fashion, halal food, halal travel, sharia property, halal cosmetic, halal media dan bahkan startup berbasis syariah.

Untuk kalangan muslimah, bisa bergabung dalam kegiatan hijabers gathering yang akan mengupas tuntas soal karya dan kreativitas muslimah dalam menghidupkan gaya hidup halal. Ada pula “Job fair” bagi pencari kerja yang ingin menimba karir serta Pusat Jajanan Halal yang memungkinkan masyarakat untuk mengenal lebih dekat tentang makanan halal sekaligus sertifikasi kompetensi peracik makanan halal.
Bagi para orang tua yang ingin mengenal lebih dalam tentang pendidikan Islam yang berorientasi global, PULDAPIA menghadirkan Islamic Education Fair yang menampilkan lebih dari 50 sekolah berbasis Islam.
Muslim Life Fest menargetkan sekitar 50.000 pengunjung selama 3 hari pelaksanaan. Dengan tiket masuk sebesar Rp25 ribu di hari Sabtu dan Minggu, pengunjung sudah bisa menikmati berbagai diskusi bisnis, kajian dan bahkan lomba dari pukul 9.00 hingga 21.00 WIB. Khusus hari Jumat, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk karena gratis.

“Melalui Muslim Life Fest, kami ingin para pelaku usaha muslim, pemerintah, komunitas dan masyarakat sama-sama bergandengan tangan dalam memperkokoh perkembangan ekonomi bangsa. Kami percaya bahwa Indonesia berpotensi menjadi pemain kunci ekonomi dan keuangan syariah global.” ujar Direktur Lima Events Deddy Andu. (Idz)

Pengasuh Pesantren Putri Ingin Pesantren Jadi Pilihan, Bukan Sekedar Alternatif

Idreamradio.id, Semarang – Sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah mengikuti acara pembukaan pelantikan Jam’iyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Muballighoh (JP3M) Kota Semarang dan Raker Pengurus Pusat JP3M di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu (28/08/2019) malam.

Ketua Umum JP3M, Hj Hanik Maftuchah mengemukakan, JP3M merupakan organisasi sosial keagamaan islam independen yang berdasarkan Ahlusunnah Wal Jamaah dengan mengedepankan silaturrahim dan ukhuwah.

Tujuan JP3M secara umum, kata Hanik, menyiapkan perempuan-perempuan pengasuh pesantren dan muballighoh yang tangguh untuk dapat berperan aktif dalam mengembangkan ajaran ahlussunnah wal jamaah annahdliyyah.

“Tujuan lainnya, yakni mengatur dan mengelola pesantren dengan sistem pendidikan sehingga pesantren menjadi sebuah pilihan bukan sekadar alternatif,” tuturnya dalam pembukaan jelang Pelantikan JP3M Kota Semarang dan Rakerpus JP3M Nusantara.

Diungkapkannya, JP3M yang terbentuk pada 2015 ini merupakan sebuah organisasi yang mewadahi anggota dari berbagai macam latar belakang.

Oleh karena itu, kemajemukan yang ada di JP3M ini diharapkan dapat saling bersinergi dan bersatu.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas terselengaranya upacara pelantikan dan Rakerpus JP3M. Hendi, sapaan Hendrar Prihadi juga mendorong agar perempuan khususnya di Semarang harus lebih tangguh.

“Semua kegiatan perempuan harus didukung,” ucap dia.

Di era teknologi, kata Hendi, seseorang bisa memperoleh informasi dari mana saja dan kapan saja. Akan tetapi, kemajuan teknologi juga berdampak banyaknya informasi tidak benar yang tersebar.

“Yang harus menjadi catatan dalam rakerpus nanti adalah bagaimana menjaga adik-adik santriwati yang menjadi generasi penerus dari hal itu,” katnaya berpesan.

Sehingga, lanjut Hendi, JP3M dapat menciptakan perempuan yang tidak hanya mampu melayani suami, tapi juga mampu berdikari.

