Lihat, Bagaimana Wanita Mulia Ini Menyelesaikan Persoalan Rumah Tangganya

I-Dream RadioKeluarga — “Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya Aus telah menikahiku ketika aku masih muda karena ia suka denganku. Namun ketika usiaku telah lanjut dan aku banyak melahirkan anak darinya, ia menjadikanku seperti ibunya (menziharku). Maka apakah engkau memberikan rukhsah (keringanan) yang bisa memberikan keputusan kepadaku dan dia, maka beritahukanlah kepadaku.”

Seorang wanita paruh baya datang kepada Rasulullah dengan muram. Ia mengeluh baru saja disakiti sang suami dengan mengatakan “punggungmu seperti punggung ibuku’.

Nama lengkapnya Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahr. Ia terkenal sebagai wanita yang baik perangainya dan indah perkataannya. Ia bersuamikan Aus bin Shamit bin Qais. Aus adalah tipe suami yang kasar kelakuan dan tutur katanya. Khaulah sering mendapat cacian, cercaan dan hinaan dari sang suami.

Hari itu, ia telah dizihar oleh sang suami. Di zaman Jahiliyah apabila seorang suami berkata kepada istrinya ungkapan seperti itu maka sang istri menjadi haram baginya, sebagaimana mengharamkan ibunya sendiri. Belum hilang rasa kesal karena telah dilukai hatinya, sang suami malah datang meminta untuk menggaulinya. Khaulah dengan tegas menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru saja ia alami. Khaulah berkata: “Tidak, wahai suamiku. Demi Allah, jangan engkau menyentuhku sementara kau telah mengucapkan kalimat yang tidak menyenangkanku. Biarlah Allah dan Rasul-Nya yang memutuskan,” ucap Khaulah menolak keinginan suaminya.

Dalam kebingungannya, ia terus mendekatkan diri kepada Allah. Khaulah tahu ke mana dia harus mengadukan persoalannya dan meminta jalan keluar yang terbaik. Ia tidak mau bertindak sendiri. Kemudian Khaulah pergi menemui Rasulullah SAW. Ia bercerita tentang perlakuan sang suaminya kepadanya. Wanita mulia ini meminta fatwa Rasulullah untuk penyelesaian masalahnya. Aku adukan kepada beliau perlakuan buruk yang aku terima dari suamiku. Setelah mendengar aduannya Rasulullah SAW menjawab: “Engkau telah haram baginya”.

Khaulah kembali mengulang perkataannya dan menjelaskan persoalannya. Rasulullah kembali menjawab dengan jawaban yang sama. Sepertinya Khualah belum puas dengan jawaban Rasulullah, tetapi ia juga sadar bahwa tidak mungkin “memaksa” beliau memberi keputusan kalau tidak ada wahyu yang turun. Karena itu dengan gencar ia berdoa, “Ya Allah, aku mengadukan persoalanku kepada-Mu!!”

Ia terus menerus memanjatkan doanya tersebut, sampai akhirnya Rasulullah SAW memanggilnya dan menyatakan telah turun wahyu tentang persoalannya tersebut, yakni awal ayat surat Al Mujadalah Ia menangis setelah mendengar bahwa Allah menjawab aduannya. Dan begitu tenang setelah mendapat jawaban atas persoalannya. Sungguh Islam adalah agama yang mudah dan tidak mempersulit. Sungguh terbuka bagi orang-orang yang mau bertobat.

“Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Orang-orang yang menzihar istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah istri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yangmelahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, mereka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur.

Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah danRasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah; bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.” (Q.S. Al-Mujaadalah, 58: 1-4)

Kemudian Rasulullah saw menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) zhihar yang harus dilakukan sang suami.Nabi: Perintahkan kepadanya untuk memerdekakan seorang budak

Khaulah: Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.

Nabi: Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut

Khaulah: Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.

Nabi: Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin

Khaulah: Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.

Nabi: Aku bantu dengan separuhnya

Khaulah: Kalau begitu, aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.

Nabi: Engkau benar dan baik, maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaulah dengan

anak pamanmu itu secara baik. Maka Khaulah pun melaksanakannya.

Inilah dia, Khaulah, wanita yang sangat mulia, walau ia telah disakiti, tetap saja ia membantu kesulitan suaminya demi menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Di dalam kisahnya terdapat pelajaran tentang bagaimana menjaga keutuhan sebuahrumah tangga dan keikutsertaan dalam memperbaiki perpecahan dan pemeliharaan hubungan suami istri.

Konflik rumah tangga adalah keniscayaan dalam hidup. Kehidupan rumah tangga tidak mungkin tanpa konflik, baik konflik kecil ataupun konflik besar. Hal ini karena kita sebagai manusia memiliki potensi-potensi positif dan negatif. Saat potensi negatif tersulut, maka terjadilah konflik. Tapi lihatlah Khaulah menyelesaikan konflik rumah tangganya.

Khaulah tidak berlomba-lomba melampiaskan kemarahan. Ia tidak kembali menghujat sang suami. Ia mampu menahan syahwat lidahnya. Dengan sabar ia jalani ujian rumah tangga ini dengan kepala dingin. Kekesalannya terhadap sang suami tidak serta merta menghilangkan iman dan akal sehatnya. Yang dia lakukan mencari penyelesaian di sisi Allah dan Rasul-Nya, dan mengadukan perkaranya kepada Allah SWT yang menciptakannya, agar menghilangkan kesusahannya dan memberi kemudahan sesudah kesulitan. Karena ia yakin, tidak ada peristiwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan ini termasuk konflik dalam rumah tangga kecuali dengan seizin Allah.

