Islam dan Demokrasi: Landasan Al Quran dalam Moderasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia

Oleh: Fahrudin Alwi1

Islam dan demokrasi masih menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat Indonesia, khususnya Muslim. Diskusi mengenai demokrasi semakin hangat ketika mendekati momentum pemilihan umum, baik di pusat maupun daerah, baik legislatif maupun eksekutif. Demokrasi masih dipertanyakan “kehalalannya” oleh sebagian kelompok, sehingga menimbulkan gelombang “golput” yang cukup tinggi dalam kalangan Islam. Alasan utama yang disampaikan kelompok tersebut dalam pelarangan masuknya Islam dalam dunia politik adalah berkaitan dengan penafsiran akan teologis: bahwa Islam lahir dengan konsep pemerintahan Islam sebagaimana Nabi, para Sahabat, dan Kekhalifahan dalam Islam. Tidak ada nash dan dalil yang menjelaskan bahwa demokrasi adalah ajaran Islam. Ia adalah produk barat yang bisa sangat merusak ketika digunakan oleh Muslim. Demokrasi diciptakan barat untuk menjadikan negeri Muslim terpecah belah dalam faksi-faksi dan partai dengan menjadikan voting sebagai sebuah esensi dari demokrasi itu sendiri. Alasan pendukung dari kelompok yang melarang masuknya Islam dalam dunia demokrasi adalah tidak adanya kesejahteraan yang merata dalam demokrasi. Kekayaan akan mengalir dan berputar pada kalangan elit politik partai dan faksi. Sementara orang lemah akan tetap menjadi mustad’afin (red-orang lemah) karena praktik politik uang dan kronisme yang tetap mengalir deras dalam demokrasi.

Sikap pandangan pertama ini tentu tidak memberi kemaslahatan yang banyak karena pemimpin akan tetap terpilih meski sebagian umat Islam mengambil sikap untuk “golput”. Artinya, dalam konteks ini, justru umat Islam yang nantinya dirugikan karena mereka yang berpartisipasi dalam demokrasi adalah orang-orang yang tidak memiliki keberpihakan pada Islam. Dalam pandangan lain yang lebih luas, Islam adalah sebuah pandangan hidup, way of life, yang di dalamnya mencakup seluruh kehidupan manusia, mulai ekonomi, sosial, dan dalam konteks ini termasuk kehidupan politik. Maka memisahkan Islam dari kehidupan politik adalah bentuk sekularisasi sebagaimana barat memisahkan agama dari kehidupan bernegara. Pandangan kedua ini ditambahkan bahwa kerangka politik harus dilingkupi oleh semangat dan kerangka sistem nilai dan akhlak Islami. Islam tidak mewariskan dan mewajibkan penerusnya untuk menggunakan “konsep Khilafah” sebagaimana tidak adanya dalil dan nash khusus berupa hadits dan sumber lainnya akan kewajiban ini. Artinya, Islam bisa menyesuaikan kondisi zaman dengan tetap memegang akhlak, nilai-nilai, moral, dan etis Islam dalam kehidupan berbangsa.

Islam memang tidak memiliki preferensi politik tertentu, namun Islam memiliki pedoman kehidupan bernegara dengan adanya musyawarah –syuro-, konsep amanah, keadilan, dan seterusnya. Sehingga dengan mencoba mengimplementasikan pedoman tersebut, umat Islam akan meminimalisasi mudharat yang mungkin muncul dari demokrasi. Islam sendiri lahir dengan tanpa ada sekularisasi dan pemisahan antara kehidupan beragama dengan kehidupan

sehari-hari termasuk berpolitik sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun1 tentang pentingnya kehidupan yang komprehensif dan menyeluruh. Ibnu Khaldun menyampaikan bahwa Islam adalah sebuah agama yang menjadi landasan yang sangat kuat dan penting dalam kehidupan politik, terutama sebagai dasar yang mampu memperkokoh interpretasi ashabiyah atau solidaritas kelompok yang lebih luas.2