Acara bertajuk “Meningkatkan Peran Bu Nyai dan Muballighoh dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” itu, diikuti sekitar 40 kabupaten JP3M se-Jateng dan perwakilan dari Jakarta, bali, banten, palembang, kalimantan, jambi, bali, lampung, jatim, jabar, sulawesi. Hadir pula, Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq, Ketua PW Fatayat NU, Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua MUI Kota Semrang, Dr KH Ali Imron, Pengasuh Ponpes Addainuriyyah 2, KH Dzikron Abdullah, dan para kiai, tokoh masyarakat serta para ketua JP3M kabupaten/kota. [Izd]

YARSI SUMBAR Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis, ada Da’i dan Peserta Hadir Jalan Kaki sejauh 40 Kilometer

Idreamradio.id, Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 tahun, Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Sumatera Barat menggelar rangkaian kegiatan. “Diantaranya adalah Khitanan massal dan Pengobatan gratis yang dipusatkan di Islamic Centre, Muara Siberut, 20-22 Agustus 2019”, ujar Anisral, Sekretaris Umum Yarsi Sumbar.

Peserta khitanan massal adalah khusus Muallaf berjumlah 105 orang, baik anak-anak maupun dewasa, dari dusun-dusun yang ada di Kecamatan Siberut Selatan, Kecamatan Siberut Barat Daya, dan Kecamatan Siberut Tengah.

Sedangkan peserta pengobatan gratis ditargetkan untuk 150 pasien.
“Kami menurunkan 25 orang tenaga medis Yarsi Sumbar dan didukung oleh da’i Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Sumatera Barat, KUA Siberut Selatan, dan Muallaf Center Baznas Pusat untuk menyukseskan bakti sosial ini”, ujar Anisral.
Peserta khitanan massal juga dibantu berupa sembako, kain sarung, dan obat-obatan.
Adapun pengobatan gratis yang dibantu obat sesuai dengan hasil pemeriksaan para dokter kita, tambahnya.

Kita pilih kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal adalah karena hasil koordinasi kita dengan da’i, terungkap banyaknya saudara kita yang muallaf yang belum dikhitan. Padahal khitan sangat baik bagi kesehatan dan terutama sekali adalah anjuran agama, ujar Anisral.
Acara khitanan massal ternyata memunculkan keharuan tersendiri bagi tim Yarsi Sumbar sebab perjuangan beberapa orang peserta khitan yang rela berjalan kaki sekitar 40 kilometer dari kediamannya agar bisa hadir di lokasi khitan.

*Bilal* menyampaikan bahwa ia adalah putra daerah Mentawai dan menjadi da’i di Dusun Simoilaklak, Desa Samukop, Kecamatan Siberut Tengah.
*Saya membawa 6 orang peserta khitan (1 orang dewasa, 5 orang anak-anak) dengan berjalan kaki sejauh sekitar 40 kilometer dari Dusun Simoilaklak ke Muara Siberut ini*”, ujar Bilal.
“Kami berangkat jam 3 dini hari, tiba jam 9 malam. Muallaf sangat antusias menghadiri walaupun harus datang berjalan kaki. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kami”, kata Bilal.

Humas Tono, Kepala KUA Siberut Selatan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masih banyak muallaf yang belum dikhitan. “Ada sekitar 1.000-an muallaf di Siberut yang belum dikhitan”, ujar Humas Tono.
M. Dalimunte, Wakapolsek Siberut, menyampaikan perlunya Khitan massal diselenggarakan secara rutin. *Untuk selanjutnya, agar kehadiran lebih maksimal lagi, usahakan dilaksanakan di waktu libur sekolah* , ujarnya

Indonesia Muslim Lifestyle Festival, Pameran Industri Syariah & Halal Suguhkan Gaya Hidup Halal yang Komprehensif

Halal tak lagi sebatas ajaran agama saja. Dengan dimasukannya nilai-nilai Islam ke dalam praktik bisnis, halal  telah menjadi tren dunia sekaligus gaya hidup masyarakat (halal lifestyle). Hal itu ditandai dengan meningkatnya perkembangan ekonomi syariah dan industri halal dunia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan Data Global Islamic Economy Report, nilai aset keuangan syariah global pada 2016 mencapai USD 2,2 triliun, tumbuh 10% dari 2015 yang sebesar USD 2 triliun dan diperkirakan akan bertambah menjadi USD 3,8 triliun pada 2022. Tren halal juga semakin berkembang setelah negara-negara dari OIC (Organisation of Islamic Cooperation) memfokuskan diri dalam pengembangan pasar produk halal seperti kosmetik,makanan, pakaian, pendidikan,pariwisata dan bahkan properti.

