Adab Muslim Bergaul

I. Pendahuluan

I-Dream RadioAkhlaq Muslim — Adab erat kaitannya dengan perilaku. Biasanya adab berhubungan dengan latar budaya seseorang. Banyak kisah yang menceritakan bagaimana seseorang harus memperhatikan masalah adab maupun mengetahui budaya
yang ada di sekitarnya. Budaya yang berbeda dapat menyebabkan kesalahpahaman antar sesama.

Dalam lembar sejarah Islam, kita mengetahui bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan para sahabatnya tentang tatakrama, mulai memberi salam, makan hingga berkunjung ke tempat orang lain. Rasulullah juga mempersiapkan salah seorang sahabatnya bila akan diutus menjadi duta ke suatu wilayah dengan menyuruhnya memperhatikan perilaku dan budaya yang berlaku disana. Oleh karena itu kita mengenal duta Islam pertama yaitu Mus’ab bin Umair. Beliau diutus untuk mempersiapkan hijrahnya Rasulullah SAW.

Keberhasilan Mus’ab ini dapat dilihat dari masuknya seluruh masyarakat Madinah menyambut seruan itu dan bahkan menanti-nanti kedatangan Rasulullah SAW untuk tinggal bersama mereka. Selanjutnya terbukti bahwa penduduk Madinah menjadi penyokong utama da’wah Rasulullah SAW di kemudian hari.

Sebagai seorang muslim, adab dan perilaku dapat menjadi alat untuk berda’wah. Oleh karena itulah adab dan perilaku kita merujuk kepada Rasulullah SAW, karena dialah yang menjadi panutan umat Islam. Adab juga merupakan hasil dari pemahaman dan pengamalan kita terhadap nilai-nilai Islam yang kita ketahui. Dari lembar siroh kita dapat mengetahui bahwa kemuliaan akhlaq dan perilaku ini dapat melunakkan hati bahkan mengajak seseorang masuk ke dalam Islam dengan kesadarannya sendiri.

Kisah seorang wanita yahudi yang selalu meludahi Rasulullah SAW setiap akan sholat ke Masjidil Haram kemudian tergerak hatinya masuk Islam karena Rasulullah SAW-lah yang pertama menjenguknya ketika dia sakit. Dari adab inilah cahaya Islam terpancar. Keutamaan dan kemuliaan Islam akan bersinar melalui adab-adab yang dimiliki umatnya.

II. Adab ketika akan bertemu dengan orang lain

1. Adab berpenampilan
Rasulullah SAW memberikan nasehat bagaimana seorang muslim berpenampilan: “Sesungguhnya kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian (sesama muslim), maka perbaikilah kondisi perjalanan kalian, perindahlah pakaian kalian sehingga keadaan kalian seakan-akan wangi dalam pandangan manusia karena Allah tidak menyukai kejorokan dan sikap jorok.” (HR. Abu Daud)

Rasulullah SAW juga memberi peringatan bagi seseorang yang tidak memperhatikan penampilannya ketika akan bertemu dengan
orang lain, sabdanya: “Rasulullah datang berkunjung kepada kamikemudian beliau melihat seorang laki-laki yang pakainnya kotor lantas beliau bersabda, “Apakah orang ini tidak mendapatkan sesuatu untuk mencuci pakaiannya.” (HR. Imam Ahmad dan Nasa’i)

2. Adab menjaga kebersihan mulut
Masalah pakaian dan bau mulut ternyata bagian perhatian yang perlu dijaga. Rasulullah bersabda, “Kalau sekiranya aku tidak
khawatir memberatkan umatku, maka pastilah akan aku perintahkan kepada mereka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali hendak wudhu.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memakan bawang merah, putih dan kurats (sejenis makanan yang meninggalkan bau yang menyengat), maka janganlah ia sekali-kali ia mendekati masjid. Malaikat merasa terganggu apa-apa yang mengganggu anak Adam.” (HR. Muslim)

Bahkan bagi setiap laki-laki disunnahkan mandi dan memakai minyak wangi sebelum pergi sholat jum’at. Untuk kondisi sehari-
hari Rasulullah mencontohkan bagaimana ia selalu menjaga kebersihan dan keharuman badannya. Dalam hal ini Anas bin Malik
ra. berkata, “Aku tidak pernah sama sekali mencium ambar dan mistik (aroma wewangian) yang lebih wangi dari yang tercium
dari tubuh Rasulullah SAW.” (HR. Muslim)

3. Menjaga kebersihan rambut dan badan
Rasulullah SAW memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menjaga rambut mereka. Sabdanya, “Siapa-siapa yang memiliki rambut maka hendaklah ia menghormatinya.” (HR. Abu Daud). Maksud menghormati disini ialah membersihkannya (mencuci rambut), menyisirnya, memakaikan wewangian dan memperindah bentuk dan penampilannya.

Dalam hal membersihkan badan secara keseluruhan, Rasulullah SAW mengingatkan batas minimalnya. “Adalah merupakan hak atas seorang muslim ketika mandi dalam seminggu, agar sehari daripadanya ia membasahi kepala (keramas) dan badannya.”
(mutafaqu’alaih)

Hadits diatas mengingatkan kita untuk membersihkan kepala kita dalam sepekan sehingga kepala dan kulit kepala kita bersih
dan wangi sebagaimana tubuh kita.