Pendapat akan maslahat mudharat menjadi pertimbangan para ulama kontemporer seperti Yusuf Al-Qardhawi3 dalam memaknai demokrasi. Apabila umat Islam tidak berkontribusi dalam demokrasi, maka negara akan diisi oleh pemimpin yang tidak diketahui keberpihakannya.4 Di dalam Al Quran sendiri terdapat banyak ayat yang terkait dengan pedoman dan prinsip utama demokrasi, di antaranya adalah ayat yang berkaitan dengan musyawarah: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran: 159). Ayat lain yang berkaitan dengan demokrasi terutama keadilan yakni surat Al Maidah ayat 8, Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Selain dua ayat di atas, ada juga penjelasan tentang kebebasan berpendapat dengan lingkup ketaatan sebagaimana terdapat pada surat An Nisa’ ayat 59, Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Jika dilihat basis empiriknya, menurut Aswab Mahasin5, agama dan demokrasi adalah suatu hal yang berbeda. Agama berasal dari wahyu sementara demokrasi berasal dari pergumulan pemikiran manusia. Dengan demikian agama memiliki dialeketikanya sendiri. Namun begitu menurut Mahasin, tidak ada halangan bagi agama untuk berdampingan dengan demokrasi sebagaimana dijelaskan di depan, bahwa elemen-elemen pokok demokrasi dalam perspektif

Islam meliputi musyawarat, keadilan, kebebasan berpendapat, dan lain sebagainya.

Dalam ruang lingkup berbangsa dan bernegara, moderasi menjadi sebuah titik tengah antara kedua pendapat tersebut. Juga titik tengah antara pemeluk Islam dengan keyakinan lain dalam berdemokrasi. Hal ini selaras dengan sebuah pemaknaan bahwa moderasi adalah upaya intermediasi antar kelompok yang berbeda agar terjadi saling memahami dan dapat membangun kepercayaan satu sama lain. Intermediasi ini dilakukan dengan membuka dialog dan bersikap terbuka dengan tetap memiliki prinsip pada kebenaran yang hakiki.1 Bagaimana kita memegang teguh sebuah prinsip haruslah ditunjukkan dengan sebuah sikap yang bersahabat dan kemauan untk berdialog sehingga tidak menimbulkan friksi dan kekakuan dengan pihak lain. Maka dengan demikian, moderasi kita artikan sebagai suatu sikap yang dapat selalu kita jadikan acuan dasar untuk menyikapi dan memaknai berbagai situasi yang terjadi.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah ayat akan moderasi dan toleransi dalam berdemokrasi: Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan.” (QS. Al Baqarah: 256). Islam mengabarkan bahwa telah benderanglah kebenaran dan kesalahan, dan tidak ada paksaan atas sebuah pilihan termasuk dalam konteks ini adalah pilihan dalam demokrasi. Sungguh ketika ayat ini dimaknai lebih dalam, niscaya masing-masing umat Islam akan menghormati dan bertolerani akan pilihan orang lain dengan tetap mengedepankan ukhuwah, persatuan Indonesia, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

  1. Fahrudin Alwi, mahasiswa pascasarjana di Sekolah Kajian Stratejik Global (SKSG) Universitas Indonesia dengan konsentrasi Islamic Studies. Saat ini aktif sebagai peneliti di InMind Institute (Inisiatif Moderasi Indonesia)
  2. Abu Zayd ‘Abd ar-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami, lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H/27 Mei 1332 M. Dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini, ahli politik Islam, dan bapak Ekonomi Islam (karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya). Salah satu karya fenomenal yang terkenal adalah kitab Muqaddimah, yang merupakan buku pendahuluan dari kitab Al-‘Ibar.

  3. Abdul Muta’ali, Membangun Negara Kuat: Kontribusi Islam terhadap Pemikiran Politik Barat, (Depok: UI Press, 2013), hlm. 6

  4. Dr. Yusuf al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab, Kairo, Mesir, 9 September 1926). Dikenal sebagai cendekiawan Muslim dengan berbagai karya kontemporer.