Tanpa disadari, gaya hidup halal ternyata berpengaruh pada perekonomian suatu negara. Hal itu disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Ia mengatakan bahwa gaya hidup halal mampu secara nyata mendorong perekonomian nasional dan geliat dunia usaha.  “Halal lifestyle berlaku bagi berbagai pihak.” jelasnya.

Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan industri halal dan syariah. Namun sayangnya, potensi tersebut belum diimbangi dengan prestasi yang baik di tingkat global.

Berdasarkan data dari Global Islamic Economy Report 2016/2017 dan 2017/2018, Indonesia menempati peringkat 10 dari 15 negara dalam bidang ekonomi syariah. Selain itu, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia juga tertinggal dari negara mayoritas nonmuslim seperti Thailand dan Australia.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap industri halal dan membangun kesadaran menjalahkan gaya hidup halal, LIMA Event berkolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI),  Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Indonesia (PULDAPII) dan Yayasan Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran (YAPIAT) menyelenggarakan pameran industri dan gaya hidup halal terbesar dan terlengkap di Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) 2019 di Jakarta Convention Centre. Dengan tujuan mengembangkan industri halal menjadi besar, sekarang saatnya halal menjadi gaya hidup dan hijrahnya umat Islam.

Pameran ini akan menampilkan produk-produk halal dari 8 sektor yaitu sekolah berbasis islam,modest fashion,halal food, halal travel,sharia property,halal cosmetic,halal media dan startup berbasis syariah. Acara ini sekaligus juga sebagai wahana edukasi dan sosialisasi umat Islam mengenali kembali esensi konsep halal yang sepenuhnya dapat diaplikasikan dalam segala sendi kehidupan. Karena faktanya ekonomi halal telah diakui dunia dapat menggerakan perekonomian secara signifikan.

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk kontribusi pengusaha muslim terhadap Indonesia yang sedang mempersiapkan sebagai tuan rumah ekonomi dan keuangan syariah tahun 2024. KPMI berupaya merespon semua insiatif sekaligus mengkaji kasus-kasus muamalah kontemporer, seperti fintech syariah, propertI syariah, kebab syariah, dan koperasi syariah. Belum lagi soal produk keuangan kontemporer seperti gopay, OVO, e-money  bagaimana tinjauan syariahnya sehingga umat tidak bingung,”” jelas Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), Rachmat Surtanas Marpaung.

Semangat entrepreneurship juga terus dibangun KPMI yang saat ini memiliki 4200 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. “Visi utama kami adalah pada literasi dan edukasi khususnya pengusaha muslim agar bisa bermuamalah sesuai tuntunan Alquran dan sunah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang sahih,” tambah Rachmat.

Dalam pameran ini, disuguhkan juga serangkaian seminar dan workshop bisnis antara  lain pelatihan ekspor, digital marketing, konseling bisnis tentang pengurusan legalitas usaha, sertifikat halal, HAKI, ISO dan sebagainya. Selain itu, pameran ini diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan yang luas bagi pengusaha yang ingin berkembang lewat forum bisnis, investor forum dan business matching dengan internasional buyers. Bagi para startup, bisa memanfaatkan kesempatan mengikuti ajang kompetisi social entrepreneurship. 

 Untuk kalangan muslimah, bisa bergabung dalam kegiatan hijabbers gathering  yang akan mengupas tuntas soal karya dan kreativitas muslimah dalam menghidupkan gaya hidup halal. Mengingat bisnis busana muslim memiliki prospek yang sangat cerah.

Sejumlah perusahaan muslim juga membuka kesempatan “Job fair” bagi pencari kerja yang ingin menimba karir. Sedangkan LPPOM MUI mengadakan Olimpiade Halal  bertajuk “Produk Halal Pilihan Generasi Millenial” yang rencananya akan diikuti oleh 2000 siswa SMA/sederajat se-Jakarta.