Karena persoalannya juga terkait hukum Allah yang harus dia dan suami tegakkan, maka Khaulah mendatangi orang yang dia percaya dapat memberi nasehat dan fatwa tentang jalan keluar persoalan rumah tangganya, yakni Rasulullah SAW. Saat rumah tangga mengalami konflik, manusia cenderung melemah jiwanya dan kalut pikirannya. Mencari pihak ketiga yang dapat dipercaya untuk berdiskusi demi mencari solusi yang terbaik, bisa membantu meringankan beban pikiran kita. Namun pihak ketiga yang kita pilih haruslah orang yang kita percaya memiliki keimanan dan pemahaman yang baik tentang hukum-hukum Allah. Karena tidak jarang, kesalahan memilih orang ketiga justru berujung pada retaknya sebuah fondasi rumah tangga yang telah dibangun sejak lama.

Allahu’alam. Lisda Astuti (dakwatuna./baiti/i-dream)

Berkah Dengan Satu Istri, Berkah Dengan Poligami

I-Dream RadioKeluarga

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ

“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.” [QS. An-Nisa’: 3]

Kasus ke-1

Seorang akh, da’i ilallah, suami sholih yang dalam kondisi kesholihan terbaiknya. Dalam puncak keimanannya. Dalam puncak ketaatan dan ketaqwaannya. Dalam puncak keilmuan dan pemahamannya. Dalam kondisi kecukupan hartanya. Dalam visi kepemimpinannya sebagai suami dan da’i. Mendatangi istrinya untuk meminta izin poligami, dengan wanita mukminah sholihah pejuang dakwah. Demi kemashlahatan dakwah dan tarbiyah

Dan istri mukminah sholihah, da’iyah ilallah, pejuang dakwah yang luar biasa. Dalam kondisi kesholihan terbaiknya. Dalam puncak keimanannya. Dalam puncak ketaatan dan ketaqwaannya. Dalam puncak keilmuan dan pemahamannya. Dalam bimbingan dan visi suaminya yang da’i ilallah. Dalam cinta, kasih sayang, kebahagiaan bersama suaminya. Memberi izin suaminya untuk poligami, dengan wanita mukminah sholihah pejuang dakwah. Demi kemashlahatan dakwah dan tarbiyah. Menerima dengan ikhlas, sabar, dan tawakkal

Itulah kemuliaan bagi mereka. Meski mungkin terpercik sedikit api kecemburuan, itu manusiawi. Tak banyak mukminah sholihah hebat seperti ini, siap dimadu hanya karena mengharap ridho Ilahi dan ridho suami. Suami pun senantiasa berlaku adil. Dan, kedua istri saling membantu suami untuk tetap berlaku adil.

Itulah wanita-wanita mukminah sholihah sangat luarbiasa. Karunia rahmat dan kasih sayang Allah akan turun pada mereka. Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul mereka dalam surga-Nya. Insya Allah…

Kasus ke-2

Seorang akh, da’i ilallah, suami sholih, yang tak ingin poligami. Karena memang tak ada niat dan fikiran kesana. Itu haknya boleh-boleh saja. Tidak mengurangi kemuliaannya. Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul keduanya dalam surga-Nya.

Kasus ke-3

Seorang akh, da’i ilallah , suami sholih, yang tak diizinkan istrinya poligami. Dan ia ikuti, bertahan dengan satu istri. Itu juga tidak mengurangi kemuliaannya. Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul keduanya dalam surga-Nya.

Kasus ke-4

Seorang akh, da’i ilallah , suami sholih yang didorong dan disemangati istrinya untuk poligami. Dengan wanita mukminah sholihah pejuang dakwah. Dan suami menerima atau menolak. Itu haknya boleh-boleh saja. Itupun tidak mengurangi kemuliaannya. Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul dalam surga-Nya.

Kasus ke-5

Seorang akh, da’i ilallah, suami sholih. Mengajak istrinya tholabul ‘ilmi. Memahami semua syariat, termasuk poligami sesuai Quran Hadis yang suci, dan pemahaman fuqaha/ulama sunni. Istrinya yang sholihah, wanita mukminah pejuang dakwah, menerima dengan senangnya karena kebahagiaan menyelimuti, berada dalam bimbingan kesholihan suaminya yang ikhlas, tawadhu, nan visioner. Meski tetap tak mengizinkan suaminya poligami. Dan suamipun tetap dengan satu istri. Itu hak mereka boleh-boleh saja. Itu juga tidak mengurangi kemuliaannya. Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul keduanya dalam surga-Nya. Insya Allah…

Kasus ke-6

Seorang akh, da’i ilallah, suami sholih yang melakukan poligami, dengan wanita mukminah sholihah pejuang dakwah. Dengan satu alasan kemashlahatan, tidak mendatangi istrinya untuk minta izin. Tapi kemudian meminta maaf dan keridhoan istrinya. Istrinya yang sholihah, wanita mukminah pejuang dakwah serta merta memaafkan, ikhlas, bersabar, dan tawakkal. Tetap menjaga keutuhan rumah tangga. Itu wanita mukminah sholihah sangat-sangat luarbiasa. Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul mereka dalam surga-Nya. Insya Allah…

Penutup

Itulah suami istri yang sholih sholihah, da’i dan da’iyah pejuang dakwah. Yang selalu tholabul ‘ilmi. Yang selalu mengilmui diri. Mempelajari, memahami, dan meyakini semua syariat Islam dengan sahih. Baik berdiskusi ataupun tidak berdiskusi dengan tema-tema poligami. Baik dalam prakteknya menjalankan (dengan benar) ataupun tidak menjalankan poligami. Dan keluarganya sakinah mawaddah wa rahmah.

