Masa Kanak kanak Nabi Muhammad

Masa Kanak kanak Nabi Muhammad

Narasumber: Drs. Muhammad Said, M.Hum

Dengarkan Program “MANIS” Majelis Iman & Islam di IDream Radio 1044 AM

atau streaming www.idreamradio.id

Follow sosial media kami:

Whatsapp & Telpon: 0822-9888-1044 , 021-7888-5300
Facebook Page
http://facebook.com/idreamradio1044
Twitter
http://twitter.com/idreamradio1044
Instagram http://instagram.com/idreamradio
Website
http://idreamradio.id
Aplikasi Android http://idreamradio.id/apk
Telegram t.me/idreamradio
Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad

Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad

Narasumber: Drs. Muhammad Said, M.Hum

Dengarkan Program “MANIS” Majelis Iman & Islam di IDream Radio 1044 AM

atau streaming www.idreamradio.id

Follow sosial media kami:

Whatsapp & Telpon: 0822-9888-1044 , 021-7888-5300
Facebook Page
http://facebook.com/idreamradio1044
Twitter
http://twitter.com/idreamradio1044
Instagram http://instagram.com/idreamradio
Website
http://idreamradio.id
Aplikasi Android http://idreamradio.id/apk
Telegram t.me/idreamradio
Pentingnya Mempelajari Siroh Nabawiyah

Pentingnya Mempelajari Siroh Nabawiyah

Narasumber: Drs. Muhammad Said, M.Hum

Dengarkan Program “MANIS” Majelis Iman & Islam di IDream Radio 1044 AM

atau streaming www.idreamradio.id

Follow sosial media kami:

Whatsapp & Telpon: 0822-9789-1044 , 021-7888-5300
Facebook Page
http://facebook.com/idreamradio1044am
Twitter
http://twitter.com/idreamradio1044
Instagram http://instagram.com/idreamradio
Website
http://idreamradio.id
Aplikasi Android http://idreamradio.id/apk
Telegram t.me/idreamradio

 

Proses Persiapan Rasulullah Hijrah ke Madinah

Proses Persiapan Rasulullah Hijrah ke Madinah

Narasumber: Drs. Muhammad Said, M.Hum

Dengarkan Program “MANIS” Majelis Iman & Islam di IDream Radio 1044 AM

atau streaming www.idreamradio.id

Follow sosial media kami:

Whatsapp & Telpon: 0822-988-1044 , 021-7888-5300
Facebook Page
http://facebook.com/idreamradio1044
Twitter
http://twitter.com/idreamradio1044
Instagram http://instagram.com/idreamradio
Website
http://idreamradio.id
Aplikasi Android http://idreamradio.id/apk
Telegram t.me/idreamradio
Membalas Cinta Rasulullah SAW

I-Dream RadioSiroh — Menurut sebabnya, para ulama membagi cinta menjadi tiga macam; hubbu ladzatin; mencintai hal-hal yang kita rasakan enaknya, hubbun aqliyun; mencintai hal-hal yang baik menurut akal kita, dan hubbu ihsanin; mencintai orang yang berbuat baik kepada kita. Mencintai Rasulullah SAW didasarkan kepada ketiganya. Mencintai beliau dengan: hati, akal, dan perbuatan kita.

Para sahabat mencontohkan kita bagaimana mencintai Rasulullah SAW. Abu Bakar ra. rela dipukuli, agar Rasulullah SAW tidak dipukuli. Beliau pingsan, ketika sadar yang ditanyakan adalah Rasulullah SAW. Perempuan Anshar kehilangan anak, suami, ayah, dan saudaranya dalam sebuah peperangan. Tapi ketika pasukan pulang, yang ditanyakan adalah Rasulullah SAW. Bilal, kalau adzan setelah Rasulullah saw. meninggal, selalu menangis saat sampai “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”. Pergi keluar Madinah, ketika datang dan adzan, beliau dan para sahabat menangis. Banyak juga sahabat yang menangis karena merasa tidak bertemu dengan beliau setelah berada di surga nanti.

Allah swt. berfirman

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” [At-Taubah: 128].

Rasulullah saw. berasal dari kalangan bangsa Arab, tempat awal dimulainya dakwah Islam.