  5. Sigit Ridwan Abdullah, Tujuan Negara dalam Islam Menurut Yusuf Al Qaradhawi. IKPM Gontor, 2017.

  6. Aswab Mahasin dalam Imam Aziz, et.al., (ed). Agama, Demokrasi dan Keadilan, Jakarta, Gramedia. 1999, hal. 30.

  7. Hardiyanto Widyo, Inisiatif Moderasi Indonesia, Jakarta 28 September 2020. InMind.id

Milad ke Dua Puluh Salimah Gelar Konser Lagu Anak

Idreamradio.id – Jakarta – Di akhir rangkaian acara Muktamar V Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah), yang juga syukuran Milad ke dua puluh, Salimah menggelar konser kemanusiaan dengan tema ‘berjuta nada anak Indonesia’, Ahad 8/4/2020 di hotel Millennium Jakarta.
Etty Praktiknyowati yang baru ditetapkan sebagai ketua umum Salimah menjelaskan, “Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan Salimah atas minimnya lagu yang sesuai dengan usia dan karakter anak. Dimulai dengan Salimah membuat lomba lagu anak pada acara Silaturahmi Koperasi Salimah tahun 2017 lalu dan terpilihlah 7 lagu sebagai pemenangnya.”
Lagu perdana yang diluncurkan dari lagu anak ini adalah lagu ‘Ayo Bermain’ yang dinyanyikan oleh Salimah Kids Voice. Lagu ini merupakan lagu gubahan dari ibu Kamelia mewakili PD Samarinda Kalimantan Timur. Video klip lagu ini sudah ditayangkan di youtube Persaudaraan Muslimah. Dan sudah mendapat Haki melalui Kementerian Koperasi.
“Dalam video klip ini, Salimah melibatkan anak-anak pengurus dan anggota dalam mensukseskan Konser Lagu Anak. Berharap bisa menumbuhkan rasa memiliki pada anak-anak kepada lagu-lagu yg dipersembahkan buat mereka, sesuai kebutuhan masa perkembangan usia anak. Anak-anak bisa menjadi pihak yg turut mensosialisasikan kepada teman-teman sendiri,” ujar bu Faizah ketua Umum Salimah periode 2015 – 2020.

Fatih, salah satu anak yang turut menyanyikan lagu ayo bermain mengungkapkan perasaannya, “senang dan bangga ada di youtube, bisa tampil di Konser Lagu Anak. Jadi lebih percaya diri dan lebih berani tampil,” katanya.

Dalam rangka launching lagu ini, Salimah mengadakan konser yang berbentuk drama musikal. “Tujuannya menggugah masyarakat untuk semakin peduli akan kebutuhan anak, karena anak belajar salah satunya dari bermain dan bernyanyi,” ujar Fidi salah satu penanggung jawab acara konser ini. Acara ini dihadiri ratusan praktisi pendidikan, orang tua dan anak-anak.
Acara drama musikal ini akan mengajak orangtua memahami isi hati anak sekaligus mengajarkan anak untuk berempati dengan sesama. Turut memeriahkan acara ini, artis muda Alifa dan Denias KDI serta Green Voices.
Penyelenggaraan konser lagu anak yang bermisi kemanusiaan ini, Salimah bekerja sama dengan ACT dan MRI. Selain peduli pada perkembangan anak, acara ini juga ingin mengajak masyarakat ikut peduli pada bencana yang terjadi disekitar kita. Diharapkan, masyarakat sebagai mitra pemerintah dapat bahu membahu menolong sesama yg membutuhkan bantuan.

Muktamar V Salimah Tetapkan Etty Praktiknyowati sebagai Pemimpin Baru

idreamradio.id, Jakarta – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) merupakan ormas perempuan, bulan Maret ini mencapai usia 20 tahun, menyelenggarakan Muktamar ke lima. Sejak Jumat hingga Ahad 6 – 8 Maret 2020 di Hotel Millennium Jakarta.
Acara tertinggi ormas yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Dalam momen ini, membahas AD/ART, GBHO dan memilih ketua untuk lima tahun mendatang.

Pemilihan yang dilaksanakan Sabtu, 7/3/2020 telah metetapkan Ir. Etty Praktiknyowati sebagai Ketua Umum, Sinta Santi Usmandin, Lc sebagai Ketua satu dan Reny Anggrayni S.T sebagai Ketua dua. Dengan visi organisasi ‘Menjadi Ormas Pelopor dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Perempuan, Anak dan Keluarga Indonesia’.

Dalam pidato perdananya, Etty yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Departemen Ekonomi dan Dirut PT Salimah Prakarsa Cemerlang menyampaikan, “ini ada amanah. Sebagaimana dalam Qur’an Surat Ibrahim 24 hingga 25,
أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ وَفَرۡعُهَا فِي ٱلسَّمَآءِ

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ

(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.

Ini adalah sebuah proses, kami dipilih dan akan berusaha juga berharap ini adalah fase buah-buah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini juga merupakan bentuk rasa syukur, Allah mengabulkan hajat saya untuk selalu dikumpulkan bersama orang-orang shalih,” tuturnya.

Nurul Hidayati, sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Salimah Pusat (DPSP) berpesan, “jangan sia-siakan apa yang ada di hadapan kita, sebagaimana yang digambarkan dalam Hadits Rasulullah SAW, ‘ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang (HR Bukhari Muslim).” Nurul juga menjelaskan mengenai lima tingkat kepemimpinan. Digambarkan bagaimana pemimpin harus bisa berkembang. Dari yang awalnya karena posisi di mana orang mengikutinya karena harus, menjadi orang mengikuti karena mereka mau, hingga akhirnya muncul pemimpin yg mendapatkan penghargaan karena memang dia pantas mendapatkannya. Pemimpin yang menginspirasi.

