Milad 20 Tahun Salimah Adakan Lomba Video Profil

Jakarta – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) genap berusia duapuluh tahun. Bertepatan dengan Muktamar V Salimah yang dilaksanakan Jumat – Ahad, 6 – 8 Maret 2020 di Hotel Millennium Jakarta.

Dalam rangka Muktamar dan Milad ini, Departemen Humas dan Media PP Salimah menyelenggarakan lomba video profil Salimah dengan tema ‘Salimah Peduli Perempuan, Anak dan Keluarga Indonesia’. Sesuai dengan visi Salimah, ‘Menjadi Ormas Perempuan yang kokoh dan dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia’.

“Dalam lomba ini kami menantang Humas Salimah untuk menampilkan hal-hal membanggakan tentang Salimah. Video tersebut dapat meceritakan Salimah dalam sudut pandang yang berbeda sesuai dengan kearifan lokal masing-masing. Bisa menampilkan pengurus, produk, aktifitas, kegiatan Salimah, dan sebagainya. Karya boleh dalam bentuk animasi, dokumenter, drama, info grafis dan Vlog dan lain-lain, dengan durasi satu menit,” ujar Iin Indarwati ketua Departemen Humas dan Media.

Melalui video pendek tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal Salimah dengan beragam aktifitas di seluruh Indonesia dan turut mendukung serta terlibat dalam kegiatan Salimah. Seluruh Video pemenang ditayangkan pada acara Muktamar dan Milad Salimah 2020.
Lomba dimulai sejak awal Desember 2019 hingga akhir Januari 2020. Dari empat puluh lima kiriman video, dipilih 3 juara pilihan juri dan 2 juara favorit berdasar jumlah ‘like’ di akun youtube terbanyak. Dengan kriteria penilaian, kreativitas dalam memvisualisasikan dan mendeskripsikan tema.
Sebelum lomba dimulai, Humas Salimah telah mendapatkan pelatihan melalui grup Whatsapp. Grup yang terdiri dari seluruh humas Salimah se Indonesia dari tingkat Pimpinan Wilayah (PW) hingga Pimpinan Daerah (PD), yang menjadikan sarana belajar secara online untuk meningkatkan kemampuan kehumasan.

Untuk pelatihan video ini, Humas Salimah mendapat tiga tema materi. Smartphone Videography, Konten Video Profile dan Skenario pembuatan video. Di mana yang memberikan materi adalah para praktisi media terutama video yang pakar di bidangnya.
Dari empat puluh lima kiriman video, diseleksi menjadi tiga belas nominasi yang dianggap memenuhi kriteria. Beberapa komentar diberikan ketika informasi nominasi ini diumumkan di grup. “Alhamdulillah kedua video kami masuk nominasi. Tidak nyangka. Masuk nominasi saja sudah bersyukur sekali,” ungkap Endah Humas Banjarmasin Kalsel. Barokalloh kepada PD dan PW yang sudah masuk nominasi, ikut bahagia dan senang,” tulis Nuseu Humas Ciamis Jabar. Uniknya para peserta lomba, mereka saling memberi selamat dan saling memberi ‘like’ pada video peserta lain. Inilah indahnya persaudaraan.

Setelah melakukan seleksi, juri menetapkan Juara satu dari PW Kalimantan Selatan dengan judul video ‘Di sana Ada Cinta’. Juara dua, PD Kudus Jateng dengan judul ‘Peresmian Sekretariat Salimah Kudus’ dan juara tiga dari PW Sumatera Utara dengan judul video ’17 Tahun Berbakti Untuk Sumatera Utara’. Juara favorit satu dengan like terbanyak diperoleh PW Jawa Barat dengan judul video, ‘Salimah Jabar untuk Indonesia’ dan favorit kedua diperoleh PD Karanganyar Jateng dengan judul ‘Salimah Karanganyar’
Selamat kepada para pemenang. Semoga semakin giat melaksanakan kegiatan, memberi manfaat pada masyarakat dan mendokumentasikan juga mempublikasikannya dengan baik dan terus mengasah diri

Muktamar V Salimah Tingkatkan Kemitraan Menuju Indonesia Unggul

Jakarta – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (Salimah) menyelenggarakan Muktamar Kelima yang akan berlangsung dari tanggal 6-8 Maret 2020 di Hotel Millenium, Jakarta bertema, “Meningkatkan Kemitraan Organisasi Menuju Indonesia Unggul.”

Muktamar sebagai musyawarah tertinggi organisasi yang diselenggarakan lima tahun sekali ini untuk memilih Ketua Umum PP Salimah 2020-2025, menetapkan Garis Besar Haluan Organisasi dan AD/ART akan dihadiri oleh lebih dua ratus peserta dan peninjau dari 34 provinsi dan Perwakilan Salimah Luar Negeri (PSLN Taiwan).