III. Adab pergaulan sehari-hari
1. Adab meminta izin untuk masuk ke rumah orang lain
Islam sangat menghargai privacy seseorang. Oleh karena itu seorang muslim ketika akan berkunjung hendaklah memperhatikan
masalah ini.
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mendatangi rumah-rumah itu dari depan melainkan dari samping-sampingnya. Maka minta izinlah dan jika diizinkan bagi kalian maka masuklah, kalau tidak mendapat izin pulanglah.” (HR. Thabrani)

2. Mengucapkan salam
“Apabila salah seorang kalian sampai pada suatu majelis maka hendaklah ia mengucapkan salam, sebab bukanlah yang pertama
lebih berhak dari yang terakhir.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi ia berkata hasan)
3. Adab dalam majelis
a. Hendaklah salah seorang mereka duduk di tempat yang mereka dapatkan di majelis tanpa merasa kurang dihormati/diremehkan. (HR. Abu Daud)
b. Tidak boleh dua orang yang sedang berbicara disela, kecuali dengan izin dari keduanya. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
c. Bila majelis itu penuh dan tidak ada tempat bagi yang baru datang maka Rasulullah menyuruh mereka untuk melonggarkan dan merapatkan diri agar orang tersebut dapat tempat. (HR. Al Khamsah)
d. Jika majelis tersebut bersifat khusus dan membicarakan masalah khusus, maka Rasulullah melarang orang lain bergabung dalam majelis tersebut.
e. Diantara adab majelis adalah hendaknya tidak menempati tempat duduk seseorang yang meninggalkannya sementara ada keperluan. (HR. Muslim)
f. Hendaknya dua orang tidak berbisik-bisik tanpa meminta izin dari orang ketiga karena akan membuat orang ketiga itu sakit hati/sedih. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Adab Makan

a. Membaca basmalah
b. Makan dengan tangan kanan
c. Memakan dari sisi yang depan
d. Tawadhu ketika makan
e. Tidak boleh mencela makanan
f. Tidak meniup makanan yang masih panas
g. Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah makan

5. Adab Minum

a. Minum dengan tangan kanan
b. Minum sambil duduk
c. Berdo’a sebelum dan sesudah makan
d. Mendahulukan orang di sebelah kanan
e. Diharamkan makan dan minum dari wadah yang terbuat dari emas dan perak

6. Tata cara makan dan minum di tempat orang lain

a. Datang karena diundang
b. Tidak membawa orang yang tidak diundang
c. Menjaga harga diri
d. Berdo’a untuk pemilik hidangan
e. Bersegera pulang setelah menghadiri acara (tidak berlama-lama)

7. Dalam pergaulan sehari-hari ada beberapa yang perlu diperhatikan:

a. Mengucapkan dan menjawab salam
b. Berjabat tangan (hanya untuk sesama jenis)
c. Khalwah tidak diperkenankan karena menimbulkan fitnah

(materitarbiyah/baiti/i-dream)
Referensi :
1. Musthofa Muhammad Thahan, Pribadi Muslim Tangguh
2. Ziyad Abbas (ed.) Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan Sosial
3. Muhammad Ali Hasyimi, Apakah Anda Berkepribadian Muslim
4. Isnet, Urgensi Akhlaq 1
5. Materi Training Manajemen Da’wah Muslimah, “Peran Muslimah dalam Da’wah”

Adab Muslim Bergaul

Kesombongan

I. Pendahuluan

I-Dream RadioAkhlaq Muslim — Kesombongan adalah sifat yang muncul seiring dengan keberadaan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Sifat ini sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun sebelum kita lahir. Namun penyakit ini hingga kini terus melanda manusia. Sombong adalah sifat yang dibenci oleh manusia dan juga Allah. Sombong termasuk dalam kategori penyakit yang tumbuh dalam jiwa manusia, jin dan syaithan. Kisah pertama munculnya sombong adalah berawal dari syaithan yang merasa lebih tinggi dari manusia. Ketika ia diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Adam as. sebagai tanda penghormatan, syaithan menolaknya karena ia merasa lebih baik dari Adam ‘alaihis salam.

Kesombongan keseluruhannya adalah sifat yang tercela. Yang berhak menyandang kesombongan adalah Allah SWT, karena Dia-lah yang memiliki segalanya. Kesombongan berakibat kesengsaraan, tidak ada manfaat sama sekali bagi manusia yang mempunyai sifat ini. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mu’minun (23) : 56, “Tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya.”

II. Hakikat Kesombongan

Kesombongan pada dasarnya adalah perangai yang ada dalam jiwa yaitu kepuasan dan kecenderungan kepada penglihatan atas orang yang disombonginya. Kesombongan menuntut adanya pihak yang disombongi dan hal yang dipakai untuk sombong. Pada saat ia merasa memiliki kesempurnaan dibandingkan dengan orang lain hingga dalam hatinya timbul anggapan, kepuasan, kesenangan dan kecenderungan terhadap keyakinan tersebut maka ia telah takabur. Perangai kesombongan meliputi perasaan merasa benar, seolah manusia memandangnya dalam pandangan keyakinan dirinya bahwa ia besar, sempurna atau terbaik. Bila keyakinan ini dilanjutakn dengan perbuatan secara zhahir dengan meremehkan orang lain maka ini disebut takabur. Ia sudah merasa besar, lebih baik dan merendahkan orang lain, menjauh dan tidak mau duduk bersama dengan yang bukan yang sebanding dengannya.