Dalam serah terima kepemimpinan, Siti Faizah berpesan, “selamat kepada pemimpin baru yang mendapat amanah dalam muktamar ini. Lanjutkan estafeta dakwah Salimah dengan pengurus yang solid untuk mewujudkan Salimah menjadi pelopor kebaikan,” ujarnya.

Semoga periode ke lima dengan pemimpin baru dan tim yang solid, Salimah bisa menjadi organisasi yang dapat memberi contoh, dengan program yang kreatif dan inovatif sehingga bisa menjadi pelopor dan semakin memberi manfaat untuk perempuan, anak dan keluarga Indonesia.

Milad 20 Tahun Salimah Adakan Lomba Video Profil

Jakarta – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) genap berusia duapuluh tahun. Bertepatan dengan Muktamar V Salimah yang dilaksanakan Jumat – Ahad, 6 – 8 Maret 2020 di Hotel Millennium Jakarta.

Dalam rangka Muktamar dan Milad ini, Departemen Humas dan Media PP Salimah menyelenggarakan lomba video profil Salimah dengan tema ‘Salimah Peduli Perempuan, Anak dan Keluarga Indonesia’. Sesuai dengan visi Salimah, ‘Menjadi Ormas Perempuan yang kokoh dan dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia’.

“Dalam lomba ini kami menantang Humas Salimah untuk menampilkan hal-hal membanggakan tentang Salimah. Video tersebut dapat meceritakan Salimah dalam sudut pandang yang berbeda sesuai dengan kearifan lokal masing-masing. Bisa menampilkan pengurus, produk, aktifitas, kegiatan Salimah, dan sebagainya. Karya boleh dalam bentuk animasi, dokumenter, drama, info grafis dan Vlog dan lain-lain, dengan durasi satu menit,” ujar Iin Indarwati ketua Departemen Humas dan Media.

Melalui video pendek tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal Salimah dengan beragam aktifitas di seluruh Indonesia dan turut mendukung serta terlibat dalam kegiatan Salimah. Seluruh Video pemenang ditayangkan pada acara Muktamar dan Milad Salimah 2020.
Lomba dimulai sejak awal Desember 2019 hingga akhir Januari 2020. Dari empat puluh lima kiriman video, dipilih 3 juara pilihan juri dan 2 juara favorit berdasar jumlah ‘like’ di akun youtube terbanyak. Dengan kriteria penilaian, kreativitas dalam memvisualisasikan dan mendeskripsikan tema.
Sebelum lomba dimulai, Humas Salimah telah mendapatkan pelatihan melalui grup Whatsapp. Grup yang terdiri dari seluruh humas Salimah se Indonesia dari tingkat Pimpinan Wilayah (PW) hingga Pimpinan Daerah (PD), yang menjadikan sarana belajar secara online untuk meningkatkan kemampuan kehumasan.

Untuk pelatihan video ini, Humas Salimah mendapat tiga tema materi. Smartphone Videography, Konten Video Profile dan Skenario pembuatan video. Di mana yang memberikan materi adalah para praktisi media terutama video yang pakar di bidangnya.
Dari empat puluh lima kiriman video, diseleksi menjadi tiga belas nominasi yang dianggap memenuhi kriteria. Beberapa komentar diberikan ketika informasi nominasi ini diumumkan di grup. “Alhamdulillah kedua video kami masuk nominasi. Tidak nyangka. Masuk nominasi saja sudah bersyukur sekali,” ungkap Endah Humas Banjarmasin Kalsel. Barokalloh kepada PD dan PW yang sudah masuk nominasi, ikut bahagia dan senang,” tulis Nuseu Humas Ciamis Jabar. Uniknya para peserta lomba, mereka saling memberi selamat dan saling memberi ‘like’ pada video peserta lain. Inilah indahnya persaudaraan.

