I-Dream radio, Jakarta, 13 Maret 2019 – PT LIMA ARMADA UTAMA (LIMA Events) dan AMK Events akan berkolaborasi menggelar sebuah pameran industri syariah dan halal yang bertajuk Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019.

Pameran ini diselenggarakan untuk menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah dan akan digelar pada tanggal 30 Agustus – 1 September 2019 di Assembly, Plenary, Cendrawasih, Main Lobby, dan Lower Lobby Jakarta Convention Center (JCC). Dengan tema “Integrasi Gaya Hidup Islami”, kegiatan ini dihadirkan sebagai wujud nyata pihak penyelenggara dalam mendorong tumbuh kembangnya industri syariah di Indonesia yang sedang berkembang seiring maraknya produk-produk halal dari berbagai sektor Industri di dalam negeri.

Pertumbuhan industri halal di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain jumlah populasi masyarakat Indonesia. Global Islamic Economy (GIE) 2017 mengungkapkan bahwa Industri syariah dan halal secara global diproyeksikan bernilai sebesar 3,081 miliar dolar di tahun 2022 sementara Indonesia dengan total populasi 261 Juta orang dengan PDB 1015,54 miliar dolar AS pada 2017 dan 87,2% warganya adalah muslim menjadikan Indonesia sebagai tempat tinggal bagi 12,7% muslim dunia. Lebih lanjut lagi dari 6 sektor industri syariah dan halal, Indonesia hanya masuk ke top-10 negara yang industri syariahnya unggul yaitu sektor Islamic Finance, Halal Travel dan Halal Cosmetics & Pharmaceutical. Data-data ini menunjukkan betapa industri halal memiliki potensi yang luar biasa di Indonesia.

Oleh karena itu kegiatan ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk lebih mendorong berkembangnya industri syariah dan halal di tanah air. Selain itu kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai ajang bagi para pelaku industri syariah untuk dapat terhubung secara langsung dengan para pelanggan maupun calon pelanggan potensial serta menambah wawasan mengenai produk dan jasa yang halal. Gelaran ini juga akan menampilkan kolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI). Peran kami sebagai komunitas pengusaha muslim, sesuai visi dan misi kami sedapat mungkin kami ingin berkontribusi untuk menyebarluaskan ilmu tentang bagaimana pengusaha muslim melaksanakan dan mengelola usahanya sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah dan para sahabat. Oleh karena itu, pameran ini juga memberikan kesempatan bagi pengusaha dan calon pengusaha muslim untuk menjalin jejaring,” ujar Rachmat S. Marpaung, Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).

Kegiatan ini merupakan pameran industri syariah dan gaya hidup halal terbesar di Indonesia yang menggabungkan konsep pameran B2B dan B2C dengan 3 fitur khusus yakni pendidikan Islam, pojok bisnis kreatif, dan konferensi. Eksibitor yang hadir pada kegiatan ini mewakili seluruh sektor industri syariah dan halal yaitu Halal Food, Islamic Finance, Halal Travel & Tourism, Modest Fashion, Halal Media, Halal Cosmetics & Pharmaceuticals yang memiliki konsep integrasi gaya hidup Islami lengkap dengan business matching, panggung ukhuwah (silaturahmi), workshop, presentasi produk, edukasi umat, Islami playground corner, dan masih banyak acara menarik lainnya.

“Pameran bertema muslim memang sudah banyak digelar di Indonesia khususnya di bidang mode muslim atau makanan dan minuman halal. Berbeda dengan pameran-pameran yang sudah pernah ada, Muslim Lifestyle Festival 2019 menghadirkan beragam produk dan jasa yang memberikan wawasan dan referensi mengenai industri halal. Sesuai dengan tema yang kita ambil tahun ini, kami berharap pameran ini mampu menjawab kebutuhan pengunjung untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-harinya mulai dari makanan, jasa keuangan, perjalanan wisata, kosmetika dan perawatan tubuh, dan perjalanan wisata. Untuk menjadikan pameran ini semakin lengkap, kami menggandeng Islamic Tourism Expo yang berskala internasional serta telah diselenggarakan selama bertahun-tahun,” kata Deddy Andu, Direktur PT. Lima Armada Utama.

“Kami senang sekali jika pelaksanaan Indonesia Tourism Expo 2019 berbarengan dengan Muslim Lifestyle Festival 2019, sehingga menjadikan kegiatan ini sebagai referensi yang lengkap dengan beragam pilihan produk dan jasa halal. Dari segi pariwisata sendiri, Indonesia memiliki ratusan destinasi wisata yang apabila diolah, misalnya dengan menyediakan penginapan, makanan dan minuman halal, dapat menjadi potensi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia, ” tutur Bambang Hamid, Direktur Pelaksana Islamic Tourism Expo.

Muslim Lifestyle Festival 2019 dan Islamic Tourism Expo 2019 akan menempati lahan indoor dan outdoor di JCC Senayan seluas 15,000 m2 dan akan menampilkan ±500 eksibitor dari para berbagai sektor industri syariah di Indonesia. Kegiatan ini akan digelar selama 3 (tiga) hari di Assembly, Plenary, Cendrawasih, Main Lobby dan Lower Lobby JCC, menghadirkan produk-produk multi industri, talkshow, dan workshop sebagai ajang edukasi masyarakat tentang gaya hidup halal di Indonesia, serta berbagai hiburan menarik sebagai bagian dari selebrasi gelaran perdana Muslim Lifestyle Festival 2019.

Tentang LIMA Events
LIMA Event (PT LIMA Armada Utama) adalah bagian dari AMARA Group (PT Amara Pameran Internasional), penyelenggara pameran terkemuka di Indonesia. Hingga tahun 2017, AMARA Group telah sukses menggelar 3.000 acara besar yang berasal lebih dari 10 industri dan mendatangkan 1.5 juta pengunjung. Salah satu portofolio terbesar adalah pameran GIIAS (GAIKINDO Indonesia International Auto Show) yang menempati area seluas 100.000 meter persegi dan mendatangkan lebih dari 450.000 pengunjung.

Selain Muslim Lifestyle Festival, LIMA Events sendiri merupakan penyelenggara dari GBK – Indonesia Senayan Festival (ISEE FEST) sebuah creative culture festival bertempat di Gelora Bung Karno (GBK) yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 September – 6 Oktober 2019.

Tentang Islamic Tourism Expo
Islamic Tourism Expo (ITE) merupakan event unggulan dari AMK Event (PT Arrayyan Multi Kreasi), yang telah berpengalaman selama 14 tahun menyelenggarakan pameran wisata muslim. ITE merupakan Pameran Bisnis ke Bisnis (B2B) ajang untuk bertemu peserta pameran internasional dengan peserta pameran lokal / domestik (agen perjalanan haji). Pameran ini sudah berlangsung selama 14 (empat belas) tahun dan berhasil mendatangkan pengusaha bidang pariwisata dari Saudi Arabia, Mesir, Turki, Jordan dan berbagai negara penyelenggara wisata muslim, akan datang untuk menjalin kerjasama dengan pengusaha pariwisata muslim Indonesia.

Tidak hanya itu, Pameran ini juga Business to Consumer (B2C) dimana sebagai tempat untuk bertemu peserta pameran lokal / domestik dengan konsumen dengan menawarkan paket atau produk baru haji, umrah dan pariwisata Muslim dan produk lainnya yang berkaitan dengan pariwisata Muslim. Pada event ini, konsumen bisa memilih beragam produk wisata muslim dengan harga terbaik. Acara ini juga akan menggelar Seminar / Lokakarya Industri Perjalanan Muslim untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai haji umrah dan industri pariwisata Muslim.

Tentang Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI)
KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia) dibentuk pada tahun 2010 di Bogor sebagai sarana bersama bagi pengusaha muslim untuk mendalami akidah Islam yang lurus dan syariat Islam dalam bermuammalah (Fiqih Muammalah).

KPMI didirikan oleh beberapa assatidzah dan pengusaha muslim yang memiliki keinginan kuat menyebarluaskan ilmu tentang bagaimana pengusaha muslim melaksanakan dan mengelola usahanya sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat Radi-Allahu anhu serta generasi Islam terdahulu agar kita bisa sukses di dunia dan selamat di akhirat.

Saat ini anggota KPMI tersebar di 39 Korwil, 36 Korwil Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dan 3 Korwil di luar negeri. Anggota KPMI yang terdaftar berjumlah lebih dari 40.000 orang baik yang sudah jadi pengusaha maupun calon pengusaha.

Komentar
Load More Related Articles
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Labschool Kebayoran Raih Emas dan Perak di Lomba Pelajar Internasional

Manila – Pelajar SMA Labschool Kebayoran, Jakarta menyabet medali emas dan perak dalam lom…