Peran Ibu dalam Mengelola Keuangan Keluarga

Peran Ibu dalam Mengelola Keuangan Keluarga

Narasumber: Ustadz Banu Muhammad H, SE, MSE

Dengarkan Program INSPIRASI KELUARGA” di IDream Radio 1044 AM

atau streaming www.idreamradio.id

Setiap hari Pukul 09:00 WIB dan 20:00 WIB

Follow sosial media kami:

Whatsapp & Telpon: 0822-9789-1044 , 021-7888-5300
Facebook Page
http://facebook.com/idreamradio1044am
Twitter
http://twitter.com/idreamradio1044
Instagram http://instagram.com/idreamradio
Website
http://idreamradio.id
Aplikasi Android http://idreamradio.id/apk
Telegram t.me/idreamradio
Mempersiapkan Keuangan Pranikah

Tema: Mempersiapkan Keuangan Pranikah

Bersama : Ustadz Banu Muhammad, S.E., MSE (Pakar Ekonomi Islam Universitas Indonesia.)

Sahabat Idream, managemen keuangan perlu diperhatikan bagi setiap individu bahkan bagi para jomblo sekalipun, nah apalagi yang mau menuju ke sesi pernikahan, pengin tahu bagaimana cara merencanakan keuangan secara benar ?

Dengarkan langsung dari pakarnya yaitu Ustadz Banu Muhammad, S.E., MSE. belaiau adalah Pakar Ekonomi Islam Universitas Indonesia.


Follow sosial media kami:

Whatsapp : 0822-9789-1044
Facebook Page : http://facebook.com/idreamradio1044am
Twitter : http://twitter.com/idreamradio1044
Instagram: http://instagram.com/idreamradio
Website : http://idreamradio.id
Aplkasi Android: http://idreamradio.id/apk
Hutang & Pengelolaannya

Hutang dan Pengelolaannya

Narasumber: Ustadz Banu Muhammad H, SE, MSE

Download :


Dengarkan I-DREAM RADIO 1044 AM
yang memberikan pendidikan dan Inspirasi

Untuk Jabodetabek bisa mengikuti siaran kami di frekwensi 1044 AM
Sedangkan untuk luar Jabodetabek tetap bisa mengikuti siaran kami melalui

Streaming : www.idreamradio.id
Unduh aplikasi I-Dream Radio di android

http://bit.ly/1044am

Jangan lupa ikuti sosial media kami

Instagram: @idreamradio
Twitter     : @idreamradio1044
Facebook : @idreamradio1044am
Youtube   : @I-Dream Radio

Merencanakan Keuangan Keluarga Muslim

Merencanakan Keuangan Keluarga Muslim

(Oleh: Banu Muhammad, SE, MSE.) – Pakar Ekonomi Universitas Indonesia

Berbicara tentang ekonomi keluarga islami ini sangat penting bagi kita semua, karena faktanya kita semua pasti berinteraksi dengan uang. Ada orang yang pandai mengelola keuangannya walaupun sedikit tapi tetap cukup, ada yang boros walaupun sebanyak apapun akan tetap kurang. Oleh karena itu mari kita lihat bagaimana Islam memberi arahan kepada kita.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya

Hal ini menunjukkan bahwa betapa wajibnya kita mengatur pembelanjaan harta yang sesuai dengan syariat Islam yang diridhai oleh Allah, karena di hari kiamat manusia akan dimintai pertanggungjawaban tentang harta kemana di belanjakan sewaktu didunia.

Untuk mengetahui penjelasannya lebih lanjut, mari dengarkan audio berikut ini:

 


Dengarkan I-DREAM RADIO 1044 AM
yang memberikan pendidikan dan Inspirasi

PROGRAM “INSPIRASI KELUARGA”

di siarkan pukul 08.00-10.00 WIB. dan siaran ulang pukul 19.00-21.00 WIB

=================================================

Untuk Jabodetabek bisa mengikuti siaran kami di frekwensi 1044 AM
Sedangkan untuk luar Jabodetabek tetap bisa mengikuti siaran kami melalui

Streaming : www.idreamradio.id
Unduh aplikasi I-Dream Radio di android

http://bit.ly/1044am

Jangan lupa ikuti sosial media kami

Instagram: @idreamradio
Twitter     : @idreamradio1044
Facebook : @idreamradio1044am
Youtube   : @I-Dream Radio

Contoh Laporan HPP Perusahaan Dagang

I-Dream RadioWisdom — Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan salah satu unsur elemen dari Laporan Laba-rugi suatu perusahaan dagang. Apabila perusahaan akan menyusun lapran keuangan khusunya laporan laba-rugi, maka harus dilakukan perhitungan Harga Pokok Penjualan yang terjadi dalam periode berjalan. Ketepatan perhitungan HPP mempengaruhi keakuratan laba yang diraih perusahaan atau rugi yang ditanggung perusahaan. Dengan demikian semakin tepat perhitungan laporan HPP yang dilakukan akan berakibat semakin akurat laporan laba atau rugi perusahaan.