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri.” [Ali Imran: 164].

Ini merupakan sebuah keuntungan bagi mereka. Akan mudah memahami karena satu bahasa dan mudah meneladaninya. Mereka juga sudah tahu bagaimana asal-usul Rasulullah SAW; keluarganya, masa pertumbuhannya hingga dewasa, sifat-sifatnya, dan sebagainya. Bahkan bahwa beliau adalah anak yang terlahir dari pernikahan yang sah, bukan dari perzinaan. Ini semua akan membuat orang-orang Arab itu tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap Rasulullah SAW bahwa beliau adalah orang yang benar-benar baik, dan menginginkan kebaikan bagi mereka.

Kalimat (عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ) menunjukkan bahwa Rasulullah saw. sangat bersedih ketika melihat umatnya dalam keadaan yang susah. Sedih ketika melihat ada umatnya merubah agama yang mudah ini menjadi sulit. Allah swt. berfirman:

“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” [Al-Hajj: 78].

Sedangkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya agama ini adalah mudah.” [HR.Bukhari]. Oleh karena itu, agama Islam ini harus dipahami secara benar. Tidak dipersulit.

Beliau juga sedih jika ada umatnya yang disiksa di neraka. Perlu dipahami, bahwa kata “umat Rasulullah saw.” tidak hanya meliputi orang yang beriman saja. Tapi meliputi semua orang yang hidup setelah beliau diangkat sebagai nabi dan rasul. Sehingga orang Yahudi, Nasrani, Majusi, dan lain-lain adalah umat Rasulullah saw. juga. Beliau merasa sedih jika orang-orang itu tidak masuk Islam.

Beliau sakit karena sedih memikirkan umatnya yang tidak masuk Islam. Allah swt. berfirman:

“Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.” [Asy-Syu’ara: 3].

Kesedihan Rasulullah saw. ketika melihat ada umatnya masuk neraka, digambarkan dalam sebuah hadits:

“Perumpaanku adalah seperti seseorang yang menyalakan api unggun. Setelah api menyala, banyak binatang (laron) yang berhamburan menghinggapinya. Orang itu menghalau binatang-binatang itu agar tidak masuk ke dalam api. Tapi binatang-binatang itu mau dihalau, dan tetap ingin masuk api. Maka akhirnya mereka masuk api. Demikianlah, aku menghalau kalian dari masuk api neraka.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Beliau sama sekali tidak pernah marah dan menghardik. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Sungguh Rasulullah saw. tidak pernah memukul sesuatupun dengan tangannya. Tidak isterinya, pembantunya, kecuali jika sedang berjihad di jalan Allah swt. Ketika beliau disakiti, beliau tidak pernah membalas dendam kepada orang yang melakukannya. Kecuali jika yang dilanggar adalah kemuliaan Allah swt., maka beliau akan membalasnya karena Allah swt.”

Kalimat (حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ) menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat menghendaki umatnya beriman. Keinginan inilah yang membuat beliau berjuang sedemikian rupa demi umatnya mendapatkan hidayah dari Allah swt. Beliau rela dihina, dikucilkan, disiksa, dan sebagainya demi umatnya mendapatkan kebaikan. Bisa dibayangkan beliau berbuat baik kepada mereka, tapi sebaliknya mereka berbuat keburukan kepada Rasulullah saw. Walaupun begitu, beliau tetap berdakwah dengan penuh rasa saying. Tidak berubah sama sekali. Sebuah kesabaran yang sangat besar.

Semua hal yang baik pasti telah beliau perintahkan; dan semua keburukan pasti telah beliau larang. Semua itu adalah demi kebaikan umatnya. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Aku telah perintahkan kalian semua yang Allah swt. perintahkan; dan aku juga telah melarang kalian semua yang telah Allah swt. larang.”

Sehingga orang yang tidak masuk surga hanyalah orang-orang yang enggan. Bukan berarti orang yang bernasib buruk. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap umatku pasti masuk surga, kecuali orang yang enggan masuk surga.” Para sahabat bertanya, “Siapa orang yang enggan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menaati akan masuk surga, sedangkan orang yang tidak menaati adalah orang yang enggan masuk surga.” [HR. Bukhari].