Dalam sambutannya Ketua Umum periode 2015 – 2020, Siti Faizah menyampaikan, “Sebagai makhluk sosial, kemitraan merupakan sebuah kebutuhan asasi, keniscayaan dalam rangka meningkatkan partisipasi Salimah dalam berkarya dan berpartisipasi aktif menuju Indonesia unggul. Bergandengan tangan dengan pemerintah, swasta, media massa serta 96 ormas perempuan nasional yang tergabung di Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan 34 ormas muslimah yang tergabung di Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI).”
Pada kesempatan ini Penerbit Salimah akan meluncurkan Buku Ketiga dengan judul, ‘Salimah Berkisah Tentang Indonesia’. Buku ini merupakan hasil karya Tim Penulis Salimah di tiga puluh empat Provinsi di Indonesia, PSLN Taiwan dan Hongkong. Juga menggambarkan perjalanan kepengurusan Salimah di periode sebelumnya.

Dalam rangkaian acara Muktamar V ini, juga akan digelar festival Salimah bershalawat. Dan di penghujung acara, dalam memperingati Milad ke 20 Salimah, akan menggelar Konser lagu anak dengan tema “Berjuta Nada Untuk Anak Indonesia.” Akan didendangkan lagu-lagu karya pengurus Salimah di Indonesia dan sudah didaftarkan untuk mendapatkan Hak Cipta melalui Kementerian Koperasi.
Sekretaris Umum Salimah, Reny Anggraeny menyampaikan, “kami memberikan penghargaan kepada para mitra yang sudah bersinergi dengan Salimah selama ini. Banyak program kerja Salimah yang berjalan, karena mendapat dukungan dari para mitra. Penghargaan diantaranya kami berikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Badan Obat dan Makanan (BPOM), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI). Organisasi federasi, Kowani dan BMOIWI, mitra kemanusiaan, ACT dan Adara,” dalam informasinnya.

Salimah juga tidak melupakan sejarah. Dimana capaian saat ini, tidak lepas dari para pengurus sebelum. Karenanya juga disampaikan penghargaan kepada tiga Ketua Umum periode 2000 – 2005 DR Aan Rohana, periode 2005 – 2010 Dra Wiriangingsih, MSi, periode 2010 – 2015 Nurul Hidayati, S.Si, M.BA. Juga kepada para pendiri Salimah. Karena merekalah, Salimah dideklarasikan zainab, Umi Widhiyati, , DR Nursanita Nasution dan Yoyoh Yusroh (almh – diwakili oleh keluarganya).
Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Trisna Ningsih, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, berpesan, “terus berinovasi dalam mengolah menu2 kreatif dalam memanfaatkan sumber ikan. Menyambut baik kerjasama antara KKP dengan Salimah, demi meningkatkan sumber daya yang unggul,” ujarnya.

Mewakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maydian Werdiastuti sebelum membuka secara resmi membuka kegiatan Muktamar V Salimah, “semoga dapat berjalan lancar dan menghasilkan program kerja yang responsif,” harapannya.
Siti Faizah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, peserta dan peninjau Muktamar Kelima Salimah. Kepada seluruh donatur dan panitia yang terlibat dalam mensukseskan Muktamar. Secara khusus apresisasi bagi Keluarga Besar PP Salimah yang telah menyertai, mendukung, memberikan kinerja terbaiknya di Periode Keempat ini.

Mengenal Dan Memahami Pasangan

Inspirasi Keluarga (Oleh: Cahyadi Takariawan)

Mengenal Dan Memahami Pasangan

Bagaimana menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan dalam keluarga kita, juga menjaga keutuhan didalam kehidupan berumah tangga, kesempatan kali ini akan berbincang tentang bagaimana cara mengenal dan memahami pasangan, dan sisi apa yang harus dikenali dari pasangan.

Hidup berumah tangga itu adalah sebuah kondisi yang sangat dinamis, karena itu corak interaksi antara suami dan istri antara orang tua dan anak juga sangat dinamis.

Untuk mengetahui bagaimana cara menjaga keutuhan dalam berumah tangga secara harmonis jangan lewatkan perbincangan berikut ini.


Dengarkan I-DREAM RADIO 1044 AM
yang memberikan pendidikan dan Inspirasi

Untuk Jabodetabek bisa mengikuti siaran kami di frekwensi 1044 AM
Sedangkan untuk luar Jabodetabek tetap bisa mengikuti siaran kami melalui

Streaming : www.idreamradio.id
Unduh aplikasi I-Dream Radio di android

http://bit.ly/1044am

Jangan lupa ikuti sosial media kami

Instagram: @idreamradio
Twitter     : @idreamradio1044
Facebook : @idreamradio1044am
Youtube   : @I-Dream Radio

Fase Fase dalam Berkeluarga

Inspirasi Keluarga

(oleh : Ustadz Cahyadi Takariawan)

Fase Fase dalam Berkeluarga

Setiap orang yang berkeluarga pasti mengharapkan keluarga yang sakinah wa rahmah,
bagi anda yang baru ingin Hidup berkeluarga perlu tahu nih apa saja sih fase – fasenya dan bagaimana tips tips untuk melewati fase fase itu.

“Di dalam ilmu konseling dan dalam ilmu psikologoi itu, ada yang di sebut dengan ilmu fenomena yaitu mempelajari fenomena hidup berumah tangga, dalam rentang waktu yang panjang.
Dan dari pembelajaran itu bagaimana orang berumah tangga dianalisa, dipelajari, dilihat kondisinya lalu kemudian banyak menimbulkan teori tentang tahap – tahap hidup berumah tangga”.
begitu penjelasan Ustadz Cahyadi, nah penasaran bukan?