Mereka senantiasa membaca dan mendalami ayat-ayat qauliyah. Juga ayat-ayat qauniyah yang ada di alam, termasuk fenomena sosial, yang membutuhkan solusi syariat. Serta memahami dan meyakini Islam (Quran) adalah solusi cerdas dan tuntas bagi problematika ummat. Karena, maqashid syariah bertujuan melindungi agama, jiwa, akal, dan harta seseorang. Itulah solusi syariat yang mulia.

Selama tetap dalam ketaatan dan ketaqwaan pada Allah. Selama tetap dalam semangat dan amal-amal dakwah, tarbiyah, dan jihad fiisabilillah. Dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Kelak kan terkumpul semuanya dalam surga-Nya.

Itulah mukmin sejati. Mukmin sejati patuh, taat, dan tunduk kepada syariat Allah. Mukmin sejati ikhlas, totalitas, menerima  sepenuhnya semua syariat dalam Quran Hadis yang mulia. Serta sangat meyakini bahwa syariat adalah solusi hakiki, solusi atas berbagai persoalan, ancaman, dan tantangan kehidupan di dunia. Solusi cerdas dan tuntas menuju kesuksesan, kemuliaan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan fiddunya wal akhirah.

Secara keyakinan, mukmin sejati meyakini seyakin-yakinnya kebenaran syariat. Secara pemahaman menerima sepenuhnya syariat tanpa keraguan sedikitpun. Mukmin sejati tak menolak dan tak mengenal istilah alergi dengan satu syariatpun. Hatta syariat poligami sebagai solusi yang suci. Meski (mungkin) pahit terdengar. Namun hati tetap mengorientasi Rabbani. Jiwa tetap bersandar pada Ilahi.

Wallahu’alam… Iko Musmulyadi (dakwatuna/baiti/i-dream)

Menulis Artikel di Media Massa

I-Dream Radio – Saya bukan penulis yang harus dipanggil seorang penulis. Namun, menulis saat ini sudah menjadi hobi dan kebiasaan. Meski pada awal nya saya menulis karena memang benar-benar dipaksa. Iya, dipaksa. Saya bukan tipe orang yang suka baca kemudian nulis. Saya ini aktivis social yang suka nya terjun langsung ke lapangan. Namun, berawal dari keterpaksaan itu. Saya tidak mau ilmu yang saya dapat selama kuliah ini hanya saya dan orang sekitar saja yang mengetahui nya. namun juga saya ingin orang-orang di kampung juga merasakan dan mengetahui dengan ilmu yang saya pelajari selama disini. Hingga pada saat itu, saya berpikir harus apa yang saya lakukan? Di tengah malam saya mencoba mereview beberapa mata kuliah. Kebetulan saya kuliah di Ekonomi Syariah yang saat ini masih kurang dikenal oleh masyarakat. Tulislah artikel pertama saya yang berjudul “Ekonomi Syariah Wujudkan Kemaslahatan Ummat” dimana saya tulis artikel itu dengan penuh keyakinan dan pemahaman yang saya tahu. Tercipta lah satu 1 artikel dengan 2 halaman.

Keesokan hari nya, saya merasakan bahwa menulis itu ternyata mudah jika mood dan keinginan sudah memuncak. Beberapa hari ini kemudian, saya menulis salah satu tulisan fiksi yaitu cerpen. Alhamdulillah dengan 35 halaman itu selesai pada waktu kurang lebih 4-5 hari. Saya berpikir kalau cuman tulisan ini saya simpan di laptop kemudian saya share di akun media social yang saya miliki, rasanya kurang memuaskan. Entah dari mana ide itu muncul, saya coba mengirimkan beberapa artikel saya ke media online nasional dan lokal. Setelah pengiriman beberapa hari lalu melalui email. Ada beberapa media massa yang melirik artikel saya dan di muat di media online dan cetak. Ternyata mudah yaa, mengirimkan tulisan ke media masa. Ya, memang mudah sekali. Namun, disini harus digaris bawahi bahwa menulis di media massa bukan berarti kita sudah jago dalam dunia jurnalistik. Tetapi kembali lagi niatkan bahwa menulis untuk berdakwah agar semua kalangan masyarakat yang ada di bumi mengetahui apa yang ingin kita sampaikan.

Kemudian gimana sih, cara nya mengirimkan artikel ke media ? kadang kita gak percaya diri sama apa yang kita tulis. Nah,  ketidakpercayaan itu lah yang bisa buat fatal. Karena reader akan melihat dan membaca apa yang kita sampaikan. Urusan tulisan kita dipublish atau tidak nya itu urusan nanti. Kembalikan lagi niat kita dalam menulis, apasih yang mau di cari? Terkenal jadi penulis? Dapat honor? Dll. Buang dulu pikiran seperti itu nya. menulis untuk berdakwah, itu lah yang saya tekan kan pada diri saya sendiri dalam keistiqamahan saya dalam menulis.

Menurut buku nya M Arief Hakim, salah satu motivasi menulis di media massa ? pertama, dengan menulis di media massa maka tentu nya ide dan gagasan kita akan dibaca diapresiasi oleh khalayak umum. Saat ini saya sudah menjadi kontributor di beberapa media online maupun cetak di nasional maupun lokal. Alhamdulillah, berawal dari cuman kirim-kirim saja namun bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa bagi diri saya khususnya. Tulisan kita biar tersebar kemana-mana. Kemudian ranah dakwah kita juga semakin luas lagi. Kedua, dengan menulis di media massa , kita bisa mendapatkan honorium atau apresiasi dari media yang lumayan. Hal ini terkait dengan faktor kemandirian dan kebutuhan hidup. Apalagi saat ini dunia jurnalistik semakin membuka peluang besar. Sudah banyak media yang menghargai beberapa tulisan masyarkat dengan honor yang cukup mulai dari 200 ribu per artikel atau tulisan lainnya.