III. Keburukan yang ditimbulkan dari kesombongan

1. Kesombongan menjadi penghalang masuk syurga Kesombongan menghalangi semua akhlaq yang seharusnya disandang oleh orang mu’min, sedang akhlaq-akhlaq itu merupakan pintu-pintu syurga dan kesombongan merupakan penutupnya. Ia tidak bisa mencintai kaum muslimin karena ia lebih mencintai dirinya sendiri dan ia merasa dirinya yang lebih baik sehingga bagaimana mungkin orang lain dapat masuk dalam hatinya. Ia juga tidak dapat terbebas dari melecehkan orang lain karena ia merasa lebih baik dari orang lain.

Hadits: “Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar dzarrah.” (HR. Bukhari)

2. Kesombongan berakibat buruk bagi dirinya di dunia dan juga di akhirat
Sifat sombong yang bersemayam dihatinya akan mengakibatkan sikap merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Dialah yang memiliki banyak ilmu, paling alim, banyak harta, paling pintar, paling kaya dan sebagainya. Dengan sikap seperti itu maka manusia akan menjauhinya, mereka tidak akan senang bersama orang yang sombong, mereka juga tidak akan sudi menolong orang yang sombong. Di akhirat orang tersebut juga akan mendapat cela tidak hanya dari malaikat namun juga akan dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah SWT dan mereka juga akan dipersalahkan oleh pengikutnya. (QS. Az Zumar (39) : 72, Maryam (16) : 69).

IV. Tingkatan kesombongan dan pihak yang disombonginya

1. Sombong kepada Allah SWT
Ini adalah kesombongan yang paling keji. Penyebabnya adalah kebodohan dan pembangkangan. Kisah Fir’aun menjadi saksinya. “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahanam dengan hina dina.”

2. Sombong kepada para rasul
Kesombongan ini akibat dari keengganan jiwa untuk mematuhi manusia yang seperti mereka (rasul). (QS. Al Mu’minun (23) : 47, Yasin (36) : 15, Al Furqan (25) : 21)

3. Kesombongan terhadap para hamba
Kesombongan ini muncul sebagai akibat merasa dirinya paling terhormat, lebih baik dan melecehkan orang lain sehingga tidak mau patuh kepada mereka, meremehkan mereka dan tidak mau sejajar dengan mereka. Sifat ini tidak layak dimiliki manusia, karena yang berhak memiliki sifat ini adalah Allah SWT.

Dalil Hadits qudsi: “Kebesaran adalah kain sarung-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku. Barang siapa yang melawan Aku pada keduanya niscaya Aku akan menghancurkannya.”

V. Penyebab Kesombongan

1. Ilmu Pengetahuan ; Ilmu pengetahuan dapat menjangkiti para ulama (para intelektual) karena dengan ilmunya ia merasa tinggi dan orang lain tidak mampu menyainginya.
2. Amal dan Ibadah ; Orang ahli ibadah dan zuhud tidak dapat juga terlepas dari nistanya kesombongan ini. Kesombongan itu menyelinap ke dalam diri mereka, baik menyangkut urusan agama maupun dunia.

Dalil Hadits: “Cukuplah seseorang dinilai telah melakukan kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim)
3. Nasab/Keturunan ; Orang yang memiliki nasab mulia akan menganggap orang lain hina.
Dalil Hadits: “Hendaklah orang-orang meninggalkan kebanggaan terhadap nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka jahanam atau (jika tidak) mereka akan menjadi lebih hina di sisi Allah dari kumbang yang hidungnya mengeluarkan kotoran.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
4. Harta Kekayaan ; Hal ini terjadi pada hartawan dan raja-raja yang membanggakan harta kekayaannya. (QS. Qashash (28) :79)
5. Kecantikan dan Ketampanan
6. Kekuatan dan Keperkasaan
7. Pengikut, pendukung, murid, pembantu keluarga, kerabat dan anak ; Hal ini dapat terjadi bagi para pemimpin baik negarawan, raja, pemuka ataupun ulama yang bersaing memperbanyak anggotanya.

VI. Cara Mengobati Kesombongan

Cara mengobati kesombongan dengan mengikis habis sampai ke akar-akarnya dan mencabut pohonnya dari tempat tanamannya yang bersemayam di dalam hati, yaitu:

1. Pengobatan melalui ilmu (‘ilaj ilmi)
Yaitu melalui pengenalan diri pada Tuhannya. Apabila ia telah mengenal dirinya dengan benar maka ia akan mengetahui bahwa ia hanyalah salah satu dari makhluk-Nya dan seorang hamba yang memiliki keterbatasan dan kekurangan. Dengan demikian ia akan menyadari bahwa ia sama sekali tidak berhak menyandang kesombongan. Jika dibandingkan dengan Allah SWT, ia tidak mempunyai sesuatu apapun yang bisa disombongkan.
2. Pengobatan secara perbuatan (‘ilaj Amali)
Yaitu melalui sikap tawadhu. Ia bersikap tawadhu kepada Allah SWT dengan amal ibadahnya dan kepada makhluk-Nya dengan senantiasa menjaga akhlaq seperti orang-orang yang tawadhu seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.