Disini kita akan belajar dan mengkaji bagaimana berumah tangga yang harmonis bersama Ustadz Cahyadi Takariawan

Komitmen Muslim Sejati

I-Dream RadioWisdom — Depok – Rabu (15/08) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI), mengadakan acara PROPEKA 2017 (Program Pengenalan Kampus) dengan tema ‘’Get Success With Sebi: Believe ALLAH Believe Yourself To Achive Your Future”. Acara ini dilangsungkan pada tanggal 14 – 17 agustus 2017 yang bertempat di Sebi Hall, STEI SEBI.

Salah satu rangkaian acara pada hari ini di isi dengan talk show bedah buku karya Dr. Fathi Yakan yang berjudul “Komitmen Muslim Sejati” bersama Ustadz Anwar Nasihin, yang di moderatori oleh Hari Dwi Cahya selaku ketua umum Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Birru SEBI. “Point-point yang harus di miliki sebagai muslim salah satunya ada dalam Al-baqarah : 208 “wahai orang-orang yang beriman….” kalimat ini menyeru kepada sesuatu yang dilakukan secara berjamaah, dan ini selalau ada pada setiap panggilan Allah dalam Al-Qur’an yang menyerukan untuk melakukan segala sesuatu secara berjamaah.” Ucapnya.

Ustadz Anwar juga menyampaikan “Kita mengambil pelajaran yang telah terjadi dari sejarah Indonesia yang hadir saat awal penjajahan di negeri pertiwi ini adalah karena belum terbentuknya satu kesatuan yakni masih di pimpin oleh raja-raja yang notabenenya adalah memegang kekuasaan sendiri-sendiri sehingga logikanya harus dipertanyakan kalau rakyat indonesia berjumlah lebih dari 100 juta jiwa tapi bisa kalah dengan kompeni atau rakyat belanda yang dahulu totalnya hanya berjumlah 7000 orang karena tidak ada persatuan yang mendasari suatu kekuatan ini di sinilah pentingnya ukhuwah atau berjamaah”.

Di akhir sesi beliau menyampaikan “Jama’ah yang kokoh terjalin dari ukuwah, saling memahami, lalu melahirkan cinta dan itu semua merupakan bagian dari dakwah yang di dasari dengan pembinaan, lalu bergerak melahirkan rasa optimis di landasi dengan ruh islam yang melekat sebab, ajaran-ajaran Islam ada di dalam ruhnya sehingga saat membayangkan sesuatu yang menyeramkan tidak akan mengecilkan langkahnya untuk menyerukan sesuatu yang salah, inilah hakikatnya komitmen muslim sejati.” Pesannya.

Acara di akhiri dengan sesi foto bersama dan juga pemberian cendra mata yang di wakili oleh Ahmad Nur Aziz selaku ketua pelaksana PROPEKA 2017. (sebi/baiti/idream)

Mudah Hafal Sulit Lupa

I-Dream RadioWisdom — Depok – (12/08) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) SEBI mengadakan acara tahunan untuk para calon mahasiswa baru yang bernama PROPEKA (Program Pengenalan Kampus) 2017 dengan tema “Get Success With Sebi: Believe ALLAH Believe Yourself To Achive Your Future”. Acara ini dilangsungkan pada tanggal 14 – 17 agustus 2017 dan technical meeting pada tanggal 12 agustus 2017. Acara ini bertempat di Sebi Hall, STEI SEBI.

Pada technical meeting ini diisi dengan pelatihan atau sharing mengenai Learning Skill yang bertemakan “Mudah Hafal Sulit Lupa” langsung dibawakan oleh Asep Ihsanudin dari Sekolah Guru Indonesia (SGI). “Dalam otak ada belahan kanan dan juga kiri dan umumnya manusia itu membawa satu otak, baik bagian kanan maupun kiri, otak kanan bersifat imajinatif, seni. Juga otak kiri bersifat tematik, analisis dan sebagainya.”

Beliau juga memaparkan cara yang jitu untuk menghafal yang sulit lupanya “Kuncinya agar Mudah Ingat Sulit Lupa”  adalah :

Memperbanyak koneksi otak baik itu dalam Membentuk koneksi yang ada dan juga membuat koneksi baru dan Juga mempertahankan pelajaran agar menjadi long term memory dengan menjadikannya sesuatu yang spesial menghubungkan emosi dengan ingatan, melakukan Pengulangan, lalu berimajinasi, dan di Asosiasikan.” ujar Beliau

Diakhir sesi beliau berpesan kepada para pencari ilmu khususnya para mahasiswa baru. “Dalam islam niat yang ikhlas, kesungguhan, berdoa, mengerjakan amal sholeh, dan tidak bermaksiat menjadi panduan dalam menuntut ilmu, yang tidak dapat di pisahkan dari langkah mencari ilmu yang berkah, dan ini pula yang di contohkan para pakar keilmuan islam.” Pesan beliau.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian cindera mata oleh Achmad Nur Aziz selaku ketua pelaksana PROPEKA 2017. (sebi/baiti/i-dream)

Rahasia Rezeki Allah, Belajar dari Anak Burung Pemakan Bangkai

I-Dream RadioWisdom — Seorang ulama dari Suriah bercerita tentang do’a yang selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do’a seperti berikut ini.