Dalam perhitungan laporan HPP, hal yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah unsur-unsur yang membentuk HPP. Unsur-unsur yang membentuk Harga Pokok Penjualan antara lain persediaan awal, persediaan akhir, dan pembelian bersih barang dagangan.

Secara lebih detail tentang unsur-unsur tersebut simak pembahasan berikut ini:

Persediaan awal Barang Dagang

Persediaan awal barang dagangan merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada awal suatu periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya.

Persediaan akhir Barang Dagang

Persediaan akhir barang dagangan merupakan persediaan barang-barang pada akhir suatu periode atau tahun buku berjalan.  Saldo persediaan akhir perusahaan akan diketahui dari data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

Pembelian Bersih

Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan baik pembelian barang dagangan secara tunai maupun pembelian barang dagangan secara kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian tersebut serta dikurangi dengan potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi. Setelah mengetahui unsur-unsur laporan HPP seperti penjelasan diatas selanjutnya dapat memahami proses perhitungan HPP sebagai berikut:

Rumus perhitungan Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan

Note:

Rumus HPP diatas bersifat fleksibel, maksudnya apabila dalam perusahaan Unsur-unsur HPP tidak lengkap seperti pada Rumus, misalnya tidak terdapat retur pembelian, atau tidak terdapat potongan pembelian atau tidak terdapat biaya angkut pembelian dan sebaginya, maka perhitungan HPP tetap dapat dilakukan tanpa mengikut sertakan unsur tersebut dalam perhitungan. Untuk meningkatkan pemahaman berikut ini diberikan contoh perhitungan HPP sebagai berikut.

Dalam neraca saldo sebagian Perusahaan Bayu Jaya terdapat data seperti nampak di bawah ini:

PD Bayu Jaya, Malang per 31 Desember 2014.
Persediaan barang dagangan (awal) Rp 7.500.000,00
Pembelian Rp 24.950.000,00
Retur pembelian Rp 1.350.000,00
Potongan pembelian Rp 276.000,00
Persediaan barang dagang (akhir) Rp 7.900.000,00

Dari data tersebut terlihat saldo unsur-unsur HPP yaitu Persediaan awal pada neraca saldo sebagian dan persediaan akhirpada data penyesuaian, serta elemen pembelian bersih pada neraca saldo sebagian seperti pembelian, retur pembelian dan potongan pembelian. Meskipun dalam data tersebut tidak terdapat biaya angkut pembelian, namun proses perhitungan HPP dapat dilakukan sebagai mana mestinya. Berikut ini proses perhitungannya.

harga-pokok-penjualan2

Kesimpulan:

Perhitungan Harga pokok Penjualan sangat penting, karena dengan perhitungan HPP yang tepat akan menjadikan laporan keuangan perusahaan khusunya laporan laba rugi yang dapat dipertanggung jawabkan dan akurat. Karena tingkat kepentingan yang tinggi tentang proses perhitungan HPP maka diharapkan konsep perhitungan HPP dipahami dengan baik dan benar sehingga laporan keuangan yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan kebijakan yang tepat untuk kejuan perusahaan.

Ditulis oleh Yulian (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

5 Cara Sederhana Mengelola Laba Usaha

I-Dream RadioWisdom — Setiap usaha yang dijalankan pasti diiringi dengan upaya dan harapan untuk mendapatkan
keuntungan yang besar. Kita bekerja keras mengembangkan usaha karena kita juga ingin menikmati hasilnya.