Bagi para orang tua yang ingin mengenal lebih dalam tentang pendidikan Islam yang berorientasi global, PULDAPIA menghadirkan Islamic Education Fair “PULDAPIA EXPO” yang menampilkan lebih dari 50 sekolah berbasis Islam mulai dari tingkat SMP, SMA, boarding school, pondok pesantren,  dan sekolah tahfiz. Yayasan Cahaya Papua yang berkonsentrasi pada pendidikan di Papua juga hadir.

“Dalam PULDAPIA Expo ini, kami ingin sekaligus menyosialisasikan  pondok-pondok pesantren yang membuka  fakultas yang pada umumnya ada di Pendidikan Tinggi negeri, seperti kedokteran. Salah satunya, Pondok Nuraidah yang berlokasi di Bogor, didirikan oleh seorang dokter yang fokusnya melahirkan santri-santri dokter. Saat ini Pondok Nuraidah baru khusus akhwat. Insya Allah, akan dikembangkan terus,” papar  Zuhdi Efianto, Ketua PULDAPIA EXPO.

Lebih lanjut, Zuhdi mengatakan, lembaga pendidikan yang dihadirkan nanti lebih berorientasi pada pendidikan tinggi ke Arab Saudi. Universitas Islam Madinah adalah salah satu universitas favorit yang diincar lulusan pesantren. “Kami akan memfasilitasi para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Islam Madinah. Mereka bisa langsung daftar di stand-stand pendidikan yang sudah terakreditasi dari Madinah. Ini baru pertama kami lakukan. Karena biasanya, mereka hanya apply saja dan memberikan berkas langsung ke Madinah sambal umroh,” tambah Zuhdi Efianto. Menurutnya, pesantren Islam Al Irsyad paling banyak mencetak alumni-alumni Universitas Islam Madinah. Kurang lebih sudah 40 alumni yang sekolah di sana.

Dalam kesempatan tersebut juga, dihadirkan talkshow bertajuk Kiat  Masuk Universitas Madinah dengan mengundang narasumber langsung guru besar Universitas Islam Madinah, Syaikh Abdurrozaq As-Shoidy serta tim seleksi penerimaan mahasiswa untuk sekolah tersebut.

Untuk makanan dan minuman, ada Pusat Jajajanan Halal yang menampilkan 30 brand kuliner bersertifikasi halal. Yang unik di sini, pengunjung  akan diperkenalkan profesi khusus untuk peracik makanan halal yang ternyata juga telah mendapatkan sertifikasi kompetensi food handler. Seluruh tenant yang terlibat di Pesta Jajanan Halal produknya telah memiliki sertifikasi Halal MUI atau sedang dalam proses finalisasi pengurusannya.

“Pameran ini menggabungkan konsep B to C dan B to B yang konfrehensif  langsung menyentuh segala aspek kehidupan muslim. Kami berharap insya Allah Indonesia Muslim Lifefest dapat menjadi ajang berbagai lini bisnis syariah berkumpul untuk bersama memajukan industry syariah Indonesia dan  bisa menjadi trend setter pameran industri halal di Indonesia,” ungkap Direktur Lima Armada Utama, Lia Indrasari.

Pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25 ribu sudah bisa menikmati berbagai diskusi bisnis, kajian, dan mengikuti berbagai lomba. Khusus hari Jumat, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk (gratis). Pameran berlangsung mulai pukul 09:00 sampai 21:00 wib.

PP Salimah Menerima Cenderamata dari BPOM

Idreamradio.id, Depok – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) merupakan ormas yang peduli pada peningkatan kualitas hidup perempuan, anak dan keluarga Indonesia. Diantara yang menjadi program kerja Salimah dalam kepeduliannya tersebut adalah dengan memperhatikan asupan bagi keluarga. Kepedulian Salimah agar para ibu bisa memberikan pangan yang berkualitas bagi keluarganya.

Dalam melaksanakan program kerja ini, Salimah bermitra dengan BPOM. Diantara yang sudah dilakukan Salimah adalah mengirimkan utusan pengurus Salimah di seluruh Indonesia menjadi Trainer keamanan pangan bagi UMKM. Para trainer ini memberikan pengarahan kepada para pelaku usaha pangan (UMKM Pangan) agar mereka benar dalam mengelola dan menyediakan pangan.