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ

Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats.  Apakah “bughats” itu?  Dan bagaimana kisahnya?

“Bughats” adalah sejenis burung pemakan bangkai.

Sebagian dari burung pemakan bangkai ketika bertelur dan menetas, anaknya tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak,

apalagi untuk terbang.

Lalu bagaimana ia makan dan minum…?

Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya.
Allah menciptakan aroma tertentu yang keluar dari tubuh anak bughat tersebut sehingga mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat dan serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak bughat dan ia pun memakannya.

ماشاءالله

Keadaannya terus seperti itu sampai tumbuh dewasa untuk bisa terbang mencari makan sendiri.

Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya. Dia-lah Allah, Ar Razaq, Yg Maha Penjamin Rezeki.

… نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا

Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia. (QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam:

“Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dalam qalbuku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta’atinya.”

Jadi tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki dan seringkali tidak mengindahkan halal haramnya rezeki  itu dan cara memperolehnya. Mari introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yang kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum. Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat.

Itulah sikap selayaknya seorang muslim.

اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)

Oleh sebab itu wahai kaum muslim, janganlah kita takut akan kurangnya rezeki, Allah Subhanahuwata’ala sudah mengatur rezeki. Sadarilah kitalah yang sebenarnya tidak pernah puas dan qanaah (menerima) dalam mensyukuri nakmat. Perbanyaklah bersyukur dan beristiqfar agar kita disayang Allah Subhanahuwata’ala.

Selamat bekerja.

Semoga hidup kita dicukupkan oleh rezeki yang halalan thoyyiban dan dipenuhi keberkahan didalam mencari karunia Allah Subhanahuwata’ala diatas muka bumi ini. Syaikh DR. Amr Khalid (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Kisah Karyawan Bank Syariah Resign dari Tempat Kerjanya

I-Dream RadioWisdom — Berikut kisah seorang karyawan yang memutuskan keluar dari tempat kerjanya karena tidak tahan lagi dengan berbagai penyimpangan syariah yang dilakukan bank syariah tempat kerjanya. Tekadku sudah bulat: keluar dari bank syariah tempatku bekerja, dan kini aku di ruangan atasanku untuk menyerahkan surat pengunduranku. Aku tidak peduli lagi ketika atasanku mencoba mempengaruhiku agar aku kembali berpikir ulang. Alhamdulillah.

Permohonan pengunduranku, yang kuajukan tiga bulan sebelumnya, akhirnya disetujui. Per November 2008 aku secara resmi resign dari tempat kerjaku. Bekerja di bank merupakan keinginan banyak anak muda. Termasuk aku. Aku memilih bekerja di bank syariah, antara lain karena berharap mendapatkan harta barokah, halal, dan juga bisa berdakwah, mengedukasi umat mengenai pentingnya mencari harta yang halal dan betapa bahaya dan besarnya dosa riba. Tapi aku memilih pindah karena yang kuimpikan tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kamu jangan gegabah, Mir. Kenapa kamu malah resign. Saya nilai, kinerja kamu bagus. Kita di sini kan untuk berdakwah,”

kata atasanku ketika aku menghadapnya untuk menyerahkan surat permohonanku. Berdakwah? Apa yang kualami sungguh berbeda dengan yang dia katakan. Aku mencoba melakukan hal-hal kecil di kantorku yang kuyakini kebenarannya. Meja makan di kantor kupisahkan. Yang untuk pegawai pria sendiri. Terpisah dengan meja makan pegawai perempuan. Tapi meja-meja makan itu dikembalikan ke posisi semula. Di kantorku ada lebih dari satu toilet. Aku mengusulkan agar satu toilet khusus untuk karyawati dan toilet lainnya untuk karyawan. Tapi aku malah dicemooh.

Aku pun mencoba menyampaikan hal-hal yang lebih prinsip. Bukan sekadar hal-hal remeh itu. Misalnya, aku pernah mengingatkan atasanku, dalam sebuah briefing pagi, bahwa hadis yang ia sampaikan itu lemah, sebagaimana pernah kubaca. Namun yang kusampaikan menjadi bahan tertawaan.

Aku pun pernah mengingatkan mengenai perlaku yang menurutku keliruannya sudah keterlaluan. Suatu hari aku mengikuti kegiatan outbond yang diselenggarakan oleh kantor pusat dan diikuti oleh karyawan berbagai kantor cabang. Salah satu kegiatan dalam pelatihan itu, trainer mengharuskan kami bergendongan dan berpelukan. Bukan sejenis, tetapi dengan lawan jenis. Aku menyampaikan protes. Tapi tanggapan yang kuterima membuat hatiku sakit.

“Tadi pagi saya dikritik oleh Amir. Katanya haram bersentuhan laki dan wanita. Walaupun prianya di sebelah tembok dan wanitanya di sisi yang lain, kalau hati kotor, ya tetap aja kotor,” kata direktur sumberdaya manusia bank tempat kerjaku, sembari tersenyum.

Aku merasa senyumnya itu mentertawaiku. Seakan aku anak ingusan yang tidak tahu sedikit pun mengenai agama Islam. Aku mencoba bersabar. Aku membatin, apakah mereka tidak pernah belajar agama Islam? Allahu’alam.