Kalimat (بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ) menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat sayang kepada umatnya; banyak memberikan kebaikan, dan khawatir umatnya mendapatkan keburukan. Beliau berdoa kepada Allah swt. agar umatnya tidak dibinasakan. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Rasulullah saw. berdoa agar umat Islam tidak dikuasai oleh musuh mereka, agar mereka tidak dibinasakan dengan paceklik. Dua doa itu dikabulkan. Kemudian beliau berdoa agar umat Islam tidak terpecah-belah, tapi doa ini tidak dikabulkan.”

Beliau tidak mau umatnya dibinasakan karena menolak dakwah Rasulullah SAW Padahal umat-umat terdahulu semuanya binasa ketika mereka menolak dakwah para nabi. Misalnya kaum nabi Nuh as. dibinasakan dengan banjir, kaum nabi Luth as. dengan hujan batu, dan sebagainya. Sedangkan hal seperti itu tidak berlaku untuk umat Islam.

Bagaimanapun penderitaan yang beliau rasakan dari umatnya, beliau tetap bersikap baik kepada mereka. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Beliau dipukuli kaumnya hingga berdarah. Namun sambil menghapus darah dari wajahnya, beliau berdoa, “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” [HR. Bukhari]. M Sofwan (dakwatuna/baiti/i-dream)

 

Akhlak Rasulullah SAW Bukti Kenabiannya

I-Dream RadioSiroh — Selama ini mukjizat Rasulullah SAW adalah mukjizat hissiyah. Beliau membelah bulan; batu mengucapkan salam; batang kayu menangis; air mengucur dari celah jarinya; makanan sedikit yang didoakan sehingga cukup untuk banyak orang; daging bakar berbicara; Abu Jahal terpaku saat hendak menjatuhkan batu saat Rasulullah SAW sujud, dan sebagainya lainnya.

Kita juga mengenal mukjizat beliau yang sangat agung, yaitu Al-Qur’an. Mukjizat ini menantang setiap orang membuat sebuah kitab dengan kehebatan seperti kehebatannya. Kehebatan kitab ini terletak di antaranya pada sisi bahasa yang sangat indah; menceritakan sejarah yang benar di masa lalu; mengandung hukum adil dan mudah diterapkan; isyarat-isyarat ilmiah dalam berbagai bidang; dan sebagainya.

Namun jarang di antara kita yang menganggap akhlak Rasulullah SAW sebagai sebuah mukjizat. Padahal Allah swt. berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai akhlak yang agung.” [Al-Qalam: 4].

Akhlak beliau agung, berarti tidak ada seorang pun yang bisa mempunyai akhlak seperti akhlak beliau. Tidak ada yang bisa menandinginya. Hal ini bukan karena apa-apa, tapi karena beliau adalah seorang nabi. Berarti akhlak beliau adalah mukjizat, salah satu bukti kenabian Muhammad SAW.

Muhammad SAW Adalah Manusia Biasa

Rasulullah SAW adalah manusia biasa. Bukan manusia tuhan, atau setengah tuhan. Bukan malaikat, atau setengah malaikat. Beliau benar-benar manusia biasa, tapi dipilih oleh Allah swt. untuk mengemban risalah-Nya.

Ini adalah sebuah keuntungan bagi umat manusia. Bisa diteladani, karena kesamaan bentuk, karakter, kebutuhan, kecenderungan, dan sebagainya. Jika beliau berupa malaikat, manusia tidak akan bisa meneladani karena malaikat tidak makan, minum, berbuat dosa, dan sebagainya.

Tidak ada alasan untuk menolak ajaran yang dibawa. Kalau rasul berupa malaikat, banyak manusia yang menolak ajaran dengan alasan rasul bisa melaksanakan kewajiban karena dia malaikat, sedangkan mereka bukan malaikat makanya tidak bisa melaksanakan. Allah swt. berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.” [Al-Kahfi; 110].

Dakwah beliau juga berbeda dengan dakwah yang lainnya; dimenangkan dengan usaha manusiawi, bukan dengan mukjizat luar biasa. Para penentang dakwahnya tidak dikalahkan dengan banjir seperi kaum nabi Nuh as., dengan laut seperti Fir’an dan pasukannya. Tapi dikalahkan dengan strategi hasil pemikiran manusia. Bahkan ketika malaikat gunung menawari Rasulullah SAW membinaskan kaum Thaif dengan ditimpakan gunung kepada mereka, beliau menolaknya.