Tapi sebagai pengusaha hendaknya kita bisa bersikap bijak dalam mengelola laba usaha yang kita dapatkan.  Berikut adalah 5 cara sederhana untuk mengelola laba usaha:

  1. Menyisihkan 20% dari laba usaha bersih untuk digunakan sebagai investasi atau dana cadangan. Investasi ini bermanfaat
    untuk kebutuhan operasional usaha dalam jangka waktu panjang, dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar urgent.  Investasi ini dapat berbentuk tabungan, deposito, emas, properti, atau surat berharga.
  2. 10% dari laba usaha bersih digunakan untuk pengembangan usaha. Misalnya untuk pengembangan infrastruktur, SDM, sistem
    IT, atau membuka cabang baru untuk perluasan usaha.
  3. Sebagai reward atas kerja keras kita dalam mengelola bisnis, kita dapat menggunakan 10% dari laba usaha untuk keperluan pribadi dan keluarga.
  4. Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian kita terhadap lingkungan, sisihkan 10% dari laba usaha untuk zakat,
    dana sosial, dan infaq. Dengan demikian, tidak hanya keuntungan material saja yang kita dapatkan, tapi juga keberkahan
    dalam bisnis yang dijalankan.
  5. Menggunakan 60% dari laba usaha bersih sebagai modal berputar, stok barang, dan operasional usaha.

    Dengan menetapkan pembagian persentase laba usaha, maka diharapkan bisnis yang kita jalankan akan semakin berkembang dan memberikan manfaat tidak hanya bagi pengusaha & keluarga itu sendiri, tapi juga pada lingkungan sekitar.

    Oleh: Sri Warni (Staff Zahir Cabang Surabaya) (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

Mengelola Petty Cash untuk Usaha Kecil dan Menengah

I-Dream RadioWisdom — Dalam mengelola usaha harian, para pelaku usaha pasti mengeluarkan sejumlah dana untuk membiayai kegiatan usaha harian.  Umumnya dana tersebut digunakan sebagai alat pembayaran harian yang bersifat rutin. Dana tersebut sangat liquid karena cepat terbelanjakan, kita dapat menyebutnya kas kecil atau dikenal dengan istilah petty cash.

Kas kecil adalah sejumlah dana kecil yang tersedia dalam bentuk uang tunai dan dikhususkan untuk biaya rutinitas. Karena bentuknya tunai, maka rentan terjadi penyelewengan. Sebaiknya para pelaku usaha membuat pos petty cash ini terpisah dengan pos lainnya, hal ini agar tidak menggangu pos pendanaan lain yang telah ditetapkan, misalnya agar tidak mengganggu modal.

Apa sajakah jenis transaksi yang dapat dimasukkan ke dalam pos petty cash ini?

Biasanya untuk memenuhi kebutuhan harian, pemimpin usaha memerlukan pembelanjaan yang tak begitu besar. Item yang termasuk kedalam pembelanjaan petty cash ini tergantung kepada kebutuhan pelaku usaha sehari-hari, misalnya untuk pembelanjaan menjamu tamu, membeli alat tulis, mengisi tinta printer, membayar parkir, membeli bensin, membeli materai dan lain sebagainya.

Transaksi pembelanjaan melalui petty cash ini dapat dikelola keluar masuk nya oleh asisten bendahara maupun sekretaris.

Maka kewajiban pemegang petty cash ini adalah selain mengatur pengeluaran juga mencatat semua pengeluaran masuk dan keluar dengan buku khusus petty cash.

Bagaimana caranya membuat pos petty cash ini?

Ada beberapa langkah yang dapat digunakan dalam mengelola petty cash ini agar berjalan sesuai dengan fungsinya. Diantaranya adalah sebagai berikut

Langkah pertama

Pimpinan usaha perlu menetapkan diawal, berapakah dana yang perlu disiapkan untuk petty cash ini. Tentunya jumlahnya beragam, sesuai dengan kebutuhan kegiatan harian usaha masing-masing. Misalnya dari nominal 500,000,- rupiah hingga di atas 3,000,000 rupiah.

Langkah kedua.

Membuat kesepakatan, item transaksi atas apa saja yang nantinya akan dibiayayai oleh petty cash ini. Setelah itu lanjutkan dengan membuat pedoman dan prosedur (misalnya panduan) agar transaksi yang dilakukan jelas penggunaannya. Dalam hal ini juga pembatasan biaya yang dibelanjakan terhadap item tertentu dapat diberlakukan.

Langkah ketiga.

Latihlah operator (dalam hal ini bisa asisten, sekretaris atau siapapun yang telah ditunjuk) sebagai pemegang petty cash ini, jika mereka belum memahami fungsi dan pentingnya petty cash ini. Tentunya hal ini berpengaruh dalam membuat keputusan pembelanjaan yang nantinya dikeluarkan. Tidak terlalu kaku namun juga tidak terlalu longgar.