Menurutku, itu belum seberapa dibandingkan apa yang kualami kemudian dalam sebuah pelatihan lainnya. Seorang trainer, yang menurutku paham mengenai syariat Islam, dalam sebuah pelatihan yang kuikuti, menyampaikan sebuah permakluman yang menurutku sudah keterlaluan. Ia menerangkan, sesungguhnya kita belum bisa lepas dari sistem riba. Aku heran, mengapa mereka yang di bertugas di kantor pusat bisa berkata seperti itu.

Hal serupa terjadi dalam kegiatan pembelajaran mengenai zakat yang kuikuti. Kegiatan ini dinamakan basic training yang harus diikuti oleh setiap karyawan di tempat kerjaku. Kegiatan berlangsung seminggu. Materi disampaikan oleh seorang ustad muda. Di belakang namanya ada “Lc”-nya.

Ia menerangkan mengenai zakat profesi serta berbagai qiyas takaran nishabnya. Sampaikan ia pada pejelasan bahwa menurutnya zakat profesi tidak pernah dilakukan di zaman para sahabat.

Aku tidak menyia-nyiakan waktu saat ia memberi kesempatan kepada para peserta untuk bertanya. Aku bertanya mengenai dasarnya menentukan nishab zakat profesi. Ia menjelaskan panjang lebar. Dan akhirnya sampai pada pertanyaanku mengenai hukum zakat profesi.

Aku tidak terlalu puas dengan jawabannya. Aku kembali bertanya. “Ustad, kalau memang zakat profesi itu perkara baru yang tidak pernah dilakukan para sahabat, lantas kenapa kita harus melakukannya?” Jawaban dia membuatku mengelus dada.

“Inilah dia. Ini adalah ciri-ciri salafi, sedikit-sedikit tanya dalil, sedikit-sedikit bid’ah.”

Aku membatin, “Apa salahnya bertanya dalil? Mengapa pula harus dihubung-hubungkan dengan salafi?“

Pengalaman serupa terjadi pada kegiatan pelatihan lainnya. Materi disampaikan seorang ulama aktivis Majelis Ulama Indonesia. Wajahnya sering menghiasi layar kaca. Seorang peserta bertanya kepadanya. “Pak, mengapa di bank syariah lebih banyak karyawan yang tampaknya awam alias hanya sedikit paham agama?”

“Ya, ini memang sebuah pe-er bagi kita. Ketika kita ingin memperkerjakan orang yang paham agama, akan tetapi meraka tidak paham tentang perbankan, ketika kita memperkerjakan orang paham perbankkan untuk menangani urusan oprasional tetapi ia tidak paham syariat. Untuk itu, demi kelancaran, kita memilih yang labih paham masalah perbankkan.” Begitu kira-kira jawaban yang ia sampaikan.

Aku rasa tidak perlu menceritakan secara detil berbagai penyimpangan operasional perbankan syariah, karena perkara ini telah cukup dibongkar habis dan diterangkan para ustad di berbagai kajian mereka. Aku sendiri pun merasa berbagai hal di bank syariah tempat kubekerja tidak lagi sesuai dengan kebenaran yang kuyakini. Bukan saja kegiatannya cenderungmeninggalkan syariat. Namun juga tidak islami.

Menurutku, yang kulihat dan kualami belum seberapa. Masih banyak lagi penyimpangan yang menurutku sudah jauh dari  operasional perbankan syariah yang seharusnya. Bahkan syirik, khurafat dan lainya. Yang melakukan memang oknum. Tapi menurutku, oknum-oknum itu justru yang diberi kepercayaan untuk mengemban salah satu amanah syariah agama yang suci.

Innalillahi wainnaa ilaihi roji’uun.

Itulah alasan utamaku untuk memutuskan keluar dari tempat kerjaku. Oh, ya. Ada kisah kecil lainnya. Ini mengenai bekas atasanku. Ia, yang dipromosikan menjadi kepala cabang di kota lain, suatu hari berkunjung ke bekas kantornya, ya bekas kantorku juga, ya. Kepada rekanku yang masih bekerja di sana, ia mengorek informasi mengenai alasanku resign. Temanku itu menyampaikan kepadaku soal tanggapannya. Katanya, “Amir itu pikirannya terlalu picik. Mana bisa zaman sahabat mau dibawa kepada zaman sekarang.”

Keputusanku membuat dunia kecil di sekitarku bergoyang. Orangtuaku tidak setuju. Tapi akhirnya ia dapat memahami keputusanku. Alhamdulillah. Aku juga diberi istri yang qona’ah. Dia bukan hanya dapat menerima keadaanku. Bahkan ia mendukung keputusanku. Kami sama-sama bertekad menjauhi harta riba.

Sementara aku mencari pekerjaan lain, kami mencoba melakukan bisnis kecil-kecilan. Berjualan pisang bakar lalu yang kuantar ke warung-warung. Juga mengumpulkan koran-koran bekas untuk dijual. Bahkan aku menjadi tukang ketik, salles handphone sekenan, dan usaha serabutan lain. Aku mencoba mengerjakan apa saja sambil juga melamar kerja.