(materitarbiyah/baiti/i-dream)

Referensi :
1. Tazkiyatun Nafs, Said Hawwa
2. Terapi mental aktivis Da’wah, Fathi Yakan

Kesombongan

Ukhuwah Islamiyah

I-Dream RadioAkhlaq Muslim — Makna Ukhuwah Islamiyah.
• Menurut Imam Hasan Al-Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.

Hakekat Ukhuwah Islamiyah
1. Nikmat Allah (QS. 3: 103)
2. Perumpamaan tali tasbih (QS. 43: 67)
3. Merupakan arahan Rabbani (QS. 8: 63)
4. Merupakan cermin kekuatan iman (QS. 49: 10)

Perbedaan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Jahiliyah
• Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan aqidah dan syariat Islam. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas pada waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan aqidah (misal: ikatan keturunan [orang tua-anak], perkawinan, nasionalisme, kesukuan, kebangsaan, dan kepentingan pribadi).

Hal-hal yang menguatkan Ukhuwah Islamiyah:
1. Memberitahukan kecintaan pada yang kita cintai
2. Memohon dido’akan bila berpisah
3. Menunjukkan kegembiraan & senyuman bila berjumpa
4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim)
5. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan
6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu
7. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)
8. Memperhatikan saudaranya & membantu keperluannya
9. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya

Buah Ukhuwah Islamiyah
1. Merasakan lezatnya iman
2. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi)
3. Mendapatkan tempat khusus di syurga (15:45-48)

Referensi
• Bercinta dan bersaudara karena Allah, Ust. Husni Adham Jarror, GIP
• Meraih Nikmatnya Iman, Abdullah Nasih ‘Ulwan
• Rahasia Sukses Ikhwan Membina Persaudaraan di Jalan Allah, Asadudin Press
• Panduan Aktivis Harokah, Al-Ummah

(materitarbiyah/baiti/i-dream)

Ukhuwah Islamiyah

Ikhlasunniyah

I-Dream RadioAkhlaq Muslim — Makna Ikhlasunniyah

• Secara bahasa:
– Ikhlas berasal dari kata khalasha yang berarti bersih/murni.
– Niyat berarti Al-qoshdu, artinya maksud/tujuan.

• Secara istilah:
Ikhlashunniyah berarti membersihkan maksud dan motivasi kepada Allah dari maksud dan niat lain. Hanya mengkhususkan Allah Azzawa Jalla sebagai tujuan dalam berbuat.

Perintah Allah untuk ikhlas dalam beramal: QS. 98:5, 7:29, 18:110.

Pentingnya Ikhlasunniyah

a) Merupakan ruhnya amal

b) Salah satu syarat diterimanya amal. “Allah Azza wa Jalla tidak menerima amaI kecuaIi apabila dilaksanakan dengan ikhlas dalam mencari keridhaan-Nya semata”. (HR Abu Daud dan Nasa’i).

Syarat diterimanya amal atau perbuatan :

• Bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya
• Ikhlas dalam berniat
• Sesuai dengan syariat Islam (Al-Qur’an dan Sunnah)

c) Penentu nilai/kualitas suatu amal [4:125]. “Sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung pada niat, dan
bahwasannya bagi tiap-tiap orang apa yang ia niiatkan. Maka barang siapa hijrah menuju (ridha) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa yang hijrah karena dunia (harta atau kemegahan dunia), atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” (HR Bukhari Muslim)

d) Mendatangkan berkah dan pahala dari Allah [2:262, 4:145-146].

Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas

1. Menyerahkan segala datanya hanya kepada Allah, rasul dan akhirat.
2. Memerangi kesenangan hawa nafsu dunia.
3. Menyadari bahwa segala aspek kegiatan seorang muslim adalah ibadah [2:21, 51:56].

REFERENSI
• Imam Al-Ghazali, Ibnu Rajab Al-Hambali & Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pembersih Jiwa, Pustaka.
• Ibnu Taimiyyah, Etika Beramar Ma’ruf Nahi Munkar, GIP.
• Panduan Aktivis Harokah, hal. 42, Al-Ummah.

(materitarbiyah/baiti/i-dream)

Ikhlasunniyah

Ihsan

I-Dream RadioAkhlaq Muslim — Pengertian Ihsan adalah :

• Ihsan dianalogikan sebagai atap bangunan Islam (Rukun iman adalah pondasi, Rukun Islam adalah bangunannya).
• Ihsan (perbuatan baik dan berkualitas) berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keislaman seseorang. Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal Islam lainnya atan terpelihara dan tahan lama (sesuai dengan fungsinya sebagai atap bangunan Islam)

Landasan ihsan

1. Landasan Qauliy
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Maka jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang ihsan, dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan (menenangkan & menen-tramkan) hewan
sembelihan itu” (HR Muslim). Tuntutan untuk berbuat ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal (terhadap segala sesuatu: manusia, hewan) dan optimal (terhadap yang hidup maupun yang akan mati)

2. Landasan Kauniy
Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunatullah setiap orang suka akan perbuatan yang ihsan.