Setelah melakukan seleksi, juri menetapkan Juara satu dari PW Kalimantan Selatan dengan judul video ‘Di sana Ada Cinta’. Juara dua, PD Kudus Jateng dengan judul ‘Peresmian Sekretariat Salimah Kudus’ dan juara tiga dari PW Sumatera Utara dengan judul video ’17 Tahun Berbakti Untuk Sumatera Utara’. Juara favorit satu dengan like terbanyak diperoleh PW Jawa Barat dengan judul video, ‘Salimah Jabar untuk Indonesia’ dan favorit kedua diperoleh PD Karanganyar Jateng dengan judul ‘Salimah Karanganyar’
Selamat kepada para pemenang. Semoga semakin giat melaksanakan kegiatan, memberi manfaat pada masyarakat dan mendokumentasikan juga mempublikasikannya dengan baik dan terus mengasah diri

KSSI gelar RAT di Muktamar V Salimah

Jakarta – Melalui serangkaian acara Muktamar Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) juga diadakan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Salimah Sejahtera Indonesia (RAT KSSI) tahun tutup buku 2019 di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Sabtu 07/03/20.

KSSI merupakan salah satu koperasi anggota pendiri Koperasi Sekunder Induk Koperasi Keluarga Kossuma Indonesi (Inkossuma) yang didirikan pada tanggal 6 Maret 2016 yang lalu.

Dalam pengelolaannya KSSI bekerjasama dengan PT. Andalan Mitra Cakrawala (AMC). Koperasi yang lahir atas inisiasi ormas Salimah ini beranggotakan pengurus Salimah di tanah air dan keanggotaan terbuka untuk semua warga negara Republik Indonesia.

Dalam penyelenggaraan koperasi RAT merupakan kelengkapan organisasi yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam koperasi yang dihadiri lebih kurang seratus lima puluhan orang.

Dalam pembukaannya Nursanita Nasution selaku ketua KSSI menyampaikan ucapan terimakasih dan pembagian SHU yang memang tidak banyak namun ada peningkatannya dari pada tahun yang lalu.
Nursanita yang akrab disapa butet ini mengajak seluruh peserta rapat untuk menjadikan koperasi sebagai koperasi keluarga dimana KSSI memiliki produk umroh, Nikah, Aqiqah, dan Qurban.
Di akhir pembukaannya, Nursanita Nasution mengutip ungkapan M. Hatta, proklamator Indonesia, “Perekonomian sebagai usaha bersama dengan berdasarkan kekeluargaan adalah koperasi karena koperasi- lah yg menyatakan kerjasama antara mereka yg berusaha sebagai suatu keluarga.

Senada dengan Nursanita Nasution, Pengawas KSSI, Etty Pratiknyowati yang juga merupakan ketua Departemen Ekonomi PP Salimah mengajak seluruh peserta untuk rajin menabung sebagai realisasi dari program departemen ekonomi yaitu Gen Salimah.

Wahyuni perwakilan Kemenkop menyampaikan koperasi KSSI ini sangat baik sebagai koperasi syariah yakni adanya pengawas syariah yang bersertifikat. Dalam arah kebijakan koperasi sektor ril, koperasi dapat dilakukan pengembangan UMKM di wilayah. Dan dapat dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga sebagai upaya memfasilitasi anggota koperasi dengan pihak-pihak umkm lainnya.
Koperasi KSSI ini salah satu koperasi modern, karena menjadikan pelayanan online sebagai salah satu program strategis

Muktamar V Salimah Tingkatkan Kemitraan Menuju Indonesia Unggul

Jakarta – Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (Salimah) menyelenggarakan Muktamar Kelima yang akan berlangsung dari tanggal 6-8 Maret 2020 di Hotel Millenium, Jakarta bertema, “Meningkatkan Kemitraan Organisasi Menuju Indonesia Unggul.”

Muktamar sebagai musyawarah tertinggi organisasi yang diselenggarakan lima tahun sekali ini untuk memilih Ketua Umum PP Salimah 2020-2025, menetapkan Garis Besar Haluan Organisasi dan AD/ART akan dihadiri oleh lebih dua ratus peserta dan peninjau dari 34 provinsi dan Perwakilan Salimah Luar Negeri (PSLN Taiwan).

Dalam sambutannya Ketua Umum periode 2015 – 2020, Siti Faizah menyampaikan, “Sebagai makhluk sosial, kemitraan merupakan sebuah kebutuhan asasi, keniscayaan dalam rangka meningkatkan partisipasi Salimah dalam berkarya dan berpartisipasi aktif menuju Indonesia unggul. Bergandengan tangan dengan pemerintah, swasta, media massa serta 96 ormas perempuan nasional yang tergabung di Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan 34 ormas muslimah yang tergabung di Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI).”
Pada kesempatan ini Penerbit Salimah akan meluncurkan Buku Ketiga dengan judul, ‘Salimah Berkisah Tentang Indonesia’. Buku ini merupakan hasil karya Tim Penulis Salimah di tiga puluh empat Provinsi di Indonesia, PSLN Taiwan dan Hongkong. Juga menggambarkan perjalanan kepengurusan Salimah di periode sebelumnya.