Tidak mudah. Hari pertama kami berjualan pisang bakar, malamnya aku demam. Warung kami hanya bertahan tiga bulan. Aku tutup karena kehabisan modal. Aku fokus melamar kerja. Tes demi test dan wawancara demi wawacara kulalui. Akhirnya aku diterima bekerja sebagai karyawan tetap perusahaan industri pendukung perusahaan minyak dan gas di luar daerah. Aku meninggalkan istri yang sedang mengandung anak kedua kami selama sebulan untuk mempersiapkan segala keperluan kepindahan kami ke daerah baru. Alhamdulillah, aku masih berkesempatan pulang setiap minggu menemui anak dan istriku. Sekarang, aku dan istriku yang sedang menunggu kelahiran anak ketiga kami.

Orang-orang mengatakan, ini daerah industri. Di tempat baru kami bisa belajar agama lebih baik karena banyak kajian dan para ustad. Istriku pun bekerja menjadi guru di salah satu sekolah Islam. Dia banyak belajar ilmu agama di sana. Aku ingin mengatakan, tidak semua cerita keluarnya karyawan dari pekerjaan lamanya karena perkara haram lantas mendapatkan pekerjaan baru lebih baik dalam hal penghasilannya. Penghasilanku sekarang tidak seberapa. Jauh lebih kecil ketimbang ketika bekerja di bank syariah. Andaikan seseorang keluar dari perbankkan syariah lalu menjadi jadi lebih kaya, pastilah akan banyak karyawan yang pindah kerja.

Bagiku, ketenangan dan keberkahan-lah yang utama. Jangan takut miskin. Tetaplah bekerja. Biarlah kami miskin harta, tapi kami percaya Allah Subhana wa ta’ala tidak akan pernah menyalahi janjinya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dan janji Allah bisa saja terjadi di dunia atau di akhirat, kelak.

(pengusahamuslim/baiti/i-dream)

 

Sulthon Al’Idhel, Pria Lumpuh yang Mengelola Ribuan Karyawan dengan Matanya

I-Dream RadioWisdom — Adalah kisah seorang Syaikh bernama Sulthon Bin Muhammad Al-‘Idzel (50 tahun), ketika Allah mengujinya dengan penyakit syaraf yang melumpuhkan seluruh anggota badannya. Dengan sisa indera pendengaran dan penglihatan dia bertekad kuat untuk bangkit menjadi pengusaha sukses, dia mampu menjalankan beberapa perusahaan, yang membawahi ribuan karyawan. Bahkan dia menjadi penulis buku setebal 2.000 halaman, yang mengisahkan tentang Raja Abdul Aziz dengan kata pengantar Raja Salman bin Abdul Aziz yg waktu itu masih berstatus pangeran.

Sulthon Al’Idhel mengidap penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) semacam penyakit meurologis serius yang menyebabkan kelemahan otot, kecacatan hingga kematian. Penyakit ini juga menimpa ilmuwan terkenal Stephen Hawking.

Kehidupan Sulthon Al’Idhel sebelumnya normal pada umumnya, dia menghabiskan masa muda di Ibukota Riyadh hingga kuliah disebuah Institute setempat. Kemudian ditahun 1980 dia melanjutkan studinya ke Universitas Portland, Amerika, mengambil jurusan Teknik Listrik. Dia pernah mendapat penghargaan dalam bidang Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan dari Covey Leadership Center dan pernah juga mendapatkan penghargaan bergengsi dari Franklin Covey.

Kemudian ia kembali ke negeri asalnya untuk membangun ekonomi. Dia mengawali perjuangan yang sulit apalagi dia baru pertama terjun dalam dunia bisnis. Berkat bantuan relasi dan pihak kerajaan Saudi karirnya dalam bisnis mulai melejit.

Namun pada tahun 1997 dia mendapat ujian dari Allah berupa sakit syaraf. Puncaknya pada tahun 2002 tubuhnya lumpuh total kecuali mata dan bibir yang bisa digerakkan. Inderanya juga mengalami nasib yang sama kecuali penglihatan, pendengaran dan rasa. Bahkan dia bernafas dengan tabung bantuan respirator yang langsung terhubung dengan perutnya.

Dengan kondisi yang serba kekurangan, dia pernah mengungkapkan isi hatinya pada wawancara khusus yang diliput majalah Arrojul. Dia mengatakan,

“Saya menasehatkan, segala penyakit itu datang dari Allah Subhanahu Wa ta’ala, jangan pantang menyerah dan selalu bersabarlah dengan musibah yg menimpa kita. Dan yakinlah bahwa Allah bersama dengan orang-orang sabar, dan tidaklah bertambahnya sakit agar kita semakin dekat dengan Allah. Mari kita meneladani hadis dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah musibah terus menimpa terhadap seorang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan pada dirinya, anaknya dan harta bendanya hingga nanti bertemu Allah tidak tersisa kesalahan sama sekali.” Dan seharusnya sakit tidak menjadi penghalang hidup kita.

Pada tahun 1994 Sulthon Al’idhel mendirikan SMSA Expres, bekerjasama dengan Fedex Internasional, semenjak saat itu perusahaannya berkembang sangat pesat. Jaringannya sangat luas yang menghubungkan 200 kota di Saudi Arabia. Ia mempunyai 1.000 armada besar yang tersebar seluruh dunia. Perusahaannya sudah melayani hingga 200 negara.