Langkah keempat.

Semua transaksi yang terjadi atau dibelanjakan perlu dilakukan pencatatan dan usahakan agar dapat fleksibel untuk mengisi ulang. Semua transaksi dalam petty cash harus memiliki catatan dokumentasi khusus petty cash. Setiap transaski yang ada pasti memiliki bukti pembayaran seperti kwitansi ataupun slip harga, bukti tersebut juga disertakan untuk didokumentasikan.

Ketika pimpinan usaha akan meng-audit secara internal maka hal ini diperlukan sebagai bentuk pertanggung jawaban. Akun ATM dibuka khusus untuk petty cash ini, agar lebih mudah dikelola, tidak bercampur dengan akun lain yang sifatnya tidak rutin. Akun ini yang akan dihandel langsung oleh operator. Karena sifatnya liquid dan cepat keluar dibelanjakan, maka operator dapat mengisi ulang sesuai kebutuhan setelah mendapat persetujuan dari bidang keuangan.

Langkah kelima

Penyimpanan petty cash ini dapat dilakukan oleh operator, hal ini bisa dilakukan dengan menyimpannya kedalam cashbox yang telah terkunci maupun laci yang tidak dapat diakses orang lain selain operator saja.

Langkah keenam

Saat rekonsiliasi bulanan, maka pengeluaran dapat di audit. Jika dalam evaluasi mengalami perubahan kebutuhan maka dapat dilakukan keputusan berikutnya. Semuanya akan tercatat dan dimasukkan kedalam buku besar akuntansi.

Simulasi mengelola petty cash

Pengelolaan petty cash dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu imprest fund system dan fluctuation fund system. Imprest fund system adalah sistem pendanaan yang tetap pada awal bulan atau minggu.

Misalnya pada Imprest fund system, setiap pekan disiapkan dana sebesar 2,000,000 rupiah untuk petty cash. Ternyata pengeluaran hanya 1,500,000 sehingga masih ada 500,000,- sebagai sisa saldonya, maka pekan berikutnya dana yang perlu ditambahkan adalah 1,500,000,- rupiah sehingga dana yang kembali tersedia adalah 2,000,000 rupiah. Sistem ini yang lebih banyak dipratikkan.

Sedangkan untuk fluctuation fund system adalah sistem pendanaan yang tidak tetap. Sehingga kekurangan akan segera ditambahkan jika diperlukan, setiap transaksi yang ada kemudian dicatatkan. Tidak ada jumlah dana awal yang ditetapkan.

Berikut adalah contoh tentang suatu unit usaha toko online. Pada toko online ini mentapkan petty cash yang mereka gunakan adalah 500,000 rupiah setiap bulan. Berikut daftar pengeluaran rutinitasnya.

Petty Cash untuk Usaha1

Maka pencatatannya dalam buku petty cash adalah sebagai berikut.

Petty Cash untuk Usaha2

Petty Cash untuk Usaha3

Demikian uraian tentang petty cash ini. Petty cash merupakan salah satu metode dalam mengelola keuangan agar biaya rutinitas tidak bercampur dengan biaya pokok lainnya yang akhirnya akan mempengaruhi pelaku usaha menentukan berapa modal yang akan dikeluarkan. Silahkan mencoba.

Tata CF (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Persiapan Pembukuan Untuk Usaha Start Up

I-Dream RadioWisdom — Ketika Anda ingin memulai suatu usaha start up, persiapan yang matang akan sangat membantu Anda dalam menjalankan usaha start up tersebut. Keberhasilan dalam membuat persiapan sama artinya dengan mempersiapkan keberhasilan, sedangkan gagal dalam membuat persiapan sama artinya dengan mempersiapkan kegagalan usaha start up Anda. Oleh karena itu membuat planning dan persiapan suatu usaha sangatlah penting. Salah satu hal yang harus dipersiapkan adalah pembukuan untuk usaha start up.