Dalam kesempatan acara Talkshow yang diselenggarakan oleh BPOM, Salimah menerima cenderamata bersama-sama dengan Walikota Depok, PP Aisyiah dan IPEMI. Dengan mengangkat tema ‘Eksistensi UMKM Pangan di Era Revolusi Industri 4.0’, acara dihadiri oleh sekitar 300 orang, terdiri dari para UMKM yang berasal dari ormas Salimah, Ipemi, Aisyiyah serta Universitas-universitas di Depok. Hotel Bumi Wiyata, Depok Rabu, 28/8/19.

Walikota Depok, KH DR. Idris Abd Somad, dalam sambutan, menyampaikan terima kasihnya atas perhatian dan konsen dari BPOM, sehingga industri UMKM Pangan bisa melejit. Bahkan salah satu kuliner asal Depok ada yang sudah dapat mendistribusikan hingga ke Singapore. “Harapan saya agar para peserta talkshow dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat mewujudkan pangan yang aman,” ujarnya.

Kepala Badan POM, Dr .Ir Penny K Lukito, MCP dalam Keynote Speech-nya menyampaikan, “pangan merupakan kontributor mendapatan negara dan mayoritas adalah UMKM. Karenanya perlu dibentuk UMKM pangan berdaya saing. BPOM sudah dan akan terus memberikan pelatihan untuk mewujudkan hal tersebut. Tentunya dalam mewujudkannya perlu bekerjasama dengan berbagai pihak. Baik dengan pihak Pemerintah maupun masyarakat dalam hal ini melalui ormas.”

Ketua Umum PP Salimah, Siti Faizah memberikan informasi bahwa Salimah di seluruh Indonesia sudah memberikan edukasi mengenai aman pangan bagi pelaku UMKM Pangan. “Para trainer kami sudah ada yang sampai ke tingkat Kecamatan, bahkan ada yang masuk ke kantin-kantin sekolah,” jelas Faizah.
(/RA)

Syukuri Nikmat dengan Berkurban

Idreamradio.id, Jakarta – Idul Adha, atau dengan nama lain Idul Kurban, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim as dan Ismail as. Berbagi dengan sesama, berbagi kebahagiaan. Memanfaatkan momen ini, melakukan kurban di waktu yang disyariatkan, yaitu 10 Dzulhijah hingga hari tasyrik, 11 – 13 Dzulhijah,
Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) juga turut serta berbagi kebahagiaan.

Dengan mengangkat tema ‘Syukuri Nikmat dengan Berkurban’, PP Salimah menyembelih seekor sapi pada hari Selasa, 13/8/2019. Acara ini sebagai bentuk pelaksanaan salah satu program kerja Departemen Dakwah.

Kurban ini merupakan persembahan dari para pengurus PP Salimah. Daging dibagi menjadi 150 bungkus dan didistribusikan kepada yang berkurban dan masyarakat sekitar kantor Sekretariat PP Salimah yang bertempat di Kampung Gedong, Jakarta Timur.

Agenda kurban ini merupakan agenda rutin tahunan. Untuk tahun ini, selain membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar kantor, PP Salimah juga melaksanakan kegiatan bersama Yatim, Dhuafa dan Wali Yatim binaan Salimah. Kegiatan dilaksanakan di kantor sekretariat Salimah..

Sebanyak 30 anak hadir mengikuti acara yang berupa penayangan film edukasi mengenai ibadah haji dan berkurban. Di samping mendapat daging kurban, mereka juga mendapat bingkisan tanda cinta berupa cenderamata dari PP Salimah.

Ketua Departemen Dakwah PP Salimah, Sinta Santi menyampaikan harapannya, “Semoga kegiatan ini menjadi tradisi hasanah yang terus dilakukan hingga terasakan manfaatnya untuk masyarakat sekitar dan memiliki nilai edukasi untuk anak-anak. Mengambil pelajaran dari pengorbanan kholilullah Ibrohim AS, saat hendak menyembelih anaknya Ismail. Ketaatan dikedepankan dari emosi pribadi. Membudayakan tradisi berbagi dan berempati.”