Suatu hari dalam kunjungannya ke Amerika dia melihat toko donat yang dikemas indah dengan aneka rasa . Merek donat tersebut bernama “Dunkin’ Donuts”, ide bisnisnya berjalan. Lalu pada tahun 1996 secara eksklusif dia memegang brand “Dunkin’ Donuts” untuk dipasarkan di Riyadh. Dan kini cabangnya sudah menyebar di berbagai pelosok Saudi.

Dan dia juga mempunyai perusahaan yang bergerak dibidang Security dan Safety (flamenco) dan menjadi salah satu anggota dewan perusahaan yg bergerak bidang ekspor-import.

Keadaan Sulthon Al’idhel yang tidak mempunyai kemampuan berbicara dan mengangkat pena ini dia habiskan dihadapan komputer. Dia memperbanyak membaca dan meneliti berbagai ilmu, bahkan dia mampu menulis dengan isyarat matanya sebuah buku biografi mendiang raja Abdul Aziz setebal 2.000 halaman yg terbagi menjadi 2 jilid.

Abu Najmah Minanurrohman (pengusahamuslim/baiti/i-dream)

Sumber:

1. http://www.mazyun.com/article/%D8%B3%D9%84%D8%B7%D8%A7%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%B0%D9%84-%D8%B4%D8%AE%D8%B5%D9%8A%D8%A9-%D8%B3%D8%B9%D9%88%D8%AF%D9%8A%D8%A9-%D8%A8%D8%A7%D9%87%D8%B1%D8%A9-1723211

2. https://www.behance.net/gallery/32538255/_

3. http://www.arrajol.com/content/%D8%B1%D8%AC%D8%A7%D9%84-%D8%A7%D8%B9%D9%85%D8%A7%D9%84/4616

4. http://almaghlooth.com/?p=867

5. http://www.alriyadh.com/976970

 

Dzikir Dua Menit Pahalanya Sebukit

I-Drem Radio — Wisdom — Waktu begitu berharga dalam Islam. Hanya dalam dua menit Anda bisa mendapatkan pahala sangat besar. Syaratnya : mengamalkan dzikir: subhaanallaah wa bihamdih (سبحان الله وبحمده) 100 kali setiap hari—gugurlah semua dosa Anda, walau sebanyak buih di lautan.

Waktu adalah harta. Ada yang bilang time is money.Orang sukses pandai memanfaatkan waktu. Siapa pun Anda—pengusaha, pelajar, ulama, peneliti—modalnya waktu. Yang menakjubkan, tak ada agama yang lebih menghargai waktu melebihi Islam.

Ironisnya, tak ada umat yang lebih pandai menyia-nyiakan waktu melebihi kaum Muslimin. Dijamin tak ada seorang pun yang menolak bila ditawari investasi waktu yang hasilnya datang super cepat dalam jumlah super hebat. Apalagi hanya butuh dua menit, tapi hasilnya bisa untuk menutup semua kerugian.

Ini penawaran sangat serius. Dua menit? Ya, bahkan bisa kurang. Ini karena yang menawarkan teramat sangat kaya, dan sanggup melakukan apa saja! Dialah Allah, Pencipta Alam Semesta dan Pemberi Rezeki seluruh makhluk-Nya.

Kerugian sejati adalah merugi waktu. Jika umur berkurang namun kebaikan tak bertambah, rugi namanya. Jika umur berlalu, namun dosa semakin menumpuk, yang ini rugi telak! Akan tetapi, selama kita masih punya waktu, yang kurang dari dua menit itu, semua kerugian tadi bisa ditutup. Caranya? Simak hadis berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan subhaanallaah wa bihamdih (سبحان الله وبحمده) seratus kali setiap hari, maka gugurlah semua dosanya walau sebanyak buih di lautan! (HR. Bukhari No. 6405, dan Muslim No. 2691).

Sekali lagi, Anda hanya perlu dua menit. Bahkan bisa lebih singkat untuk mengucapkannya 100 kali bacaan tersebut. Hasilnya ruarrr biasa! Dosa-dosa Anda akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.

Zhahir hadis menunjukkan semua dosa dapat terampuni melalui amalan tersebut. Tetapi para ulama menafsirkan dosa yang dimaksud adalah dosa kecil. Sebab dosa besar hanya diampuni melalui taubat. (Subulus Salaam, 4/216)

Imam Ibnu Abdil Barr mengatakan, hadis tersebut termasuk hadis paling indah yang berbicara fadhilah dzikir. (At Tamhid,22/18)

Para ulama menjelaskan, anjuran mengucapkan dzikir tersebut sifatnya mutlak. Bisa dilakukan kapan saja. Pagi, siang, sore. Sekaligus atau dicicil. Inilah kelebihan ibadah dzikir yang sangat fleksibel namun luar biasa faedahnya. Allah berfirman,

yang artinya:

“Bila kalian usai mengerjakan sholat, maka ingatlah Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.” (An Nisa’:103)

Bila usai Subuh Anda mengantuk, silakan membacanya sambil berbaring. Mudah. Bila tak punya banyak waktu, bacalah sambil duduk, sambil berjalan pulang. Tidak ada yang sulit dan menyulitkan.