Tidak sedikit dari para pengusaha start up dan masih belum menjalankan pembukuan usaha. Alasannya yaitu ada yang merasa bahwa pembukuan usaha itu memusingkan, ada yang tidak memiliki karyawan untuk melakukan pembukuan hingga harus merangkap job, bahkan ada yang merasa pembukuan itu tidak penting. Padahal fungsi pembukuan ini sangat vital bagi kelangsungan usaha start up. Pembukuan wajib dibuat bagi suatu usaha meskipun dalam bentuk sederhana. Mengapa demikian? Karena dengan pembukuan usaha Anda dapat memantau perkembangan progres fisik dan keuangan, mengetahui perbandingan antara rencana kegiatan dan pelaksanaannya dan menyusun pelaporan yang diperlukan sebagai pertanggung jawaban atas penggunaan anggaran.

Selain itu juga untuk bahan evaluasi dan penyusunan anggaran selanjutnya.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam pembukuan :

1. Mempelajari jenis pembukuan dibawah ini :

a. Buku Pengeluaran.
Berisi catatan sehari-hari untuk setiap pengeluaran yang terjadi di usaha start up Anda. Mulai dari beli barang paling kecil hingga barang pokok stok produk Anda.

b. Buku Pemasukan.
Buku pemasukan berisi tentang catatan setiap uang yang masuk ke dalam usaha start up Anda sehari-harinya.

c. Buku Arus Kas.
Setiap rupiah yang keluar dan masuk dalam usaha start up Anda harus dicatat ke dalam buku arus kas ini. Arus kas usaha start up Anda harus terus menerus dikontrol agar Anda tahu apakah perusahaan Anda masih punya cadangan biaya untuk beroperasi, atau justru sudah lama pailit. Maka, pencatatan dan pelaporan harus dilakukan dengan seksama dan teliti.

d. Buku Catatan Stok.
Berisi catatan penambahan dan pengurangan stok produk Anda. Berkurang artinya terjual. Penambahan artinya penambahan hasil produksi yang menjadi stok atau hasil belanja. Dengan catatan ini, Anda bisa mengawasi operasional sehari-hari usaha start up Anda. Anda bisa membandingkan antara pemasukan, pengeluaran untuk stok, dan jumlah barang yang keluar dari gudang.

e. Buku Inventaris Barang.
Dengan catatan ini, Anda bisa menjaga setiap aset yang Anda miliki tetap ada di bawah kendali Anda. Caranya, catat setiap barang yang Anda beli di sini, setelah Anda mencatatnya pada buku pengeluaran. Secara berkala, bandingkan antara aset Anda di buku inventaris dengan buku pengeluaran Anda.

f. Buku Laba Rugi.
Buku laba rugi adalah pembukuan sederhana pada suatu periode akuntansi yang di dalamnya terdiri dari unsur-unsur seperti pendapatan dan beban perusahaan. Dari sini, Anda bisa mengetahui laba (atau justru rugi) bersih yang dihasilkan bisnis Anda.

2. Membuat sistem pembukuan yang sesuai dengan usaha Anda seperti alur, peraturan-peraturan, pic, dll.

3. Anda juga dapat mencoba menggunakan software pembukuan untuk memudahkan Anda dalam mengelola laporan keuangan usaha.

(Teguh/Zahir/PM) (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Empat Kiat Meningkatkan Omset Penjualan

I-Dream RadioWisdom — di pasaran. Banyak kiat yang dapat kita lakukan untuk menaikan omset penjualan dalam berwirausaha. Berikut akan sebutkan kiat apa saja yang dapat diterapkan dalam meningkatkan omset penjualan.

Mencari Customer Baru

Untuk mencari pelanggan baru, banyak hal yang dapat kita lakukan misalnya dengan mempromosikan produk yang akan Anda jual ke berbagai media promosi termasuk social media, atau bisa saja Anda mengikuti pameran untuk mempromosikan produk atau jasa Anda. Untuk dapat melakukan hal tersebut memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun dampak positif yang kita dapatkan adalah produk atau jasa kita dapat dikenal di masyarakat luas. Selain itu calon pelanggan juga akan mengetahui bahwa produk atau jasa yang kita jual memang layak untuk bersaing dalam dunia perdagangan.

Mempertahankan Customer Lama

Seperti kalimat yang menyatakan “Mempertahankan memang lebih sulit dibanding mencari yang baru”, hal tersebut juga berlaku dalam dunia bisnis. Untuk dapat membuat customer lama bertahan memang lebih mahal dibanding mencari customer baru karena kita harus dapat memenuhi atau melengkapi kebutuhan produk baru dari produk utama yang telah dibeli oleh customer lama.