Kemudian jika kita menulis di media massa sebaiknya memakai bahasa yang populer, sederhana, komunikatif, dan mudah di pahami oleh khalayak. Bahasa yang kaku, ketat, dana formal atau terlalu bersifat akademis sebagaimana halnya bahasamakalah, paper, skripsi dll tentu nya tidak cocok untuk konsumsi media massa.

So, buat kamu yang hobi nulis baca jangan ragu-ragu buat nulis di media massa. Percaya diri apa yang kamu tulis. Jangan sampai karya mu hanya tersimpan di laptop dan gadget mu saja. Yuk mulai nulis! Biar ranah dakwah kita semakin luas lagi. Niatkan menulis untuk berdakwah. Keep Writing. Reni Marlina (dakwatuna/baiti/i-dream)

Masih Mau Neh Ngiri?

I-Dream RadioFamily — Ada yang pernah nonton film “Joshua oh Joshua”? Ini salah satu film keren yang saya tonton pas masih imut-imut kaya marmut nih #narsis.mode.on.hehe. Mungkin kalian juga pernah nonton wahai generasi awal 2000-an. Dan dulu saya suka banget sama salah satu soundtracknya. Bunyinya kurang lebih kek gini nih di pertengahannya:

Jangan hei jangan, jangan sedih melihat temanmu bahagia..
Jangan hei jangan, jangan bahagia melihat teman bersedih..

Sirik itu namanya! Sirik tanda tak mampu! Sirik tak baik adanya! Sirik buang jauh-jauuu..uh

Wah dulu saya sama temen-temen SD seneng banget nyanyiin part ini sambil nunjuk-nunjuk temen di depan kita seolah bilang: Oy, oy, lo tuh yang suka sirik, gua mah kagak. Hoho..

Btw, pernah gak kalian ngerasain apa yang disebutin lagu diatas? Aku pernah dan gak mau lagi. Soalnya gak enak banget! Bikin sesek dan nyesek. Kita jadi gak bahagia liat orang seneng, seneng liat orang lain susah. Bahkan saat yang bahagia itu temen baik kita sendiri. Hiii, serem ya? Hatinya pasti menderita banget. Dan yang namanya sirik ujungnya pasti dengki, naudzubillah..

Aduhh, bro en sis..

Hidup ini terlalu singkat kalau cuma diisi buat iri sama keberhasilan orang lain! Kapan berkaryanya dong kalo ngurusin soal ini mulu? Dan berbagai penyakit hati kek sombong, iri dkk ini gak akan muncul kalo hatimu bersih. Allah bilang semua kebaikan itu dari-Nya sedang keburukan yang kita terima itu dari diri kita sendiri. So, coba deh introspeksi diri.

Sebetulnya Allah udah ngasih masing-masing kita jalan menuju keberhasilan dan kebahagiaan kita sendiri. Kalo kita ngerasa hidup kita stagnan, gitu-gitu aja, atau malah gagal terus, padahal orang laen mah keliatannya makin bersinar, itu tuh gak lain dan gak bukan karena kitanya sendiri. Kurang usaha, maunya diem di zona nyaman aja. Bandel, selalu ngelakuin hal-hal yang Allah gak suka. Pentes kalo Allah ‘jewer’ kita di dunia dengan berbagai kesusahan hidup. Dan bersyukurlah karena kata Charlie ST 12 itu tandanya: Sungguh.. Allah masih sayang padamu, jangan.. sampai kau ditinggalkan Allah, begi..tu sangat berharga diri-Nya bagimuu # ini lagu Bang Charlie yang direvisi sesuka hati oleh penulis.

Coba-coba, itu hati dilaundry dulu deh#hoho.dikate.apaan? Iya, hatinya yang kudu dibersihin dulu. Kalo hati baik, seluruh part dalam diri kita juga jadi baik. Pikiran positif, kata-kata yang keluar positif, kesehatan terjaga dll. Percayalah, percayalah! Rasulullah SAW loh ini yang bilang, bukan saya.

Trus, gimana caranya ngelaundry hati?

Datang aja ke tempat laundry nya, ke Sang Pemilik hati. Bertaubat, sesali, akui kesalahan, move on alias hijrah menuju kebaikan dan bertekad buat gak ngelakuin lagi hal-hal yang dibenci-Nya. Perbaiki ibadah kita pada Allah, ibadah lewat sesama makhluk, banyakin berdo’a dan minta supaya hatinya dibikin baik dan berbagai cara buat ‘get more like from Allah’#pinjem judul ceramahnya ya Ust. Hanan Attaki, punten..

Perbanyak taubat, belajar bersyukur mulai dari yang kita miliki saat ini, positif thinking terus sama siapapun, apalagi sama Allah! Dan selalu percaya bahwa Allah yang Maha Baik pasti akan selalu memberi yang terbaik untuk orang-orang yang berusaha menjadi baik.

Terakhir saya tutup dengan part awal dari soundtrack “Joshua oh Joshua” lagi

Jika temanmu sedang berdukaa..
Jika temanmu sedih hatinyaa..
Hiburlah hatinya buatlah dia agar selalu merasaa
Gembiraa..