Akhlak Bukti Kenabian Beliau

Beliau terkenal dengan julukan Ash-Shadiqul Amin. Jujur dalam berkata; amanah dalam menjaga dan menyampaikan. Akhlak bisa dijadikan bukti kenabian, karena orang yang berakhlak mulia tidak akan berbohong ketika mengaku menjadi nabi, tidak akan mencelakakan kaumnya ketika memerintahkan sesuatu, dan akan berjuang dan berkorban untuk kebaikan kaumnya.

Hanya sedikit sahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam setelah melihat mukjizat. Hampir semuanya masuk Islam karena melihat akhlak Rasulullah saw. Bahkan ketika orang-orang musyrikin meminta diperlihatkan mukjizat, mereka tidak beriman setelah benar-benar melihatnya. Allah swt. berfirman:

“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.” Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” [Al-Qamar: 1-3].

Ibunda Khadijah ra. mengetahui benar bagaimana akhlak mulia suaminya, misalnya menyambung tali kekerabatan, menanggung beban keluarga, menjamu tamu, membantu orang miskin, membantu dalam musibah, dan sebagainya. Saat beriman, beliau belum melihat satu mukjizat pun pada diri Rasulullah SAW Bahkan beliaulah yang menguatkan hati Rasulullah saw. ketika bimbang saat didatangi malaikat Jibril as.

Abu Bakar ra. adalah kawan karib Rasulullah saw. Tahu benar bagaimana kejujuran Rasulullah saw. Sehingga ketika mengaku menjadi nabi, Abu Bakar ra. langsung beriman dan mendakwahkan agama yang baru kepada musyrikin yang lain.

Raja Najasyi ra. Raja negeri Habasyah ini tidak pernah bertemu dengan Rasulullah SAW. Namun ketika mendengarkan sifat-sifat dan perjalanan dakwah beliau, Najasyi langsung meyakini bahwa Muhammad saw. adalah penerus Isa as.

M Sofwan (dakwatuna/baiti/i-dream)

Inilah Foto dan Video Gua Tempat Ashabul Kahfi Tertidur 309 Tahun

I-Dream Radio Shiroh –Kisah yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kisah nyata. Tidak seperti anggapan kaum liberal yang masih meragukannya.

Di kemudian hari, kisah-kisah dalam Al Qur’an ditemukan jejak-jejaknya sebagai bukti. Misalnya tentang Fir’aun yang ditemukan jasadnya pada 1898. Reruntuhan kota Sodom ditemukan pada September 2015. Dan seterusnya.

Di antara kisah yang difirmankan Allah dalam Al Qur’an adalah sejumlah pemuda yang menyelamatkan iman

dari pemimpin zalim. Ketika beristirahat dalam sebuah gua, Allah menidurkan mereka selama 309 tahun. Saat terbangun, mereka belum sadar dengan keajaiban tidur selama itu, mereka mengira hanya tidur semalam saja. Namun saat ke kota, mereka mendapati mata uang mereka sudah tidak laku dan pemimpin zalim itu pun mati dan berganti kepemimpinan yang lain.

Gua tempat tertidurnya Ashabul Kahfi selama 309 tahun ini terletak di perkampungan Al Rajib di Yordania. Dalam Al Quran, tempat itu disebut Al Raqim. Al Rajib atau Al Raqim berjarak 1.5 km dari kota Abu A’landa Yordania. (dakwatuna/win/i-dream)

 
Memperkenalkan channel dakwah 🎙 iDream Radio 1044 AM
dan iDream TV (youtube channel) yang menyajikan konten2 video syiar & dakwah Islam semoga bisa bermanfaat,
Kami tunggu tanggapan dari sahabat iDream semua untk memberikan kritik dan sarannya , dan komentarnya jangan lupa ya…
Untuk Berlangganan GRATIS klik link di bawah ini:
https://www.youtube.com/channel/UCIHDumJsQAuqhJ5hAT_gNtw?sub_confirmation=1

Bantu sebarkan jika bermanfaat..Jazakumullah