Alasan Berbuat Ihsan

Ada dua alasan mengapa kita berbual ihsan:

1. Adanya Monitoring Allah (Muraqabatullah)
Dalam HR Muslim dikisahkan jawaban Rasul ketika ditanya malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia, tentang definisi ihsan: “Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia. Jika kamu tidak melihatNya, sesungguhnya Dia meIihatmu”.

2. Adanya Kebaikan Allah (Ihsanullah)
Allah telah memberikan nikmatnya yang besar kepada semua makhlukNya (QS. 28:77 QS. 55, QS. 108: 1-3)

Dengan mengingat Muraqabatullah dan Ihsanullah, maka sudah selayaknya kita ber-Ihsanun Niyah (berniat yang baik). Karena niat yang baik akan mengarahkan kita kepada:
1. Ikhlasun Niyat (Niat yang Ikhlas)
2. Itqonul ‘Amal (Amal yang rapi)
3. Jaudatul Adaa’ (Penyelesalan yang baik)

Jika seseorang beramal dan memenuhi kriteria di atas, maka ia telah memiliki Ihsanul ‘Amal (Amal yang ihsan).
Ada 3 keuntungan jika sesorang meramal dengan amal yang ihsan:
1) Dicintai Allah [2:195]
2) Mendapat Pahala [33: 29]
3) Mendapat Pertolongan Allah [16:128]

Kesimpulan :

Jadi untuk beramal ihsan harus memenuhi kriteria:
1) Zhohirotul Ihsan (Menampakan Ihsan). Artinya: Lakukan yang terbaik !
2) Qiimatul Ihsan (Nilai Ihsan). Artinya: Ikhlaslah selalu!
Referensi
• Paket BP Nurul Fikri, ihsan

(materitarbiyah/baiti/i-dream)

Contoh Laporan HPP Perusahaan Dagang

I-Dream RadioWisdom — Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan salah satu unsur elemen dari Laporan Laba-rugi suatu perusahaan dagang. Apabila perusahaan akan menyusun lapran keuangan khusunya laporan laba-rugi, maka harus dilakukan perhitungan Harga Pokok Penjualan yang terjadi dalam periode berjalan. Ketepatan perhitungan HPP mempengaruhi keakuratan laba yang diraih perusahaan atau rugi yang ditanggung perusahaan. Dengan demikian semakin tepat perhitungan laporan HPP yang dilakukan akan berakibat semakin akurat laporan laba atau rugi perusahaan.

Dalam perhitungan laporan HPP, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah unsur-unsur yang membentuk HPP. Unsur-unsur yang membentuk Harga Pokok Penjualan antara lain persediaan awal, persediaan akhir, dan pembelian bersih barang dagangan.

Secara lebih detail tentang unsur-unsur tersebut simak pembahasan berikut ini:

Persediaan awal Barang Dagang

Persediaan awal barang dagangan merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada awal suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya.

Persediaan akhir Barang Dagang

Persediaan akhir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada akhir suatu periode atau tahun buku berjalan.  Saldo persediaan akhir perusahaan akan diketahui dari data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

Pembelian Bersih

Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan baik pembelian barang dagangan secara tunai maupun pembelian barang dagangan secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian tersebut serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi. Setelah mengetahui unsur-unsur laporan HPP seperti penjelasan diatas selanjutnya dapat memahami proses perhitungan HPP sebagai berikut:

Rumus perhitungan Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan

Note:

Rumus HPP diatas bersifat fleksibel, maksudnya apabila dalam perusahaan Unsur-unsur HPP tidak lengkap seperti pada Rumus, misalnya tidak terdapat retur pembelian, atau tidak terdapat potongan pembelian atau tidak terdapat biaya angkut pembelian dan sebaginya, maka perhitungan HPP tetap dapat dilakukan tanpa mengikut sertakan unsur tersebut dalam perhitungan. Untuk meningkatkan pemahaman berikut ini diberikan contoh perhitungan HPP sebagai berikut.

Dalam neraca saldo sebagian Perusahaan Bayu Jaya terdapat data seperti nampak di bawah ini:

PD Bayu Jaya, Malang per 31 Desember 2014.
Persediaan barang dagangan (awal) Rp 7.500.000,00
Pembelian Rp 24.950.000,00
Retur pembelian Rp 1.350.000,00
Potongan pembelian Rp 276.000,00
Persediaan barang dagang (akhir) Rp 7.900.000,00

Dari data tersebut terlihat saldo unsur-unsur HPP yaitu Persediaan awal pada neraca saldo sebagian dan persediaan akhirpada data penyesuaian, serta elemen pembelian bersih pada neraca saldo sebagian seperti pembelian, retur pembelian dan potongan pembelian. Meskipun dalam data tersebut tidak terdapat biaya angkut pembelian, namun proses perhitungan HPP dapat dilakukan sebagai mana mestinya. Berikut ini proses perhitungannya.

harga-pokok-penjualan2

Kesimpulan:

Perhitungan Harga pokok Penjualan sangat penting, karena dengan perhitungan HPP yang tepat akan menjadikan laporan keuangan perusahaan khusunya laporan laba rugi yang dapat dipertanggung jawabkan dan akurat. Karena tingkat kepentingan yang tinggi tentang proses perhitungan HPP maka diharapkan konsep perhitungan HPP dipahami dengan baik dan benar sehingga laporan keuangan yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan kebijakan yang tepat untuk kejuan perusahaan.