“Ke depan, semoga bertambah donasi dan hewan yg dikurbankan hingga bertambah luas pula penyebarannya,” lanjut Sinta. (Izd).

Berprestasi, Media Pembelajaran “LALA AND LILO” Karya Mahasiswa UM Bakal Diproduksi Massal

Idreamradio.id, Malang – Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang berhasil menciptakan media pembelajaran berbahasa Inggris untuk anak usia prasekolah, yaitu sebuah buku cerita berbahasa Inggris yang terhubung dengan aplikasi audio. Kini LALA AND LILO akan diproduksi massal oleh para penciptanya sehingga bisa dimanfaatkan oleh para orang tua dan guru anak usia prasekolah.

Kelima mahasiswa yang tergabung dalam Tim LALA AND LILO UM tersebut adalah Alif Hanifatur Rosyidah (Mahasiswa Sastra Inggris UM), Hafizah Islami Rahmadina (Mahasiswa Ekonomi UM), Indra Nurdien Hakim (Mahasiswa Teknik Elektro UM), Nilna Almunaa Brilliarahma Hermanto (Mahasiswa Desain Komunikasi Visual UM), Rifki Fajar Fitrianto (Mahasiswa Teknik Elektro UM)

Ketua tim LALA AND LILO, Indra Nurdien Hakim menjelaskan, LALA AND LILO merupakan media pembelajaran berbahasa Inggris untuk anak usia prasekolah yang tercipta dari permasalahan umum di Indonesia, yaitu rata-rata kemampuan bahasa Inggris anak Indonesia yang masih rendah, sebesar 52,85% menurut survey EF EPI 2018. Padahal bahasa Inggris telah diajarkan sejak jenjang SD hingga SMA. (Selasa, 6/8/2019)

“Kami menciptakan produk ini tidak hanya lewat sebuah inovasi, namun juga karena ada sebuah permasalahan yang ingin dituntaskan sehingga dapat bermanfaat dan diterima masyarakat,” jelas Indra.

LALA AND LILO tidak berhenti sampai pada tahap ide saja, Indra melanjutkan jika LALA AND LILO telah dikembangkan sampai tahap pembuatan seri-seri cerita dan diikutsetakan pada beberapa perlombaan karya tulis ilmiah mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

LALA AND LILO bukan buku bercerita berbahasa Inggris berbunyi pertama kalinya yang diciptakan. Menurut Indra, salah satu anggota kelompok Indra, sebelumnya telah ada produk serupa akan tetapi tidak berfokus kepada anak usia prasekolah.

“Berdasarkan survey pasar yang telah kami lakukan, buku cerita berbunyi serupa tidak mengeluarkan suara narasi, tetapi lebih ke suara alam seperti suara angin, suara binatang, dll. sehingga yang membedakan kami dengan produk serupa adalah audio kami yang berbunyi narasi sesuai dengan teks, untuk mempermudah anak belajar bahasa Inggris.” sambung anggota tim PKM Kewirausahaan ini.
Kelemahan-kelemahan pada produk sejenis itulah yang dijadikan oleh mahasiswa bimbingan Hasti Rahmaningtyas, S.Pd. M.A. untuk dimanfaatkan sebagai kelebihan dan akan diperkenalkan ke TK di seluruh Indonesia. Menggunakan aplikasi android sebagai pengeluaran suara, ia menikai media pembelajaran tersebut memiliki tingkat keefektifan yang lebih baik terhadap anak prasekolah.

Berdasarkan kajian yang cukup medalam, maka LALA AND LILO akan diproduksi masal yang kemudian akan diperkenalkan kepada orangtua dan guru TK sebagai inovasi media pembelajaran baru yang memiliki tingkat efektivitas dan efisiensi lebih baik.

“Ke depan, tidak menutup kemungkikan bahwa produk ini nantinya akan melebarkan sayap merangkap media pembelajaran di sektor tingkatan lainnya,” tukas Indra.

Dengan demikian, LALA AND LILO diharapkan mampu mengoptimalkan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia prasekolah di seluruh Indonesia.