Tapi tunggu dulu. Sekadar komat-kamit tanpa paham yang dibaca tidak sama nilainya dengan menghayati bacaan dengan penuh konsentrasi.

Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan,

“Pahala ini tidak sekadar menjadi imbalan atas ucapan lisan semata. Memang, kalaulah seseorang membacanya dengan lisan namun lalai terhadap maknanya, tidak mau menghayati, hati tidak selaras dengan lisan, dan tidak menyadari hakikat dan keagungan apa yang diucapkan, namun ia masih berharap dapat pahala; maka kadar dosa yang diampuni akan sesuai dengan apa yang ada di hati.

Alasannya, karena keutamaan masing-masing amal bukan diukur dari bentuk dan jumlahnya. Namun dari apa yang ada di hati  pelakunya. Boleh jadi ada dua amalan yang bentuknya sama persis. Namun selisih keutamaannya sejauh antara bumi dan langit.

Sebagaimana dua orang yang berdiri dalam satu shaf dan sama-sama sholat di belakang imam. Akan tetapi perbedaan nilai sholat mereka sejauh antara langit dan bumi. (Madarijus Salikin, 1/331)

Nah, agar mendapat imbalan maksimal, marilah kita selami makna ucapan tersebut.

Apa Makna (سبحان الله وبحمده) ?

Makna (سبحان الله) ialah aku menyucikan Allah dari setiap aib dan kekurangan, dengan meyakini bahwa Dia-lah yang maha sempurna dari semua sisi. Sedangkan (وبحمده) artinya tasbih tadi kuucapkan dengan menghaturkan segala puji bagi Allah. (Syarh Riyadhus Shalihien, oleh Ibn Utsaimin)

Ketika mengucapkan kalimat tadi, cobalah Anda resapi maknanya. ingatlah Allah dengan segala sifat-sifat keagungannya yang tak memiliki aib maupun kekurangan sama sekali.

Ketika mendengar Allah berada di atas ‘arsy (istawa ‘alal ‘arsy), katakan subhaanallaah (maha suci Allah), dan tepislah semua gambaran yang terlintas di benak Anda tentang kaifiyat istiwa’ Allah tersebut.

Demikian pula saat mendengar Allah berada di atas, Allah turun ke langit dunia. Allah memiliki wajah, kedua tangan, jari-jemari, kedua mata, betis, kaki, dan semua keterangan tentang dzat dan perbuatan Allah, katakan subhaanallaah dan tepislah semua khayalan yang terlintas di benak Anda, karena semua bayangan tadi adalah batil. Allah berfirman, yang artinya:

“Tiada sesuatu pun yang mirip dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Allah memiliki dzat, namun tidak sama dengan dzat apa pun. Allah memiliki wajah, namun tak sama dengan wajah siapa pun. Allah memiliki kedua tangan, jari-jemari, kedua mata, betis, dan kaki. Namun semuanya tak sama sedikit pun dengan apa yang pernah kita lihat. Dengan demikian, semua khayalan yang terlintas di benak Anda saat mendengar sifat-sifat Allah tadi otomatis harus Anda hilangkan.

Intinya, kita imani semua sifat Allah dengan menerima lafaznya, memahami maknanya sesuai tekstualnya. Tidak menakwilkannya. Tidak menolaknya. Tidak menyerupakannya dengan sifat makhluk. Dan tidak menanyakan bagaimana hakikatnya. Allahu a’lam.*

Pull Quote:

Tak ada agama yang lebih menghargai waktu melebihi Islam. Ironisnya, tak ada umat yang lebih pandai menyia-nyiakan waktu melebihi kaum Muslimin.
Jika umur berkurang namun kebaikan tak bertambah, kita rugi. Jika umur berlalu, namun dosa semakin menumpuk, kita rugi telak!
Barangsiapa mengucapkan subhanallah wa bihamdih 100 kali setiap hari, gugurlah semua dosanya walau sebanyak buih di lautan.

Para ulama menafsirkan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis bacaan tasbih adalah dosa kecil. Sebab dosa besar hanya diampuni melalui taubat.

Boks: Makna Dzikir, Tasbih, Tahmid

Islam adalah agama yang sangat menghargai waktu.
Membaca subhanallah wa bihamdih 100 kali menghapus dosa sebanyak buih di lautan.
Berdzikir diiringi perenungan pahalanya lebih besar dibandingkan hanya sebatas diucapkan tanpa perenungan.
Makna merenungi dzikir adalah menyadari hakikat dan keagungan apa yang diucapkan disertai harapan mendapat pahala dan ampunan dosa.
Makna tasbih adalah menyucikan Allah dari setiap aib dan kekurangan, dengan meyakini bahwa Dia-lah yang maha sempurna dari semua sisi.
Makna tahmid adalah menghaturkan segala puji bagi Allah.
Ketika mendengar semua keterangan tentang Allah dalam Al-Quran, sikap yang sesuai dengan ajaran sahabat adalah mengimaninya sebagaimana teksnya, tidak mengkhayalkannya, mentakwilnya, menolaknya, atau menyerupakannya dengan apa yang dimiliki makhluk.

Ustadz DR. Sufyan Basweidan, MA (pengusahamuslim/baiti/i-dream)