Dalam rangkaian acara Muktamar V ini, juga akan digelar festival Salimah bershalawat. Dan di penghujung acara, dalam memperingati Milad ke 20 Salimah, akan menggelar Konser lagu anak dengan tema “Berjuta Nada Untuk Anak Indonesia.” Akan didendangkan lagu-lagu karya pengurus Salimah di Indonesia dan sudah didaftarkan untuk mendapatkan Hak Cipta melalui Kementerian Koperasi.
Sekretaris Umum Salimah, Reny Anggraeny menyampaikan, “kami memberikan penghargaan kepada para mitra yang sudah bersinergi dengan Salimah selama ini. Banyak program kerja Salimah yang berjalan, karena mendapat dukungan dari para mitra. Penghargaan diantaranya kami berikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Badan Obat dan Makanan (BPOM), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Majelis Ulama Indonesia (MUI). Organisasi federasi, Kowani dan BMOIWI, mitra kemanusiaan, ACT dan Adara,” dalam informasinnya.

Salimah juga tidak melupakan sejarah. Dimana capaian saat ini, tidak lepas dari para pengurus sebelum. Karenanya juga disampaikan penghargaan kepada tiga Ketua Umum periode 2000 – 2005 DR Aan Rohana, periode 2005 – 2010 Dra Wiriangingsih, MSi, periode 2010 – 2015 Nurul Hidayati, S.Si, M.BA. Juga kepada para pendiri Salimah. Karena merekalah, Salimah dideklarasikan zainab, Umi Widhiyati, , DR Nursanita Nasution dan Yoyoh Yusroh (almh – diwakili oleh keluarganya).
Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili oleh Trisna Ningsih, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, berpesan, “terus berinovasi dalam mengolah menu2 kreatif dalam memanfaatkan sumber ikan. Menyambut baik kerjasama antara KKP dengan Salimah, demi meningkatkan sumber daya yang unggul,” ujarnya.

Mewakili Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Maydian Werdiastuti sebelum membuka secara resmi membuka kegiatan Muktamar V Salimah, “semoga dapat berjalan lancar dan menghasilkan program kerja yang responsif,” harapannya.
Siti Faizah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, peserta dan peninjau Muktamar Kelima Salimah. Kepada seluruh donatur dan panitia yang terlibat dalam mensukseskan Muktamar. Secara khusus apresisasi bagi Keluarga Besar PP Salimah yang telah menyertai, mendukung, memberikan kinerja terbaiknya di Periode Keempat ini.

Festival Salimah Bershalawat

Jakarta, Dalam rangkaian acara Muktamar V yang diselenggarakan di Hotel Millennium Jakarta, Departemen Dakwah (Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah) juga menyelenggarakan Festival Shalawat. Jumat, 6/3/2020.

Mengenai Festival Shalawat ini, Siti Faizah Ketua Umum Salimah menjelaskan, “bershalawat kepada Rasulullah SAW berarti menjalankan perintah Allah SWT dalam Al Qur’an, sebagaimana tercantum dalam surat al Ahzab ayat 56. Shalawat menjadi ungkapan cinta kepada Rasul sebagai teladan sepanjang masa bagi umat Islam. PP Salimah sebagai organisasi perempuan yang peduli terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan membawahi 3000 Majlis Taklim mempersembahkan Salimah Bershalawat sebagai sarana pembelajaran bagi kalangan muda dan ibu-ibu Majlis Taklim khususnya. Salimah ingin menjadi bagian dari ormas yang ikut mensyiarkan Shalawat kepada umat,” urainya.

Sebagai bentuk perhatian, kecintaan dan dukungan terhadap acara festival shalawat ini, Ketua Umum PP Salimah menuliskan syair shalawat. Dimana inti dari shalawat tersebut adalah bagaimana kita meneladani Rasulullah dalam memuliakan perempuan, sayangi anak dan utamakan keluarga.

Sinta Santi, Ketua Departemen Dakwah Salimah menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya festival ini, “tujuan pelaksanaan Festival Shalawat ini, yang pertama untuk menguatkan ruh kecintaan pada Rasulullah SAW. Kedua, memberikan gambaran sejarah singkat munculnya Islam dan maulid serta shalawat di Indonesia. Ketiga, mengedepan nilai persatuan di kalangan masyarakat lewat semarak shalawat dan yang keempat, memberikan wawasan kearifan lokal terhadap perbedaan tradisi di Indonesia”, jelasnya.