Jika temanmu bergembiraa..
Jika temanmu senang hatinyaa..
Rasakan dekaran sukanya turutlah menjadi bagian,
darinyaa..

Selamat berjuang memperbaiki hati! Deasy Lyna Tsuraya (dakwatuna/baiti/i-dream)

Be a Real Muslim

I-Dream Radio – Manusia adalah makhluk sempurna yang telah Allah ciptakan tuk mengarungi kehidupan diatas planet yang sudah ter-setting oleh-Nya yaitu bumi. Bumi lah satu-satunya planet yang bisa dihuni oleh manusia, di dalamnya terdapat sumber-sumber kehidupan, terdapat sumber mata air, sumber oksigen serta pepohonan sehingga makhluk hidup bisa bertahan di dalamnya. Jika kita berfikir sejenak, apakah ini semua kebetulan? Jelas TIDAK. Semuanya tidak ada yang kebetulan, melainkan semua telah Allah rancang. Mari kita ubah paradigma berfikir kita dengan paradigma Islam.

Beruntunglah kita sebagai ‘muslim’, baik itu yang terlahir sebagai muslim atau yang baru mendapatkan anugerah berupa cahaya  hidayah. Tetapi apakah setelah itu selesai? Atau apakah predikat sebagai seorang MUSLIM itu sudah cukup bagi kita? Jawabannya tidak. Sudah tidak asing lagi di telinga kita dengan predikat ‘Islam KTP’ ‘Islam ga karuan’ dsb. Tentu kita tidak ingin menjadi ‘muslim abal-abal’ alias Muslim yang jarang bahkan tidak pernah taat pada Sang Pencipta dengan berbagai predikat rendah seperti diatas. Ya, seorang muslim kebanyakan yang sekarang tersebar di seluruh dunia adalah muslim Sekuler (memisahkan agama dalam kehidupan). Mereka beragama Islam namun tidak mau diatur dengan aturan Islam. Padahal Allah telah menciptakan manusia dengan seperangkat aturan hidup yaitu berupa Al-quran dan As sunnah. Sudah seharusnya setiap muslim menjadi ‘real moslem’ atau. Muslim yang sebenar-benarnya. Yaitu muslim yang hidupnya hanya ditujukan untuk beribadah kepada Allah, setiap sendi kehidupannya selalu bersandar pada Al-quran & As sunnah (yang cakupannya sangatlah luas), dan standar setiap perbuatannya hanyalah Halal & Haram. Mari kita perhatikan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لاَ يَسْمَعُ بِيْ أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوْتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ.

“Demi (Rabb) yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah seorang dari umat Yahudi dan Nasrani yang mendengar tentangku  (Muhammad), kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, niscaya ia termasuk penghuni Neraka.” (HR. Muslim (no. 153), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu).

Beruntunglah kita sebagai umat yang selalu dirindukan Rasulullah. Ya, nikmat yang paling besar adalah nikmat Islam. Berbahagialah kita ketika mencapai ridho Allah dalam setiap perbuatan yang kita kerjakan dengan hanya taat pada aturan-Nya.

Allah berfirman yang artinya “Alif Laam Miim. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Luqman (31) : 1-5).

Keimanan seseorang akan senantiasa terjaga jika lingkungannya pun tergolong lingkungan yang Islami yakni dengan diterapkannya aturan Islam ditengah-tengah masyarakat, insya Allah kehidupan yang selalu didambakan berupa kehidupan yang sejahtera, tenang bahkan selamat dan bahagia dunia akhirat hanya dapat dirasakan ketika Islam tegak di muka bumi. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Siti Sa’adah, S.Pd (dakwatuna/baiti/i-dream)

Sayur Lontong Khas Lebaran

I-Dream Radio -Tidak terasa lebaran sudah sebentar lagi, Pasti hari raya idul fitri ini menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim di dunia untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Puasa. Salah satu makanan yang di tunggu-tunggu yaitu sayur lontong. Menu ini merupakan menu favorit pada saat hari raya idul fitri.

Hari demi hari yang telah dilewati selama bulan puasa dengan menjalankan ibadah puasa sepertinya terbayarkan dengan hari raya idul fitri karena memang hari raya idul fitri adalah hari kemenagan bagi umat muslim di seluruh dunia. Bukan menjadi pemandangan yang aneh jika saat hari raya idul fitri tiba banyak masyarakat yang merayakannya dengan menyediakan banyak sekali olahan masakan yang sangat menggiurkan lidah.

Dan yang menjadi ciri khas untuk orang-orang di Indonesia saat lebaran tiba adalah ketupatnya dan juga menu pendamping yang membuat sempurna saat menghidangkan ketupat seperti opor ayam, rendang sapi, sambal gorang kentang dan masih banyak lagi yang lainnya yang membuat lidah gak akan mau berhenti untuk makan.

Tapi masih ada satu lagi yang tak pernah ketinggalan saat lebaran tiba yakni lontong sayurnya yang sangat nikmat. Menu andalan saat hari raya idul fitri ini tentunya sangat berarti di hari lebaran. Walaupun tidak di hari raya idul fitri kita juga sering menemukannya dibanyak penjual makanan dan kuliner khas, akan tetapi citarasa saat memakannya dihari lebaran akan terasa sangat nikmat dan berbeda dari pada hari biasanya.

Mungkin setiap daerah memiliki perbedaan dalam mengolah dan menyajikan lontong sayur ini, akan tetapi walaupun tidak terlalu sama saya yakin kalau semua orang menyukai lontong sayur khas lebaran ini. Kalau soal perbedaan cara untuk membuatnya itu sih tak masalah yang penting rasanya bikin ketagihan.