Ditulis oleh Yulian (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

5 Cara Sederhana Mengelola Laba Usaha

I-Dream RadioWisdom — Setiap usaha yang dijalankan pasti diiringi dengan upaya dan harapan untuk mendapatkan
keuntungan yang besar. Kita bekerja keras mengembangkan usaha karena kita juga ingin menikmati hasilnya.

Tapi sebagai pengusaha hendaknya kita bisa bersikap bijak dalam mengelola laba usaha yang kita dapatkan.  Berikut adalah 5 cara sederhana untuk mengelola laba usaha:

  1. Menyisihkan 20% dari laba usaha bersih untuk digunakan sebagai investasi atau dana cadangan. Investasi ini bermanfaat
    untuk kebutuhan operasional usaha dalam jangka waktu panjang, dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar urgent.  Investasi ini dapat berbentuk tabungan, deposito, emas, properti, atau surat berharga.
  2. 10% dari laba usaha bersih digunakan untuk pengembangan usaha. Misalnya untuk pengembangan infrastruktur, SDM, sistem
    IT, atau membuka cabang baru untuk perluasan usaha.
  3. Sebagai reward atas kerja keras kita dalam mengelola bisnis, kita dapat menggunakan 10% dari laba usaha untuk keperluan pribadi dan keluarga.
  4. Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian kita terhadap lingkungan, sisihkan 10% dari laba usaha untuk zakat,
    dana sosial, dan infaq. Dengan demikian, tidak hanya keuntungan material saja yang kita dapatkan, tapi juga keberkahan
    dalam bisnis yang dijalankan.
  5. Menggunakan 60% dari laba usaha bersih sebagai modal berputar, stok barang, dan operasional usaha.

    Dengan menetapkan pembagian persentase laba usaha, maka diharapkan bisnis yang kita jalankan akan semakin berkembang dan memberikan manfaat tidak hanya bagi pengusaha & keluarga itu sendiri, tapi juga pada lingkungan sekitar.

    Oleh: Sri Warni (Staff Zahir Cabang Surabaya) (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

Mengelola Petty Cash untuk Usaha Kecil dan Menengah

I-Dream RadioWisdom — Dalam mengelola usaha harian, para pelaku usaha pasti mengeluarkan sejumlah dana untuk membiayai kegiatan usaha harian.  Umumnya dana tersebut digunakan sebagai alat pembayaran harian yang bersifat rutin. Dana tersebut sangat liquid karena cepat terbelanjakan, kita dapat menyebutnya kas kecil atau dikenal dengan istilah petty cash.

Kas kecil adalah sejumlah dana kecil yang tersedia dalam bentuk uang tunai dan dikhususkan untuk biaya rutinitas. Karena bentuknya tunai, maka rentan terjadi penyelewengan. Sebaiknya para pelaku usaha membuat pos petty cash ini terpisah dengan pos lainnya, hal ini agar tidak menggangu pos pendanaan lain yang telah ditetapkan, misalnya agar tidak mengganggu modal.

Apa sajakah jenis transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam pos petty cash ini?

Biasanya untuk memenuhi kebutuhan harian, pemimpin usaha memerlukan pembelanjaan yang tak begitu besar. Item yang termasuk kedalam pembelanjaan petty cash ini tergantung kepada kebutuhan pelaku usaha sehari-hari, misalnya untuk pembelanjaan menjamu tamu, membeli alat tulis, mengisi tinta printer, membayar parkir, membeli bensin, membeli materai dan lain sebagainya.

Transaksi pembelanjaan melalui petty cash ini dapat dikelola keluar masuk nya oleh asisten bendahara maupun sekretaris.

Maka kewajiban pemegang petty cash ini adalah selain mengatur pengeluaran juga mencatat semua pengeluaran masuk dan keluar dengan buku khusus petty cash.

Bagaimana caranya membuat pos petty cash ini?

Ada beberapa langkah yang dapat digunakan dalam mengelola petty cash ini agar berjalan sesuai dengan fungsinya. Diantaranya adalah sebagai berikut

Langkah pertama

Pimpinan usaha perlu menetapkan diawal, berapakah dana yang perlu disiapkan untuk petty cash ini. Tentunya jumlahnya beragam, sesuai dengan kebutuhan kegiatan harian usaha masing-masing. Misalnya dari nominal 500,000,- rupiah hingga di atas 3,000,000 rupiah.

Langkah kedua.

Membuat kesepakatan, item transaksi atas apa saja yang nantinya akan dibiayayai oleh petty cash ini. Setelah itu lanjutkan dengan membuat pedoman dan prosedur (misalnya panduan) agar transaksi yang dilakukan jelas penggunaannya. Dalam hal ini juga pembatasan biaya yang dibelanjakan terhadap item tertentu dapat diberlakukan.