Sebelum acara ini, juga disampaikan juara Shalawat dan’ program Salimah bershalawat yang digaungkan sejak Desember 2017. Para juara ini merupakan kumpulan grup Shalawat perwakilan dari Pimpinan Wilayah (PW) hingga Pimpinan Cabang (PC) Salimah di seluruh Indonesia. Di mana setiap grup terdiri dan’ sepuluh hingga limabelas orang. Para peserta lomba telah mengikuti tahapan seleksi di tingkat wilayah yg menghadirkan grup shalawat dan qosidah dari berbagai majlis taklim.

Dalam Festival Shalawat ini, akan ditampilkan berbagai macam shalawat. Bukan hanya sekedar dinyanyikan, tetapi juga dijelaskan makna dari shalawat tersebut. Nur Hamidah sebagai penanggungjawab acara Festival Shalawat menjelaskan hal yang melatari Festival Shalawat ini diselenggarakan, “kecintaan kepada Rasulullah SAW adalah hal yang mutlak. Kita bisa lihat yang berkembang di masyarakat, mengungkapkan rasa cinta tersebut dengan berbagai cara dan inovasi, termasuk dengan syair shalawat. Disinilah mulai terjadi sudut pandang yang berbeda, ada yg menentang dan mendukungnya. Dengan demikian mencari jalan tengah yang lebih bijak maka Departemen Dakwah Salimah akan memberikan pencerahan wawasan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW dari aspek sejarah, jelasnya.

Semoga dengan diselenggarakannya Festival Shalawat ini, akan semakin menyuburkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan meneladaninya dalam segala aspek.

Salimah Lauching Ikatan Mubalighah Salimah Indonesia (IMSI)
JAKARTA – Ketua Umum Persaudaraan Muslimah (Salimah) Siti Faizah melaunching Ikatan Mubalighah Salimah Indonesia (IMSI) di Kalibata, Jakarta Selatan (15/2/2020).
Siti Faizah mengatakan Keberadaan IMSI adalah dalam rangka menjawab kebutuhan dakwah yang berkembang pesat, khususnya dakwah melalui media online. Untuk menjangkau Struktur Salimah yang  keberadaannya melebihi 2.500 titik membutuhkan pengembangan metode dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat guna meminimalisir jeda informasi.
“Dengan IMSI diharapkan Salimah bisa mengisi kekosongan dan kekurangan  Sumber Daya manusia (SDM) dalam menjawab tantangan dakwah ke depan dan mengokohkan eksitensi dakwah Salimah di Indonesia” tutur Siti Faizah.
Dakwah melalui media online sudah dilakukan oleh pengurus Salimah di seluruh Indonesia dengan kegiatan Salimah Berbagi Ilmu (Sabil@). Sabil@ mendapat sambutan hangat dari muslimah di dalam negeri dan luar negeri.
Pendirian IMSI sejalan dengan mencapai Misi Salimah 2020, yakni meningkatkan partisipasi Salimah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan, pengokohan keluarga. Juga meningkatkan kualitas SDM, meluaskan dan mengokohkan dakwah di berbagai bidang.
“IMSI merupakan eksistensi dakwah Salimah. Sebab sejak awal Salimah berdiri berangkat dari keprihatinan yang mendalam terhadap problematika perempuan, anak dan keluarga,” lanjut Faizah
Sinta Santi, ketua IMSI menyampaikan harapannya, “dengan berada di dalam IMSI, kami harap Mubalighah Salimah akan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan menyampaikan dawah baik melalui penuturan,  penulisan maupun visual video. Hingga siap menjadi  narasumber  dalam kelas dakwah online baik di lingkup wilayah terkecil di Indonesia – Nasional  maupun Internasional.”
2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

Idreamradio.id, Jakarta- Setelah sukses pada edisi pertama (2019), Halal Indonesia Expo (HIEX) 2020 kembali hadir dan akan digelar di Hall A dan Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada tanggal 9-12 April 2020, menjelang bulan suci Ramadhan 1441 H. HIEX adalah pameran dagang dan konsumen industri halal tahunan terbesar di Indonesia yang di-host dan didukung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) – Kementerian Agama, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang pada penyelenggaraan pertama juga aktif memberikan edukasi tentang halal dan konsep keuangan syariah di Indonesia. Penyelenggaraan HIEX juga didukung oleh komunitas-komunitas syariah seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Chef Halal Indonesia (CHI), Halal Travel Konsorsium Indonesia (HTKI) yang juga menyelenggarakan acara-acara bersifat edukatif, dan SafdahTV sebagai event partner