Bahan untuk membuat lontong sayur

1. 2 sendok makan minyak sayur
2. 500gr pepaya muda, kupas dan potong bentuk persegi panjang
3. 10 kacang panjang, potong ukuran 3 cm
4. 3 sedok makan ebi kering
5. 1 1/2 liter santan dari 2 butir kelapa
6. 2 batang serai di tumbuk
7. 3cm lengkuas di tumbuk
8. 2 lembar daun salam
9. 1 sendok makan kaldu bubuk rasa ayam

Cara membuat lontong sayur

1. memarkan lengkuas, kupas pepaya muda lalu potong persegi panjang kecil
2. potong kacang panjang ukuran 3 centimeter dan memarkan batang serai
3. haluskan semua bumbu yaitu terasi goreng, merica bubuk, bawang merah, bawang outih, cabai merah dan garam
4. kemudian tumis bumbu yang sudah di haluskan sampai aromanya harum
5. tambahakan lengkuas, ebi, daun salam, serai dan santan, lalu tunggu sampai santan mendidih
6. tambahkan pepaya mudah yang sudah di potong persegi panjang kecil, kemudian masak sampai pepaya itu lunak
7. tambahkan kacang panjang dan kaldu bubuk rasa ayam, lalau masak beberapa saat dan angkat

Mudah banget bikinnya, di jamin siapapun akan sukses untuk membuat lontong sayur ini. Jangankan untuk yang sudah lihai dalam memasak untuk para pemula yang sedang belajar memasak pun akan sukses membuat sayur lontong ini.

Karena bikinnya yang sangat mudah dan sederhana ditambah lagi dengan bahan-bahan dasar yang dibutuhkan relatif mudah untuk didapatkan membuat Anda akan semakin mudah dalam membuatnya dirumah .

Rumah Keluarga Indonesia Kuliner (rki/baiti/i-dream)

Resep Membuat Kue Nastar

I-Dream Radio Kue Nastar adalah kue yang khas, yaitu selai nanas di dalamnya. Ada juga yang menggunakan selai bluberi, stroberi dan lain sebagainya. Kue ini berbentuk bulat dan biasanya terdapat topping diatasnya, seperti potongan cengkeh atau kismis.

Kata nastar sendiri berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas dan tart yang artinya tart nanas. Kue Nastar merupakan salah satu jenis kue yang paling banyak digemari terutama pada hari-hari raya, seperti Idul Fitri, Natal, dan juga tahun baru Imlek. Langsung saja, berikut step by step cara membuat kue nastar :

Bahan-bahan yang Dibutuhkan :

150 gram margarin
100 gram butter
90 gram gula halus
50 gram susu bubuk
350 gram tepung terigu protein rendah
3 butir kuning telur
1/2 sendok teh vanili bubuk

Bahan untuk Selai Nanas :

1 buah nanas, diblender atau diparut
200 gram gula pasir
2 butir cengkeh
2 batang kayu manis

Bahan untuk Olesannya :

2 buah kuning telur
1/2 sendok teh air
1/2 sendok teh madu

Membuat Selai Nanas dan Olesan untuk Nastar

Pertama-tama, masak terlebih dahulu nanas yang sudah diblender/ diparut, kayu manis dan cengkeh hingga air menyusut. Kemudian masukkan gula pasir, lalu aduk hingga selai menjadi padat dan dapat dibentuk.

Langkah selanjutnya adalah dengan membentuk selai tadi menjadi bulatan-bulatan dengan ukuran sesuai selera anda. Jangan membentuk selai terlalu besar, karena akan menyebabkan selai keluar dan membuat kulit nastar menjadi retak.

Untuk olesannya, masukkan 2 buah kuning telur dan tambahkan 1/2 sendok teh air dan 1/2 sendok madu, kemudian aduk hingga tercampur rata.

Membuat Kulit Nastar

Langkah selanjutnya yaitu membuat kulit nastar. Silakan masukkan margarin, gula halus, butter, dan vanila bubuk ke dalam wadah (mangkok mixer), kemudian kocok menggunakan mixer sebentar saja, yang penting adonan tercampur rata. Lanjutkan dengan memasukkan kuning telur satu per satu.

Setelah itu, masukkan campuran tepung terigu dan susu bubuk sedikit demi sedikit, kemudian aduk adonan menggunakan sendok kayu/ spatula hingga tercampur rata.

Selanjutnya, ambil sedikit adonan untuk dibentuk. Untuk sisanya (adonan B), silakan dibungkus dengan plastik wrap dan masukkan ke dalam kulkas.

Giling adonan dengan ketebalan kira-kira 1/2 cm. Sebelum menggiling adonan, jangan lupa memberikan alas plastik di kedua sisi. Cetak bundar dengan gelas berdiameter kira-kira 5 cm. Kemudian ambil satu bagian, isi dengan selai dan bentuk bulat.

Lakukan langkah yang sama seperti pada nomor 5, kemudian tata semua adonan yang sudah diberi selai dan dibentuk bulat tadi di atas loyang yang beralas kertas roti/ kertas minyak. Kemudian masukkan juga ke dalam kulkas.

Ambil adonan yang belum dibentuk (adonan B) kemudian lakukan seperti yang terdapat pada nomor 5.

Jika seluruh adonan sudah dibentuk dan diberi selai, silakan masukkan semuanya ke dalam kulkas dan tunggu hingga 1/2 jam agar adonan terakhir yang anda buat tadi agak lama berada dalam kulkas.

Selanjutnya, panaskan oven dengan suhu 150 derajat celcius.