Langkah ketiga.

Latihlah operator (dalam hal ini bisa asisten, sekretaris atau siapapun yang telah ditunjuk) sebagai pemegang petty cash ini, jika mereka belum memahami fungsi dan pentingnya petty cash ini. Tentunya hal ini berpengaruh dalam membuat keputusan pembelanjaan yang nantinya dikeluarkan. Tidak terlalu kaku namun juga tidak terlalu longgar.

Langkah keempat.

Semua transaksi yang terjadi atau dibelanjakan perlu dilakukan pencatatan dan usahakan agar dapat fleksibel untuk mengisi ulang. Semua transaksi dalam petty cash harus memiliki catatan dokumentasi khusus petty cash. Setiap transaski yang ada pasti memiliki bukti pembayaran seperti kwitansi ataupun slip harga, bukti tersebut juga disertakan untuk didokumentasikan.

Ketika pimpinan usaha akan meng-audit secara internal maka hal ini diperlukan sebagai bentuk pertanggung jawaban. Akun ATM dibuka khusus untuk petty cash ini, agar lebih mudah dikelola, tidak bercampur dengan akun lain yang sifatnya tidak rutin. Akun ini yang akan dihandel langsung oleh operator. Karena sifatnya liquid dan cepat keluar dibelanjakan, maka operator dapat mengisi ulang sesuai kebutuhan setelah mendapat persetujuan dari bidang keuangan.

Langkah kelima

Penyimpanan petty cash ini dapat dilakukan oleh operator, hal ini bisa dilakukan dengan menyimpannya kedalam cashbox yang telah terkunci maupun laci yang tidak dapat diakses orang lain selain operator saja.

Langkah keenam

Saat rekonsiliasi bulanan, maka pengeluaran dapat di audit. Jika dalam evaluasi mengalami perubahan kebutuhan maka dapat dilakukan keputusan berikutnya. Semuanya akan tercatat dan dimasukkan kedalam buku besar akuntansi.

Simulasi mengelola petty cash

Pengelolaan petty cash dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu imprest fund system dan fluctuation fund system. Imprest fund system adalah sistem pendanaan yang tetap pada awal bulan atau minggu.

Misalnya pada Imprest fund system, setiap pekan disiapkan dana sebesar 2,000,000 rupiah untuk petty cash. Ternyata pengeluaran hanya 1,500,000 sehingga masih ada 500,000,- sebagai sisa saldonya, maka pekan berikutnya dana yang perlu ditambahkan adalah 1,500,000,- rupiah sehingga dana yang kembali tersedia adalah 2,000,000 rupiah. Sistem ini yang lebih banyak dipratikkan.

Sedangkan untuk fluctuation fund system adalah sistem pendanaan yang tidak tetap. Sehingga kekurangan akan segera ditambahkan jika diperlukan, setiap transaksi yang ada kemudian dicatatkan. Tidak ada jumlah dana awal yang ditetapkan.

Berikut adalah contoh tentang suatu unit usaha toko online. Pada toko online ini mentapkan petty cash yang mereka gunakan adalah 500,000 rupiah setiap bulan. Berikut daftar pengeluaran rutinitasnya.

Petty Cash untuk Usaha1

Maka pencatatannya dalam buku petty cash adalah sebagai berikut.

Petty Cash untuk Usaha2

Petty Cash untuk Usaha3

Demikian uraian tentang petty cash ini. Petty cash merupakan salah satu metode dalam mengelola keuangan agar biaya rutinitas tidak bercampur dengan biaya pokok lainnya yang akhirnya akan mempengaruhi pelaku usaha menentukan berapa modal yang akan dikeluarkan. Silahkan mencoba.

Tata CF (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Persiapan Pembukuan Untuk Usaha Start Up

I-Dream RadioWisdom — Ketika Anda ingin memulai suatu usaha start up, persiapan yang matang akan sangat membantu Anda dalam menjalankan usaha start up tersebut. Keberhasilan dalam membuat persiapan sama artinya dengan mempersiapkan keberhasilan, sedangkan gagal dalam membuat persiapan sama artinya dengan mempersiapkan kegagalan usaha start up Anda. Oleh karena itu membuat planning dan persiapan suatu usaha sangatlah penting. Salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah pembukuan untuk usaha start up.

Tidak sedikit dari para pengusaha start up dan masih belum menjalankan pembukuan usaha. Alasannya yaitu ada yang merasa bahwa pembukuan usaha itu memusingkan, ada yang tidak memiliki karyawan untuk melakukan pembukuan hingga harus merangkap job, bahkan ada yang merasa pembukuan itu tidak penting. Padahal fungsi pembukuan ini sangat vital bagi kelangsungan usaha start up. Pembukuan wajib dibuat bagi suatu usaha meskipun dalam bentuk sederhana. Mengapa demikian? Karena dengan pembukuan usaha Anda dapat memantau perkembangan progres fisik dan keuangan, mengetahui perbandingan antara rencana kegiatan dan pelaksanaannya dan menyusun pelaporan yang diperlukan sebagai pertanggung jawaban atas penggunaan anggaran.