 

Selain menghadirkan pameran produk halal, HIEX 2020 juga menggelar program acara menarik diantaranya :

  • SEMINAR & WORKSHOP
  • DAUROH / KAJIAN ISLAM / SEMINAR ILMIYAH
  • NATURAL HEALTH TALK
  • HALAL CULINARY FESTIVAL
  • COOKING & BAKING LIVE SHOW
  • FOOD TALK & SHARING SESSION
  • MENU INSPIRASI RAMADHAN
  • BUSINESS FORUM
  • SKILL FOR ENTERPRENEUR
  • BUYERS MEET SELLERS
  • INDOOR & OUTDOOR ACTIVITY
  • RUNNING & CYCLING
  • BAREBOW ARCHERY CHAMPIONSHIP
  • ‘HALAL’ couching clinic yang akan bersifat komunikatif, informatif dan edukatif yang akan melibatkan BPJPH – Kemenag dan institusi pendukung seperti KNKS, MES, CHI, dan HTK Indonesia.

 

Menurut Satrio, Project Manager PT. Wahyu Promo Citra, The 2nd HIEX 2020 terintegrasi dengan 11 tema, diantaranya, Halal F & B, Halal Travel & Tourism, Kosmetik dan Obat Halal, Fashion/Busana Muslim, Pendidikan Islam, Keuangan Syariah, Properti Syariah, Produk Pertanian & Perkebunan, Produk Organik, dan Produk Ramah Lingkungan. “Indonesia adalah negara mayoritas muslim terbesar di dunia dan menjadi pasar terbesar sektor halal. Oleh karena itu, Indonesia memiliki posisi yang baik untuk menjadi pusat produk halal di Asia Tenggara bahkan di dunia,” katanya. Satrio menambahkan, dalam penyelenggaraan HIEX tahun 2019, lebih dari 30.000 pengunjung datang menghadiri pameran tersebut dan diikuti oleh lebih dari 140 peserta dalam dan luar negeri. Dan pada penyelenggaraan The 2nd HIEX 2020 akan diselenggarakan di atas lahan seluas 20.000 M2 yang Insya Allah akan dikunjungi oleh 50.000 pengunjung selama 4 hari. “The 2nd HIEX 2020 akan hadir untuk mempromosikan industri halal Indonesia yang memiliki potensi sangat besar dan semakin berkembang,” imbuhnya.

 

2nd HIEX Bersinergi Dengan 20th  AgroFood Expo dan 18th GWN

The 2nd HIEX 2020 diselenggarakan bersamaan dengan The 20th Agro Food Expo 2020 dan The 18th  Gebyar Wisata Nusantara (GWN) 2020. The 20th Agro Food Expo 2020 menampilkan beragam produk Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Makanan Olahan serta Teknologi Pertanian. Sedangkan untuk penyelenggaraan pameran 18th  Gebyar Wisata Nusantara (GWN) 2020, akan menghadirkan 500 objek wisata dari seluruh Indonesia. GWN adalah pameran pariwisata terbesar yang khusus mempromosikan objek wisata dalam negeri serta telah diselenggarakan sejak 2003 atas dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

DPR-RI DUKUNG ISRA MI’RAJ AKBAR BELA BAITUL MAQDIS

Idreamradio.id, Jakarta (11/2) – Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi 1 DPR-RI menerima Delegasi Panitia Isra Mi’raj Akbar Bela Baitul Maqdis KIBBM yang dipimpin Ahmad Isrofiel Mardlatillah selaku Ketua Panitia. Dari komisi 1 hadir Abdul Kharis dari Fraksi PKS Dapil Jateng sebagai Wakil Pimpinan Komisi, beserta Ilham Pangestu dari Fraksi Golkar Dapil Aceh dan Yan Parmenas Mandenas dari Fraksi Gerindra Dapil Papua.

Setelah penyampaian amanat rincian rencana Kegiatan Isra Mi’raj dari Konser Kemanusiaan, Road Show Mimbar Aqsha dan Acara Puncak Isra Mi’raj Akbar, Komisi 1 menyampaikan dukungannya bagi semua upaya masyarakat dalam pembelaan Palestina khususnya untuk acara yang telah disampaikan delegasi dengan tekhnis yang akan dikomunikasikan selanjutnya.

Diakhir, Delegasi menyerahkan Pernyataan Sikap Penolakan terhadap Proposal Trump dan agar menjadi perhatian pemerintah.