Keluarkan nastar dari kulkas dan panggang selama kurang lebih 20 menit. Jika oven yang anda gunakan mempunyai ukuran yang lumayan besar, anda dapat memanggang semua adonan nastar sekaligus. Tapi jika tidak, silakan anda panggang terlebih dahulu adonan nastar yang pertama, kemudian dilanjut dengan adonan nastar yang kedua.

Panggang selama kurang lebih 20 menit, kemudian keluarkan nastar dari oven dan jangan lupa olesi pemukaan nastar. Selanjutnya, masukkan kembali ke dalam oven dan tunggu selama 15 menit hingga warna permukaan nastar kuning kecoklatan.

Keluarkan dari oven, dinginkan, dan santap kue nastar buatan anda bersama keluarga tercinta. Rumah Keluarga Indonesia Kuliner (rki/baiti/i-dream)

Aneka Menu Takjil Buka Puasa

I-Dream Radio -BerPuasa di bulan ramadhan sangat wajib bagi umat islam dan selalu ada setiap tahunnya. Tak heran jika banyak orang yang menunggu datangya bulan suci ramadhan ini. Dalam berpuasa tentunya tak lepas dengan berbuka puasa, berbuka puasa dapat membuat tubuh kita menjadi lebih berernergi lagi setelah menahan makan dan minum selama berpuasa. Makanan yang cocok dihidangkan pada buka puasa bermacam macam dan juga beberapa menu takjil.

Berbuka puasa sesegera mungkin dengan menu hidangan berbuka puasa seperti takjil, menu menu takjil pun bermacam macam dengan kesegarannya. Dan menu takjil tentunya harus ada dalam berbuka puasa. Menu takjilnya ini bisa mulai dengan yang manis manis seperti kurma dan minuman yang manis. Dengan bertakjil hal ini sangat di sunnahkan sekali, karena hal ini dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Dengan menu takjil bermacam macam dan banyak sekali orang yang berjualan dijalan jalan raya. Tentu membuat hal ini dapat membuat anda bingung untuk memilih menu takjil yang cocok untuk anda berbuka puasa di rumah. Nah anda tak perlu khawatir untuk memilih menu takjil buka puasa. Karena saya akan merekomendasikan beberapa menu takjil dan resepnya lengkap untuk anda.

Resep Menu Takjil Berbuka Puasa

Kurma dan air putih

Berbuka puasa dengan kurma dan air putih merupakan takjil yang sangat sederhana sekali dan hal ini dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Karena kurma merupakan makanan yang manis dan mempunyai kandungan karbohidrat kompleks.

Kolak Pisang

Bahan-Bahan:
– 2 Buah Pisang tanduk, di potong miring menjadi 3-4 bagian
– 150 gr singkong, dipotong potong
– 200 gr ubi, dipotong-portong
– 50 gr nangka, di potong kotak sedang
– 200 gr Labu kuning, di potong kotak
– 400 gr gula merah, disisir halus
– 3 lembar daun pandang, disimpulkan
– 800 ml santan dari 1 butir kelapa
– 1 sendok teh garam
– 1500 ml air

Cara Membuatnya

Rebus air, singkong, ubi dan lau kuning sampai matang. Kemudian masukkan gula merah dan daun pandan. Tunggu hingga masak sampai mendidih
Tambahkan pisang tanduk yang sudah dipotong miring, tunggi sampai masak meresap.
Lalu masukkan nangka, santan dan garam. Masak hingga mendidih
Kolak pisang Komplit nan legit. siap dihidangkan.

Untuk 10 orang, dapat juga dibuat untuk jamuan tamu.

Es Buah

Bahan:
– 200 gr gula pasir
– 4 cm kayu manis
– 1/4 sdt garam
– 5 buah cengkeh
– 1 sdm kapur sirih
– 1 ltr air
– 6 sdm makan air jeruk nipis
– Minuman sprite secukupnya

Buah yang dapat digunakan:
– 200gr buah pepaya
– 100gr buah nanas
– 200gr buah semangka
– 200gr buah melon
– anggur dan strawberry secukupnya

Cara Membuat:
Larutkan gula, kayu manis, cengkeh dan garam. Kemudian aduk hingga merata
Selanjutnya masak hingga mendidih. Kemudian saring
Dinginkan sirup gula secara terpisah
Potong buah buahan sesuai selera anda. Bisa di potong dadu maupun bulat
Kemudian Rendam buah buahan tersebut dengan kapur sirih, selama beberapa menit
Angkat buah, dinginkan dan cuci dengan air bersih
Campur potongan buah-buah tadi dengan sirup gula, aduk rata
Sebelum di sajikan tambahkan air jeruk nipis dan minuman sprite. Jangan lupa untuk menambahkan es batu, agar lebih segar.
Hidangkan selagi dingin

Es Kelapa Muda

Bahan:
– 1 buah kelapa muda
– sirup gula sesuai selera, bisa membuat sendiri
– Es Batu
– susu kental manis

Cara Membuatnya:

Belah dan serut kelapa muda
Siapkan wadah, gelas atau mangkok, masukkan kelapa muda yang sudah di serut
Tambahkan sirup gula sesuai selera
Jangan lupa untuk menambahkan es batu agar lebih segar
Bisa ditambahkan susu kental manis di atasnya
Dan es kelapa muda siap dihidangkan

Es cincau

Bahan:
– 250gr cincau
– 250gr es serut
– 500gr santan
– 3 lembar daun pandan, simpulkan
– 1/4sdt garam

Bahan Sirup Gula Merah
– 150gr gula merah
– 50gr air
– 1 lembar daun pandan

Cara membuatnya:

Potong-potong dadu cincau
Masak santan, 3 lembar daun pandan yang sudah disimpulkan dan garam. Tunggu hingga mendidih, dinginkan
Rebus air, gula merah yang telah disisirkan dan daun pandan. Sampai kental, lalu sisihkan
Sajikan es cincau dengan mencampur cincau, santan dan sirup gula. Tambahkan es serut
Es Cincau serut siap dihidangkan

Jus Buah

Anda bisa berbuka puasa dengan jus buah kesukaan anda, dengan sedikit menambah gula saja. Anda sudah bisa merasakan segarnya jus buah kesukaan anda. Hal ini merupakan alternatif bagi anda, untuk yang tidak suka dengan minuman yang manis-manis.