Namun jika bisa memenuhi hal tersebut maka Anda bisa mendapatkan pelanggan setia untuk perusahaan Anda. Misalnya produk utama yang dibeli oleh customer Anda adalah handphone maka Anda dapat melengkapinya dengan aksesoris handphone dan perlengkapan pendukung lainnya seperti earphone, charger, tonsis dan sebagainya.

Menambah Volume Penjualan per Customer

Untuk menambah volume penjualan per customer dapat Anda lakukan dengan cara meningkatkan manfaat atau kegunaan dari produk yang telah dibeli customer Anda sehingga hal tersebut dapat berpengaruh terhadap harga jual. Semakin tinggi kebutuhan pelanggan terhadap suatu produk maka dapat menjadikan harga jual produk juga semakin meningkat. Selain itu Anda juga dapat menawarkan produk yang lainnya supaya produk yang dibeli tidak hanya satu item saja.

Pelayanan Prima

Hal penting lain dalam sebuah bisnis yaitu pelayanan. Dengan memberikan pelayanan maksimal dan ramah maka akan memberikan kesan baik kepada customer sehingga secara tidak langsung customer Anda akan menjadi media promosi “gratis” karena jika customer merasa puas pasti mereka akan menceritakan pengalaman mereka terhadap rekan, keluarga dan seluruh orang disekitar mereka mengenai produk dan usaha Anda. [KPMI/Zahir] (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Cara Menghitung Break Even Point dalam Akuntansi

I-Dream RadioWisdom — Break Even Point (BEP) ialah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan.

Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.

Break Event Point memerlukan komponen penghitungan dasar seperti berikut ini:

Fixed Cost. Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi. Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dll.

Variabel Cost. Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya.

Jika produksi yang direncanakan meningkat, berarti variabel cost pasti akan meningkat. Contoh biaya ini yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll.

Selling Price. Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.

Rumus yang digunakan untuk analisis Break Event Point ini terdiri dari dua macam sebagai berikut:

Dasar Unit Berapa unit jumlah barang/jasa yang harus dihasilkan untuk mendapat titik impas: BEP = FC /(P-VC)
Dasar Penjualan Berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas: FC/ (1 – (VC/P))*

Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.

menghitung BEP

Agar bisa memahaminya, mari kita praktikkan langsung rumus ini dengan simulasi:

Total Biaya Tetap (FC) senilai Rp 100 juta Total Biaya Variabel (VC) per unit senilai Rp 60 ribu Harga jual barang per unit senilai Rp 80 ribu

Penghitungan BEP Unit

BEP = FC/ (P – VC) BEP = 100.000.000/ (80.000 – 60.000) BEP = Rp 5000

Penghitungan BEP Rupiah

BEP = FC/ (1 – (VC/P)) BEP = 100.000.000/ (1 – (60.000/80.000)) BEP = Rp 400.000.000

Dari analisis inilah perusahaan dapat meramalkan keuntungan yang dapat diperoleh (target laba) berdasarkan berapa penjualan minimumnya. Adapun rumus untuk menghitung target ini sebagai berikut:

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)

Mari kita pelajari simulasi untuk menghitung target laba ini. Dengan FC, VC, dan P yang sama dengan contoh sebelumnya, perusahaan ini menargetkan laba sebesar Rp 80 juta per bulan.

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC) BEP – Laba = (100.000.000 + 80.000.000) / (80.000 – 60.000) BEP – Laba =

180.000.000 / 20.000 BEP – Laba = 9.000 unit atau BEP – Laba = Rp 720 juta (9000 unit x Rp 80.000)

Untuk membuktikan bahwa dengan menjual 9.000 unit perusahaan akan mendapatkan laba Rp 720 juta, mari kita periksa berikut ini: Penjualan Rp 720.000.000 FC Rp 100.000.000 Total VC (Rp 60.000 x 9000 unit) Rp 540.000.000 Total Biaya Rp 640.000.000

Laba Rp 80.000.000

Dalam berbisnis, tentunya analisis break event point sangat membantu pelaku bisnis untuk memproyeksikan seberapa banyak barang yang harus diproduksi dan perbandingannya dengan uang/ pendapatan yang diterima. BEP ini menjadi komponen terpenting yang wajib ada di dalam suatu software akuntansi dan manajemen bisnis. Untuk lebih jelasnya fasilitas Break Even Point di dalam software, bisa klik di sini. Pelajari juga lebih lanjut tentang software akuntansi di sini.

Artikel ini hasil kerja sama PengusahaMuslim.com dengan Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

(pengusahamuslim/baiti/i-dream)