Buku cerita LALA AND LILO dapat dipesan melalui media online resmi mereka. “Media yang kita miliki saat ini yaitu instagram @lalalilo_project, twitter @lalandlilo, dan juga website https://lalalilopublishing.wixsite.com/childbook” pungkasnya.

Forsil PD Salimah Denpasar Gelar Talkshow Digital Parenting

Idreamradio.id, Denpasar, 4 Agustus 2019, bertempat di Aula STIKOM Denpasar berlangsung Forsil PD Salimah Denpasar yang dikemas dalam bentuk Talkshow Digital Parenting dengan mengambil tema: Anakku, Internet, dan Gadget.Digital Parenting ini mengundang pembicara yang kompeten dibidangnya yakni Bunda Agus Binti Khairiyah, S.Psi., M.Psi., M.NLP, Psikolog selaku owner Madania Center dan Ayah Khairul Mahfudz, S.Si., M.Si selaku Presiden Pesantren Digital Indonesia, dengan moderator Bunda Dina Romadhianingrum, S.Pd.Acara yang dihadiri sekitar 200 orang peserta terdiri dari perwakilan organisasi wanita dan juga majelis taklim se-kota Denpasar, berlangsung meriah dan interaktif.Para peserta sangat antusias bertanya tentang masalah buah hati mereka yang mulai kecanduan gadget.”Ga rugi saya datang ke acara ini, sebagai orang tua saya jadi tahu aplikasi apa saja yang berbahaya bagi anak, dan pertanda kapan mereka mulai terlihat kecanduan,” ujar Ibu Nur, salah satu peserta yang hadir.Talkshow ini juga dimeriahkan oleh penampilan Grup Qasidah At Taufiq dan Salimah Kids, Aqilla dan Bunga.Ibu Dina selaku ketua PD Salimah Denpasar berharap setelah mengikuti talkshow ini
Orang tua mulai menyadari bahwa kemajuan teknologi harus disikapi dengan bijaksana, tidak memberikan fasilitas kepada anak jika belum mampu bertanggung jawab dalam penggunaannya.Diakhir acara panitia memberikan cindera mata dan juga aneka doorprize kepada para peserta.(Meilina)

Pascagempa M 6.9, 7 Rumah Rusak Berat di Beberapa Wilayah Terdampak

Idreamradio.id, JAKARTA – Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB pada 2 Agustus 2019, pukul 22.10 WIB mencatat 7 rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan 5 lainnya rusak ringan. Data rumah rusak berat teridentifikasi di wilayah Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat.

Kerusakan rumah sebanyak 5 unit rusak berat di Desa Neglasari dan 1 unit di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Rumah rusak berat lain tercatat 1 unit di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat. Selain itu kerusakan di kabupaten ini juga terjadi di Kecamatan Cipatat dan Cililin. Satu rumah rusak ringan di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat, sedangkan 4 lainnya di Kecamatan Cililin.

Sementara itu, dua unit rumah mengalami rusak ringan dan rusak sedang di Kabupaten Sukabumi. Rincian kerusakan 1 unit di Desa Jayabakti Kecamatan Cidahu dan 1 lagi di Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak. Kerusakan juga terjadi pada bangunan Majelis Ta’lim di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, dengan kategori rusak ringan.

Di Kota Bogor, BPBD setempat melaporkan 1 unit rumah mengalami retak-retak.

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB, sejumlah 1.000 warga mengungsi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung. Sejumlah 50 lainnya di Kabupaten Lampung Selatan mengungsi di EX Hotel Lima Enam.

Gempa bumi bermagnitudo 6,9, yang sebelumnya dirilis bermagnitudo 7,4 ini dirasakan dengan durasi berbeda di beberapa wilayah. Warga di Kabupaten Pandeglang merasakan getaran 5 – 10 detik. Warga panik dan keluar rumah; sebagian mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.

Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1 – 5 detik. Mereka juga panik namun tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi, mereka merasakan getaran lebih lama yaitu 15 – 20 detik. Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah. Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5 – 7 detik, sedangkan Kota Bogor 15 – 25 detik.

Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB. Gempa magnitudo 6.9 ini terjadi pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten.

Agus Wibowo
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB