عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ ” أن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ وضع صبياً في حجره يُحنكه ، فبال عليه ، فدعا بماء فأتبعه ” رواه البخاري .

I-Dream RadioHadits — “Dari Aisyah RA, bahwa Nabi Muhammad SAW meletakkan anak kecil di pelukannya kemudian mentahniknya (menyuapi dengan kurma yang telah dikunyahnya), lalu anak itu kencing di pelukannya, lalu meminta air dan mengguyurnya.” (HR. Al Bukhari)

Penjelasan:

عن عائشة ـ Istri Nabi Muhammad SAW

أن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ وضع صبياً Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW meletakkan anak kecil, yaitu Abdullah bin Az Zubair, seperti yang diriwayatkan oleh Ad Daru Quthniy, atau anak itu adalah Al Husain bin Ali seperti dalam riwayat Al Hakim.

حجره Ha’ dibaca kasrah, ada pula yang membacanya fathah, dan jim dibaca sukun/mati. Keterangan keadaan ketika Nabi يُحنكه mentahniknya, yaitu menyuapinya kurma setelah kurma itu dikunyahnya, untuk mendapatkan berkah ludah Nabi Muhammad saw, yang bercampur dengan rasa kurma yang manis.

فبال عليه Lalu anak itu mengencingi bajunya, فدعا بماء فأتبعه lalu Nabi mengguyur bekas kencing itu dengan air.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran, antara lain:

Menyayangi anak kecil, dan memperhatikannya. Nabi Muhammad saw meletakkan anak itu dalam pelukannya dan mentahniknya

Bersabar menghadapi perilakunya, tidak membalasnya, karena belum mukallaf (bertanggung jawab).

عن أسامه بن زيد ـ رضي الله عنهما ـ قال : ” كان رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ يأخذني فيقعدني على فخذه ، ويقعد الحسن ابن عليّ على فخذه الأخرى ، ثم يضمهما ، ثم يقول : اللهم ارحمهما ، فإني أرحمهما ” رواه البخاري

“Dari Usamah bin Zaid RA, berkata: Rasulullah saw pernah mengangkatku dan mendudukkan aku di atas pahanya, dan Hasan bin Ali duduk di paha yang lain, kemudian Rasulullah saw memeluk kami berdua, dan bersabda: Ya Allah sayangilah keduanya, karena sesungguhnya aku menyayanginya.” (HR. Al Bukhari)

Penjelasan:

عن أسامه بن زيد Dari Usamah bin Zaid bin Haritsah, dipanggil pula

الحِب ابن الحِب kesayangan putra kesayangan Rasulullah SAW, -lalu Rasulullah mendudukkan aku di atas pahanya dan Al Hasan bin Ali duduk di paha lainnya. Hal ini menunjukkan perhatian dan cinta Rasulullah kepada keduanya.

Usamah lebih tua dari Al Hasan. Mayoritas pendapat tentang umur Al Hasan adalah ketika Rasulullah saw wafat ia berusia 8 (delapan) tahun, sedangkan Usamah ketika itu berusia 19 (sembilan belas) tahun. Rasulullah saw memeluk keduanya kemudian berdoa: ”Ya Allah sayangilah keduanya, karena sesungguhnya kami menyayanginya dan mengasihinya.

Hadits ini berisi tentang keutamaan Usamah bin Zaid dan Hasan bin Ali, dengan curahan cinta Rasulullah saw kepada keduanya.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran, antara lain:

Bahwa meletakkan anak kecil di pangkuan adalah salah satu bentuk rahmat dan kasih sayang. Hal ini membuktikan rasa cinta.

Tim Kajian Manhaj Tarbiyah (dakwatuna/baiti/i-dream)

Komentar
Load More Related Articles
Load More In Hadits
Comments are closed.

Check Also

Inspirasi Keluarga “Kesehatan Dan Kebugaran” _ Hidup Berkualitas

Sudahkah berkualitas hidup kita?bagaimana standar hidup yang sehat,bugar,berkualitas dan b…