Bagaimana dengan beberapa rekomendasi diatas? Tentunya anda sudah tak bingung bukan, untuk memilih resep takjil berbuka puasa. Berbuka puasa takjil dengan makanan yang manis manis merupakan hal yang disunnahkan sekali, dan sudah dicontohkan pula oleh Rosulullah SAW. Meskipun takjil identik dengan minuman manis manis, hendaknya sedikit dikurangi kadar gula nya agar tidak merusak kesehatan. Rumah Keluarga Indonesia Kuliner (rki/baiti/i-dream)

Begini Umar bin Khattab Menyelesaikan Krisis

I-Dream RadioSiroh — Umat Islam ternyata sejak dari dulu memang sudah tidak asing dengan krisis ekonomi. Setidaknya, sejak zaman Rasulullah, ada dua krisis ekonomi besar yang pernah dicatat oleh buku sejarah Islam.

Pertama, ketika umat Islam diboikot oleh kaum Yahudi dalam masa awal penyebaran Islam. Yang kedua, pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Apa penyebabnya dan bagaimana Khalifah Umar bin Khattab mengentaskannya?

Krisis itu terjadi tepatnya pada tahun 18 hijriah. Peristiwa besar ini kemudian disebut “Krisis Tahun Ramadah”. Saat itu di daerah-daerah terjadi kekeringan yang mengakibatkan banyak orang dan binatang yang mati. Orang-orang pun banyak yang menggali lubang tikus untuk mengeluarkan apa yang ada di dalmnya—saking langkanya makanan.

Khalifah Umar yang berkulit putih, saat itu terlihat hitam. Ia pun berdoa: “Ya Allah, jangan Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad pada tanganku dan di dalam kepemimpinanku.”

Beliau juga berkata kepada rakyatnya: “Sesungguhnya bencana disebabkan banyaknya perzinaan, dan kemarau panjang disebabkan para hakim yang buruk dan para pemimpin yang zalim… Carilah ridha Tuhan kalian dan bertobatlah serta berbuatlah kebaikan”.

Tidak lama kemudian berbagai krisis tersebut segera diatasi. Saking sejahteranya, tiap bayi yang lahir pada tahun ke-1, mendapat insentif 100 dirham (1 dirham perak kini sekitar Rp. 30 ribu, tahun ke-2 mednapatkan 200 dirham, dan seterusnya. Gaji guru pun per bulan mencapai 15 dinar (1 dinar emas kini sekitar Rp 1,5 juta).

Pada tahun 20 hijriah, khalifah Umar juga mencetak mata uang dirham perak dengan ornamen Islami. Ia mencantuman kalimah thayibah, setelah sblmnya umat Islam menggunakan dirham dari Persia yang di dalamnya terdapat gambar raja-raja Persia.

Adapun pencetakan dinar emas berornamen Islami diberlakukan pada masa kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 75 hijrah. (Sumber: Al-Fiqh al-Iqtishadi li Amir al-Mukminin Umar Ibn Khathab”)  adminrki (rki/baiti/i-dream)

Anda Bisa Menjamin Masih Tetap Hidup Bulan Ini?

I-Dream RadioSiroh — Amirul Mu’minin Umar bin Abdul Aziz memiliki seorang pelayan yang beetuga untuk menjaga Baitul Maal. Katika datang hari raya, anak-anak perempuan Amirul Mu’minin datang mengadu sambil menangis kepada ayahnya. Mereka mengadu bahwa teman-temannya ketika hari raya mengenakan pakaian baru. Sedangkan mereka mengenakan pakaian yang sangat buruk.

Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah yang terkenal memiliki sifat zuhud dan wara’ dan sangat sederhana. Ia merasa kasihan kepada anak-anaknya, maka Amirul Mu’minin pun memutuskan untuk mengambil gajinya, dan berkata kepada pelayan Baitul Maal, “Berikanlah sekarang gajiku untuk bulan depan.”

Akan tetapi si pelayan tersebut merasa enggan untuk memberikan gaji bulan depan Amirul Mu’mini sekarang. Akhirnya ia berkata kepada Amirul Mu’minin dengan nada tidak setuju, “Anda ingin mengambil terlebih dahulu gaji Anda untuk bulan depan dari Baitu Maal orang Islam? Wahai Amirul Mu’minin, apakah Anda dapat menjamin bahwa Anda masih tetap hidup bulan ini?”

Mendengar perkataan pelayan tersebut, Umar tersentak dan mengangkat kepalanya seraya berkata, “Terimakasih atas nasihatmu kepadaku, wahai orang jujur.”

Kemudian ia memalingkan pandangannya ke arah anak-anak perempuannya dan berkata, “Pendamlah rasa sedih kalian. Apaakah kalian mau mengenakan pakaian yang baru, sedangkan bapak kalian masuk neraka?” adminrki (rki/baiti/i-dream)