Selain itu juga untuk bahan evaluasi dan penyusunan anggaran selanjutnya.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam pembukuan :

1. Mempelajari jenis pembukuan dibawah ini :

a. Buku Pengeluaran.
Berisi catatan sehari-hari untuk setiap pengeluaran yang terjadi di usaha start up Anda. Mulai dari beli barang paling kecil hingga barang pokok stok produk Anda.

b. Buku Pemasukan.
Buku pemasukan berisi tentang catatan setiap uang yang masuk ke dalam usaha start up Anda sehari-harinya.

c. Buku Arus Kas.
Setiap rupiah yang keluar dan masuk dalam usaha start up Anda harus dicatat ke dalam buku arus kas ini. Arus kas usaha start up Anda harus terus menerus dikontrol agar Anda tahu apakah perusahaan Anda masih punya cadangan biaya untuk beroperasi, atau justru sudah lama pailit. Maka, pencatatan dan pelaporan harus dilakukan dengan seksama dan teliti.

d. Buku Catatan Stok.
Berisi catatan penambahan dan pengurangan stok produk Anda. Berkurang artinya terjual. Penambahan artinya penambahan hasil produksi yang menjadi stok atau hasil belanja. Dengan catatan ini, Anda bisa mengawasi operasional sehari-hari usaha start up Anda. Anda bisa membandingkan antara pemasukan, pengeluaran untuk stok, dan jumlah barang yang keluar dari gudang.

e. Buku Inventaris Barang.
Dengan catatan ini, Anda bisa menjaga setiap aset yang Anda miliki tetap ada di bawah kendali Anda. Caranya, catat setiap barang yang Anda beli di sini, setelah Anda mencatatnya pada buku pengeluaran. Secara berkala, bandingkan antara aset Anda di buku inventaris dengan buku pengeluaran Anda.

f. Buku Laba Rugi.
Buku laba rugi adalah pembukuan sederhana pada suatu periode akuntansi yang di dalamnya terdiri dari unsur-unsur seperti pendapatan dan beban perusahaan. Dari sini, Anda bisa mengetahui laba (atau justru rugi) bersih yang dihasilkan bisnis Anda.

2. Membuat sistem pembukuan yang sesuai dengan usaha Anda seperti alur, peraturan-peraturan, pic, dll.

3. Anda juga dapat mencoba menggunakan software pembukuan untuk memudahkan Anda dalam mengelola laporan keuangan usaha.

(Teguh/Zahir/PM) (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Empat Kiat Meningkatkan Omset Penjualan

I-Dream RadioWisdom — di pasaran. Banyak kiat yang dapat kita lakukan untuk menaikan omset penjualan dalam berwirausaha. Berikut akan sebutkan kiat apa saja yang dapat diterapkan dalam meningkatkan omset penjualan.

Mencari Customer Baru

Untuk mencari pelanggan baru, banyak hal yang dapat kita lakukan misalnya dengan mempromosikan produk yang akan Anda jual ke berbagai media promosi termasuk social media, atau bisa saja Anda mengikuti pameran untuk mempromosikan produk atau jasa Anda. Untuk dapat melakukan hal tersebut memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun dampak positif yang kita dapatkan adalah produk atau jasa kita dapat dikenal di masyarakat luas. Selain itu calon pelanggan juga akan mengetahui bahwa produk atau jasa yang kita jual memang layak untuk bersaing dalam dunia perdagangan.

Mempertahankan Customer Lama

Seperti kalimat yang menyatakan “Mempertahankan memang lebih sulit dibanding mencari yang baru”, hal tersebut juga berlaku dalam dunia bisnis. Untuk dapat membuat customer lama bertahan memang lebih mahal dibanding mencari customer baru karena kita harus dapat memenuhi atau melengkapi kebutuhan produk baru dari produk utama yang telah dibeli oleh customer lama.

Namun jika bisa memenuhi hal tersebut maka Anda bisa mendapatkan pelanggan setia untuk perusahaan Anda. Misalnya produk utama yang dibeli oleh customer Anda adalah handphone maka Anda dapat melengkapinya dengan aksesoris handphone dan perlengkapan pendukung lainnya seperti earphone, charger, tonsis dan sebagainya.

Menambah Volume Penjualan per Customer

Untuk menambah volume penjualan per customer dapat Anda lakukan dengan cara meningkatkan manfaat atau kegunaan dari produk yang telah dibeli customer Anda sehingga hal tersebut dapat berpengaruh terhadap harga jual. Semakin tinggi kebutuhan pelanggan terhadap suatu produk maka dapat menjadikan harga jual produk juga semakin meningkat. Selain itu Anda juga dapat menawarkan produk yang lainnya supaya produk yang dibeli tidak hanya satu item saja.

Pelayanan Prima

Hal penting lain dalam sebuah bisnis yaitu pelayanan. Dengan memberikan pelayanan maksimal dan ramah maka akan memberikan kesan baik kepada customer sehingga secara tidak langsung customer Anda akan menjadi media promosi “gratis” karena jika customer merasa puas pasti mereka akan menceritakan pengalaman mereka terhadap rekan, keluarga dan seluruh orang disekitar mereka mengenai produk dan usaha Anda. [KPMI/Zahir] (pengusahamuslim/baiti/i-dream)